Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereBio-Kristi No.76 Oktober 2011 / Bio-Kristi No.76 Oktober 2011

Bio-Kristi No.76 Oktober 2011


Ingwer Ludwig Nommensen

Nommensen adalah seorang tokoh pengabar Injil berkebangsaan Jerman yang terkenal di Indonesia. Hasil dari pekerjaannya adalah berdirinya sebuah gereja terbesar di wilayah suku bangsa Batak Toba. Gereja itu bernama Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Tidak berlebihan, jikalau ia diberi gelar Rasul Batak. Ia sudah memberikan seluruh hidupnya bagi pekerjaan pengabaran Injil di tanah Batak.

Nommensen dilahirkan pada tanggal 6 Februari 1834 di sebuah pulau kecil, Noordstrand, di Jerman Utara. Nommensen sejak kecil sudah hidup di dalam kemiskinan dan penderitaan. Sejak kecil ia sudah mencari nafkah untuk membantu orang tuanya. Ayahnya adalah seorang yang miskin dan selalu sakit-sakitan.

International Day of Prayer for the Persecuted Church (IDOP)

Pada bulan kegiatan IDOP, gereja-gereja dan umat Kristen di seluruh dunia berdoa bersama bagi gereja Tuhan yang teraniaya. Tahun ini, kegiatan IDOP akan dilaksanakan secara serempak pada bulan November 2011.

Peninggalan Nommensen di Nusantara

Bagi orang Batak, Nommensen bukan cuma tokoh pembawa agama. Ia juga dikenal sebagai pembaru yang membangun sektor pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Selama berada di Tanah Batak, Nommensen telah mendirikan 510 sekolah dengan murid 32.700 orang, antara lain di Balige, Tarutung, Siantar, Sidikalang, Samosir, dan Ambarita. Setiap mengunjungi desa-desa, dia selalu membawa kotak obatnya, dan berusaha menyembuhkan penyakit warga.

Howard Thurma -- Teolog

"Jangan tanyakan apa yang dunia perlukan. Tanyakan apa yang membuat Anda bersemangat, dan cobalah untuk melakukannya. Karena yang dunia perlukan adalah orang-orang yang bersemangat."

Pengantar Bio 76 Oktober 2011

Salam kasih,

Hidup sebagai seorang penginjil menuntut pengorbanan yang tidak sedikit. Seorang penginjil harus siap "mengorbankan" zona nyaman, materi, dan bahkan kemapanan hidup untuk mengabdi pada Tuhan dan memberitakan Kabar Baik. Bahkan, seorang penginjil harus mau tinggal di pelosok desa atau daerah-daerah yang terpencil demi memberitakan Kabar Baik bagi masyarakat yang belum mengenal Tuhan. Demikianlah yang dilakukan oleh Ingwer Ludwig Nommensen.

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru