Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereSEPENUH HATI TAAT UNTUK KEMULIAAN KRISTUS

SEPENUH HATI TAAT UNTUK KEMULIAAN KRISTUS


By admin - Posted on 30 October 2017

Oleh: Julius Manullang

"Aku rasa, aku pasti terkubur untuk beberapa lama, tersembunyi dalam ketidakjelasan, kemudian aku tiba-tiba menyala-nyala, mengerjakan tugasku, dan akhirnya berlalu." Demikianlah yang ditulis Oswald Chambers sebelum ia masuk ke dunia sebagai seorang pengkhotbah dan pendidik.

Saya juga mengalami apa yang dirasakan oleh Chambers. Untuk beberapa lama, kerohanian dan panggilan hidup saya seolah-olah seperti terkubur dan tersembunyi dalam ketidakjelasan karena berusaha mengejar kehendak Allah dengan pola pikir dan cara saya sendiri yang sia-sia. Hidup saya dipimpin kembali sebagai murid dan dipersiapkan untuk menaati firman-Nya melalui buku kumpulan khotbah dan pengajaran Chambers yang diberi judul "My Utmost for His Highest" (oleh penerbit Immanuel diterjemahkan dengan “Pengabdianku Untuk Kemuliaan-Nya”). Saya bersyukur dapat membaca dan menuliskan ulang kisah kehidupan dan pengabdian Chambers ketika bergabung dengan Grup Diskusi Bio-Kristi, setelah sebelumnya saya menuliskan ulang kisah kehidupan dan panggilan martir John Hus sebagai salah seorang perintis gerakan reformasi gereja.

Thomas Watson dalam buku "Penginjilan Puritan" mendorong jemaat-jemaat untuk datang kepada firman Tuhan dengan keinginan yang suci dan hati yang mau diajar, duduk di bawahnya dengan penuh perhatian, menerima dengan lembut hati dan menggabungkan semuanya dengan iman, menyimpannya, mendoakannya, mempraktikkannya, dan membicarakannya kepada orang lain. Kaum Puritan memandang dan menjadikan Alkitab sebagai pusat iman dan praktik hidup setiap orang percaya.

Pada saat berusia 20-an tahun, Oswald Chambers yang adalah putra seorang pengkhotbah Gereja Baptis dari Aberdeen Skotlandia dan bertobat karena khotbah Charles Spurgeon, berusaha mencari cara untuk menggambarkan pesan penebusan Allah lewat karya seni. Lalu, perlahan-lahan, dia menyadari dan mulai yakin bahwa Allah tidak menghendaki dan tidak menghargai usaha apa pun yang berhubungan dengan karier seni yang dapat dia bawa demi mengejar-Nya. Semua yang diingini Allah darinya adalah mengejar Dia untuk memahami kehendak-Nya dengan penyerahan diri yang tiada bersyarat.

Keputusan untuk memahami kehendak Allah dalam panggilan hidupnya menuntun Chambers memasuki Kolese Dunoon, sebuah Sekolah Teologi kecil interdenominasi. Selama 4 tahun di sana, dia mengalami kesengsaraan batin seperti seorang yang dungu atau tidak waras karena mengetahui tentang kerusakan moralnya dan ketidakberdayaan imannya. Dia masuk ke jurang keputusasaan rohani. Lalu, dia menyerah dan memberikan dirinya sepenuhnya kepada janji Yesus bahwa Allah akan memberikan Roh-Nya kepada siapa pun yang meminta. Pergumulannya berakhir. Dia mengalami "kemerdekaan rohani". Kerinduan hatinya yang terdalam telah dipenuhi kasih Allah hingga melimpah bagi Kemuliaan-Nya. Sejak itu, Chambers sering diminta menjadi pembicara dan pengajar keliling melalui "League of Prayer" (persekutuan doa interdenominasi).

Pelajaran paling penting yang bisa kita dapatkan dari bahan diskusi ini adalah bahwa Chambers mengajak kita semua untuk hidup sungguh-sungguh bagi Allah, menemukan kehendak-Nya di setiap peristiwa dalam hidup kita dengan jalan mau memiliki hubungan pribadi dengan Kristus, dan meninggalkan kehidupan kita sepenuhnya bagi Dia. Perkataan (firman) Yesus yang agung akan membawa kita ke dalam hubungan murid yang percaya kepada-Nya dengan sepenuh hati dan mengerti bahwa ketika Dia membawa kita kepada ketaatan, maka kita akan dimampukan untuk menjalaninya.

Demikian tulisan blog mengenai pelajaran yang saya dapatkan melalui ketaatan hidup seorang Oswald Chambers kepada Kristus. Terima kasih untuk grup Bio-Kristi yang telah menyediakan bahan-bahan tulisan tentang biografi tokoh-tokoh Kristen yang hidupnya seperti Kristus. Tuhan memberkati. (JM)

Solus Christos.

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru