Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

You are hereBio-Kristi No. 193 Januari 2019 / A.W. TOZER

A.W. TOZER


Aiden Wilson Tozer lahir pada 21 April 1897, di peternakan kecil di tengah Penssylvania Barat yang berbukit-bukit. Dalam beberapa tahun saja, Tozer, demikian dia lebih suka dipanggil, mendapat reputasi dan julukan sebagai "nabi abad ke-20".

A.W. Tozer
A.W. Tozer

Tozer mampu mengemukakan pikirannya dengan cara yang mudah dimengerti, tetapi berdampak. Kuasa Allah dengan kekuatan kata-kata dia gabungkan untuk memberi makan jiwa-jiwa yang dahaga, menembus hati manusia, dan menarik pikiran yang duniawi kepada Allah.

Ketika dia berusia 15 tahun, keluarga Tozer pindah ke Akron, Ohio. Suatu sore, saat dia berjalan pulang setelah bekerja di Goodyear, secara tidak sengaja dia mendengar seorang pengkhotbah jalanan berkata, "Kalau Anda tidak tahu bagaimana cara untuk dapat diselamatkan … berserulah kepada Tuhan." Sesampainya di rumah, dia menaiki tangga yang sempit menuju loteng dan mengikuti nasihat pendeta itu. Lalu, pencariannya akan Allah sepanjang hidupnya pun dimulai.

Pada 1919, Tozer terpanggil untuk menggembalakan gereja ruko yang kecil di Nutter Fort, Virginia Barat, meski tidak mengenyam pendidikan formal. Awal yang sederhana itu membuat dia dan istri barunya, Ada Cecelia Pfautz, terpicu untuk aktif dalam pelayanan selama 44 tahun bersama The Christian and Missionary Alliance (Persekutuan Kristen dan Misionaris - Red.).

Tiga puluh satu tahun dari tahun-tahun itu dihabiskannya di Gereja Southside Alliance Chicago. Jemaatnya terpikat oleh khotbah Tozer, dan bertumbuh dari 80 menjadi 800 jemaat.

Khotbah Tozer
A.W. Tozer ketika sedang berkhotbah.

Pada 1950, Tozer terpilih sebagai editor di Alliance Weekly yang sekarang disebut Alliance Life. Oplahnya meningkat dua kali lipat dalam waktu yang sangat singkat. Dalam editorial pertamanya, pada 3 Juni 1950, dia menekankan: "Di tengah jajaran zaman yang orang-orangnya giat bergerak tergesa-gesa sehingga mencampuradukkan gerakan dan perubahan, ada harga yang harus dibayar untuk dapat berjalan lambat. Namun, manfaatnya akan terasa dalam jangka panjang, dan orang Kristen sejati tidak terlalu tertarik pada hal-hal yang tidak melibatkan hal itu."

Hal yang menonjol dari diri Tozer adalah kehidupan doanya, yang membuatnya sering menyusuri lorong-lorong tempat suci atau bersujud di lantai. Dia menulis, "Doa seseorang mencerminkan pribadi orangnya." Baginya, menyembah Allah adalah hal terpenting dalam hidup dan pelayanannya. "Khotbah dan tulisan-tulisannya tidak lain adalah perpanjangan dari kehidupan doanya," demikian komentar James L. Snyder, penulis biografi Tozer. Satu biografi yang lebih lama mencatat, "Dia menghabiskan lebih banyak waktu berlutut daripada duduk di mejanya."

Tozer gemar merangkai kata. Semangatnya ini pun menjalar ke dalam kehidupan keluarganya. Dia menanyai anak-anaknya tentang apa yang mereka baca dan mengarang cerita pengantar tidur untuk mereka. "Hal yang paling saya ingat tentang ayah," tutur putrinya Rebecca, "adalah kisah-kisah luar biasa yang dia ceritakan."

Son Wendell, salah satu dari enam anak lelakinya yang lahir sebelum Rebecca, mengingat bahwa, "Kami semua lebih suka dihukum oleh ibu kami daripada dinasihati oleh ayah."

Tozer menghabiskan tahun-tahun terakhir pelayanannya di Gereja Avenue Road di Toronto, Kanada. Pada 12 Mei 1963, dia meninggal karena serangan jantung pada usia 66 tahun. Dengan demikian, pencariannya akan Allah di dunia pun berakhir. Di satu pemakaman kecil di Akron, Ohio, tertera tulisan sederhana seperti ini pada batu nisannya: "Hamba Allah".

Karya Tozer
Salah satu karya Tozer yang berjudul Mengenal Yang Mahakudus

Beberapa orang bertanya-tanya mengapa tulisan Tozer masih hangat untuk masa kini seperti ketika dia masih hidup. Menurut komentar salah satu temannya, hal ini dikarenakan, "Dia meninggalkan hal-hal yang dangkal, gamblang, dan ringan untuk diperbincangkan oleh orang lain. Buku-buku(nya) menjangkau jauh ke dalam hati."

Humor yang dia tulis dan perkatakan jujur dan sederhana kalau dibandingkan dengan humor dari Will Rogers. Pada satu waktu, jemaat bisa tersapu oleh gelak tawa, dan pada saat berikutnya, terdiam dalam keheningan yang ilahi.

Tozer berjalan bersama Allah selama hampir 50 tahun. Meskipun dia sudah pergi, suaranya terus berbicara dan melayani mereka yang ingin mengalami Allah. Orang berkata, "Orang ini membuat Anda ingin mengenal dan mengalami Allah." (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Sermon Index
Alamat situs : http://www.sermonindex.net/modules/articles/index.php?view=article&aid=150
Judul asli artikel : A.W. Tozer - Short Biography
Penulis artikel : Zac Poonen
Tanggal akses : 28 April 2015



Diambil dari:
Nama situs : Bio-Kristi
Alamat situs : http://biokristi.sabda.org/aw_tozer_0
Judul asli artikel : A.W. Tozer
Tanggal akses : 1 November 2018

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru