Gregory Agung
"Bertindaklah sedemikian rupa sehingga kerendahan hati Anda tidak menjadi kelemahan, atau otoritas Anda menjadi kekerasan. Keadilan harus disertai dengan kerendahan hati sehingga kerendahan hati dapat membuat keadilan dicintai." (Gregory)
Gregory, sebelum menjadi Paus, secara kebetulan melihat beberapa budak Anglo-Saxon yang dijual di suatu pasar kota Roma. Dia bertanya tentang suku bangsa orang-orang berambut pirang yang menarik itu, dan diberi tahu bahwa mereka adalah "orang-orang Inggris". "Bukan orang Inggris, tetapi malaikat," ia mengatakannya sebagai jawaban. Akibatnya, konon, Gregory kemudian terinspirasi untuk mengirim para misionaris ke Inggris.
Meskipun kebenarannya diragukan, cerita itu menunjukkan bahwa Gregory yang taat, memberi perhatian pada persebaran iman Kristen. Namun, itu hanyalah salah satu aspek dari natur dan semangat Gregory yang luar biasa.
Awal yang Sangat Baik
Gregory adalah keturunan kaum bangsawan kota Roma yang mewarisi tradisi iman Kristen yang kuat. Dia memiliki hubungan keluarga dengan dua Paus sebelumnya (Felix III dan Agapitus I), bibi-bibinya adalah biarawati, dan orangtuanya masuk ke biara pada tahun-tahun terakhir kehidupan mereka. Ia dibesarkan di kota Roma, saat kota itu tidak lagi berada pada masa kejayaannya.
Pada usia ke-30, ia menjabat sebagai kepala administrasi kota Roma, yang bertanggung jawab atas urusan keuangan, kepolisian, perundang-undangan, dan layanan-layanan publik, suatu pengalaman yang membantunya mengasah kemampuan administrasinya dan,
