Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are herePenginjil / Ds. Arie Bikker di Mamasa

Ds. Arie Bikker di Mamasa


Ditulis oleh: Pdt. Abialtar Pappalan

Mungkin tokoh yang satu ini tidak dikenal secara luas di kalangan gereja-gereja di Indonesia, namun di Gereja Toraja Mamasa (GTM) Sulawesi Barat, ia dikenal sebagai salah satu teolog dan penginjil yang bekerja di Mamasa (Toraja Barat) dan sekitarnya sejak tahun 1927.

Corak teologi Bikker telah mewarnai perjalanan kehidupan bergereja umat Allah dalam wadah GTM sebagai salah satu gereja yang berasas pada ajaran-ajaran Calvin. Tidak mengherankan jika dalam Tata Dasar dan Peraturan Rumah Tangga GTM dicantumkan kata-kata "untuk menerapkan pengakuan iman dan dasar ajaran dalam kehidupan bergereja, maka disusunlah pokok-pokok ajaran GTM yang berdasar pada Alkitab dan menggunakan dokumen-dokumen Calvinis sebagai bahan referensi" (PD-GTM Bab III ayat 4).

Apa yang dapat disimak dari metode penginjilan Ds. ("Dominees": pendeta) Bikker yang bercorak Calvinis?

Pada tahun 1926 lembaga Zending (pengutusan Injil) dari ZCK (Christelijke Gereformeerde Kerken) di Belanda yang bernama De Zending van Cristelijke Gereformeerde Kerken (ZCGK) memilih beliau setelah tamat dari Sekolah Pendeta di Apeldoorn yang sekarang bernama Theologishe Universiteit Apeldoorn (TUA) untuk menjejaki kemungkinan PI di Toraja Barat. Perlu dijelaskan bahwa TUA adalah lembaga CGK yang Calvinis dalam berteologi.

Sebelum berangkat ke Mamasa, Bikker mengikuti pendidikan penginjilan di Sekolah Zending di Oegstgeest Utrecht. Setelah mengikuti berbagai ujian misionaris dan dinyatakan lulus, maka pada tanggal 22 September 1927 ia ditabiskan sebagai pendeta penginjil di Hilversum. Tanggal 3 Oktober 1927, Bikker dan istrinya pergi ke Mamasa. Dalam pelayanannya, Bikker melaksanakan berbagai kegiatan. Pertama-tama dia membuka sekolah-sekolah yang diperuntukkan bagi rakyat pribumi. Di sekolah-sekolah tersebut, para siswa dipersiapkan untuk menjadi guru, yang kelak akan diurapi menjadi pendeta pribumi.

Dalam kurun waktu 19 tahun (1927-1946), Bikker yang dibantu oleh Ds. M. Geleijnse selanjutnya diutus untuk mengadakan perjalanan pengabaran Injil (toernei). Mula-mula mereka menghadapi tantangan yang berat, terutama dari warga pribumi yang masih memeluk agama suku (alu todolo). Akan tetapi, dengan penerapan yang tegas dan kontekstual tentang ajaran-ajaran dan otoritas Alkitab, serta pemeliharaan Allah, maka PI pun berjalan dengan baik dan berbuah. Hal ini ditandai dengan pembaptisan massal di Mamasa dan di wilayah PUS (Pitu Ulunna Salu), sebelah Selatan Mamasa pada awal tahun 1929. Bahkan, oleh karya Roh Kudus, pada tanggal 7 Juni 1947, GTM berdiri secara resmi sebagai lembaga gereja (dianggap sebagai SSA GTM I) di Minake.

Sampai sekarang GTM telah melayani jemaat yang berjumlah kurang lebih 450 orang dan memiliki tenaga pendeta lebih dari 200 orang, serta 64 klasis yang tersebar mulai dari pelosok daerah sampai ke ibu kota Jakarta.

Sumber:
Pergilah Kamoe, Gaat dan Heen. Uigegegeven door de Zendingdeputaten der Christelijke Gereformeerde Kerken in Nederland 1960.

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru