Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

You are hereJohn Owen "Tokoh Pergerakan Pendidikan dan Spiritual"

John Owen "Tokoh Pergerakan Pendidikan dan Spiritual"


By beren - Posted on 30 August 2019

John Owen

Mencermati tokoh-tokoh penulis Kristen, saya terhenti pada satu nama yang cukup memukau. Nama tersebut adalah John Owen. Seperti tokoh-tokoh spiritual Kristen lainnya, John Owen mempunyai spirit pelayanan yang menyala. Owen memiliki semangat yang begitu mendalam dalam pergerakan pembangunan iman di wilyah Britania Inggris. Ia tercatat sebagai penulis, pendeta, dan kaum intelektual dengan gelar dan jabatannya di Perguruan Tinggi Oxford. Owen hidup dari keluarga yang kurang mampu. Ayahnya merupakan seorang puritan dan tradisonal. Sejak masa kecilnya Owen dianugerahi telenta yang istimewa dari Tuhan. Owen tumbuh sebagai anak dengan kemampuan intelegensi yang tinggi dibandingkan dengan teman-temannya. Tumbuh sebagai pelajar yang cerdas nan tekun, pada usia 12 tahun ia sudah masuk dalam Universitas Oxford. Ia terus tumbuh sebagai pemuda yang cerdas nan memukau. Akan tetapi, seperti kata pepatah semakin tinggi pohon semakin kencang angin bertiup. Owen pun mengalaminya. Perkembangan usianya yang meningkat, dan kecerdasaannya yang bertambah pesat membuat Tuhan memberikan tempaaan kepada Owen.

Sejarah mencatat, Rektor Oxford, yang bernama Laud, membuat keputusan-keputusan yang membuatnya berang. Sang rektor melakukan gerakan penginjilan yang amat bertentangan dengan dogma-dogma agama. Owen merasa tindakan sang dosen merupakan tindakan yang salah. Ia dan rekan-rekannya melakukan perlawanan. Namun, kekuasaan yang dipegang sang dosen rupanya lebih kuat. Owen dan teman-temannya yang membangkang dikeluarkan dari Universitas. Kejadian ini amat memukul Owen. Ia merasa seperti terhempas dalam kekalutan. Pergumulan terjadi dalam hatinya. Ia merasa begitu terpukul atas semua kejadian yang ia alami. Pergumulannya begitu besar. Pengetahuan yang ia miliki, tak mampu meredam seluk beluk persoalan di dalam hatinya.

Owen seperti menemui dinding besar di hadapannya. Pergumulan yang berat akhirnya membuat Owen menemui jalan Tuhan. Tanpa disangka-sangka saat mengikuti ibadah, ia begitu tersentuh dengan firman Tuhan, "Mengapa kamu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" Firman tersebut, rupa-rupanya membuat kepercayaan hati Owen bangun kembali. Sebuah slogan terkenal lahir dari pergumulan ini: "Mengeluh tidak diperlukan saat situasi sulit, ketegaran hati kitalah yang membuat kita mampu mengatasi beban yang berat". Owen yang kembali bersemangat akhirnya menemukan titik terang. Khotbahnya dalam sebuah sidang parlemen mengguncangkan banyak orang. Catatan tersebut, membuat salah satu tokoh penting Universitas Oxford, merekrut Owen dalam jajaran penting pengurus Universitas Oxford. Penunjukkan ini diikuti oleh pergerakan besar di ranah Britania Inggris. Runtuhnya rezim kekuasaan dengan ditandai pengadilan Raja Charles I membuat Owen, bersama para pendeta lainnya melakukan perubahan besar penuh arti di Britania Raya, khususnya Inggris. Singkat cerita, Owen menghabiskan sisa hidupnya dengan menulis puluhan novel, mengabarkan Injil, dan hidup di pedesaan. Satu hal yang menarik dari kisah Owen yaitu sebuah pesan penting bahwa manusia memerlukan keseimbangan antara intelektual dan spiritual. Kemampuan intelektual tidak akan sanggup menahan persoalan hidup. Ada suatu alat yang mendampinginya yaitu kemampuan spiritual.

Kebanyakan dari kita tatkala menikmati kecanggihan tekonologi, modernitas, kenyamanan hidup, membuat lupa pada kedalaman iman yang berakar. Rata-rata dalam pengamatan saya, orang mengandalkan rasionalitas, dan mengabaikan entitas iman dalam hidupnya. Sekelumit kisah John Owen membuat kita ingat kembali pentingnya iman dalam hidup. Injil Matius Matius 17:20 menyatakan," Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, -- maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu." Firman yang disampaikan Yesus kepada kita, menegaskan dengan jelas tentang peranan iman yang amat dalam. Jika kita menengok peristiwa-peristiwa di Alkitab peranan iman amatlah besar. Peristiwa Thomas yang tidak percaya menjadi percaya, sembuhnya perempuan yang sakit pendarahan, Petrus yang terlepas dari penjara, dan masih banyak lagi. Paulus menyatakan pentingnya iman, bahkan sampai akhir hidup manusia. 2 Timotius 4:7 menyatakan "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman." Dengan demikian, pelajaran yang dapat kita petik hari ini adalah pentingnya iman dalam hidup kita, sebab iman melandaskan kita pada kekuatan Allah dalam setiap hidup kita sehingga topan badai dapat kita lalui.

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru