Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereJOHN HUS MEMBAWA ASAP SEMANGAT REFORMASI

JOHN HUS MEMBAWA ASAP SEMANGAT REFORMASI


By admin - Posted on 17 October 2017

Oleh: Jessica Kalvaria

Menyelesaikan sebuah diskusi online adalah hal baru bagi saya. Awalnya, saya bertanya-tanya, bagaimana caranya diskusi online dapat dilaksanakan? Bagaimana sebuah diskusi online dapat memberi informasi baru? Ternyata, setelah mengikuti diskusi online Bio-Kristi untuk pertama kalinya, saya terkesan.

Tokoh John Hus yang diangkat dalam diskusi kali ini adalah seorang pendeta di Kapel Bethlehem di Praha, lahir pada tahun 1374, dari sebuah keluarga sederhana. Ia ditahbiskan sebagai imam pada tahun 1401 dan melakukan sebagian besar karier mengajarnya di Universitas Charles di Praha, Bohemia (sekarang bernama Cekoslowakia). Pada saat itu, buku karya John Wycliffe baru masuk ke Bohemia. Dengan susah payah, karena belum ada mesin cetak, John Hus menyalin buku-buku Wycliffe untuk digunakannya sendiri. Seperti Wycliffe, John Hus menekankan kesalehan pribadi dan kemurnian hidup. Ia menekankan peran Alkitab sebagai otoritas dalam gereja, dan hasilnya, ia mengangkat khotbah yang alkitabiah ke posisi penting dalam pelayanan gereja. Khotbah John Hus membawa popularitas bagi dirinya. Banyak orang yang datang untuk mendengar khotbah John Hus pada saat itu. Akan tetapi, pada suatu ketika, Uskup Agung Praha meminta John Hus untuk membakar semua salinan buku Wycliffe dan berhenti berkhotbah. Perjuangan John Hus dimulai dari sini, ia mempertahankan klaimnya bahwa Kristus sendirilah yang menjadi kepala jemaat. Sampai pada hari kematiannya, John Hus tetap memegang prinsipnya.

Perjuangan John Hus pada saat itu mengingatkan saya akan kehidupan umat kristiani pada saat ini. Ketika John Hus mati-matian melawan sistem hierarki, pada saat itu saya teringat akan beberapa gereja yang hampir mengalami hal serupa. Gaya hidup para imam yang seringnya tidak bermoral dan boros (termasuk Paus sendiri) mengingatkan saya akan gaya hidup pendeta pada saat ini. Saya tidak mengatakan semua pendeta memiliki gaya hidup yang sama tetapi pada kenyataanya tidak sedikit pula pendeta yang orientasi pelayanannya adalah uang. Melalui diskusi ini, saya diingatkan) bahwa hanya Kristus sendirilah yang menjadi kepala jemaat, bukan pendeta.

Saya takjub dengan perjuangan John Hus, sampai akhir hidupnya, dalam menempatkan Alkitab sebagai otoritas di dalam gereja. Dalam kesulitan dan kesendiriannya, pada saat itulah ia mampu memegang terus prinsip hidup dan kesetiaannya pada Kristus. Tokoh John Hus sangat menginspirasi saya dan seharusnya juga seluruh umat kristiani di dunia. Bagian yang paling membuat saya kagum adalah cerita kematian John Hus. Ia dibakar, tetapi pembakaran dirinya justru mengobarkan semangat nasionalisme dan reformasi gereja. Pengorbanan yang John Hus lakukan jelas tidak sia-sia, Tuhan memakai John Hus dengan sangat luar biasa bagi kemuliaan nama-Nya.

Dengan berakhirnya diskusi Bio-Kristi, berakhir pula pembahasan tokoh John Hus yang sangat menginspirasi ini. John Hus dapat menjadi salah satu tokoh yang dapat dicontoh umat kristiani pada saat ini. Kesetiaannya pada Tuhan hingga akhir hidupnya membawa perubahan yang tidak terkira bagi lingkungan sekitarnya. Akhir kata, saya bersyukur dapat mengikuti diskusi ini dan mendapat banyak pengetahuan baru dari peserta-peserta lainnya. Tuhan memberkati.

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru