Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereBio-Kristi No.08 Maret 2007 / Jack T. Chick

Jack T. Chick


Ditulis oleh: Raka Sukma Kurnia

Alkitab dalam bentuk komik? Tentunya tidak sulit diperoleh. Salah satu yang cukup baik mengisahkan isi Alkitab mulai dari Kejadian sampai Wahyu adalah seri Alkitab Bergambar untuk Semua Umur yang disarikan oleh H.A. Oppusunggu. Komik yang diterbitkan oleh Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF ini terdiri dari enam seri. Sejatinya, komik tersebut ditulis oleh Iva Hoth dengan Andre Le Blanc sebagai ilustratornya.

Masih ada sejumlah komik Alkitab lainnya. Hanya saja, komik-komik yang secara blak-blakan diangkat dari Alkitab belum tentu memberi daya tarik bagi orang-orang non-Kristen. Kalau begitu, bagaimana agar orang-orang yang belum mengenal Injil bisa tertarik? Bagaimana mereka akhirnya bisa dijangkau demi kemuliaan Allah?

Jack Chik merupakan salah satu komikus Amerika yang memanfaatkan talenta menggambarnya dengan baik. Lewat tangannya, komik-komik yang berisikan pesan Injil lahir. Banyak orang menerima Kristus setelah membaca traktat-traktatnya.

JACK CHICK DAN MASA MUDANYA
Pada 13 April 1924, pasangan Thomas Chick (1903 -- ­1973) dan Pauline (1903 -- ­1991) dikaruniai anak pertama mereka. Anak laki-laki itu mereka namakan Jack Thomas Chick. Masa kecilnya tidak sebaik anak-anak lain karena kesehatannya cukup bermasalah kala itu.

Meski demikian, bakat Jack Chick dalam menggambar sudah terlihat sejak kecil. Tampaknya ia memang mewarisi bakat menggambar dari ayahnya, Thomas Chick. Saat itu, Thomas Chick merupakan salah seorang seniman komersial. Kegemarannya menggambar bahkan pernah membuatnya tidak naik kelas. Meski demikian, begitulah ia terus diasah untuk pekerjaan yang lebih besar.

Ketika masuk SMA, Jack Chick tidak memiliki banyak teman. Teman-temannya malah tidak terlalu ingin berurusan dengannya karena ia mengalami masalah dalam berbahasa. Bahkan tidak satu pun yang mau menyaksikan Kristus kepadanya. Mereka malah menganggap Jack Chick akan menjadi orang terakhir yang akan menerima Kristus. Meski bermasalah dalam bahasa, ia merupakan anggota klub drama di SMA-nya.

Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, Jack Chick melanjutkan pendidikannya ke Pasadena Playhouse. Ia mendapatkan beasiswa penuh selama dua tahun di sana. Namun, studinya ini harus terhalang oleh wajib militer pada 1 Februari 1943. Saat itu Perang Dunia II tengah berlangsung. Dan selama tiga tahun, ia melanglang hingga ke Papua Nugini, Australia, Filipina, dan Jepang. Sampai akhirnya, ia kembali ke Pasadena Playhouse. Sekembalinya inilah ia kemudian bertemu dengan wanita yang kemudian menjadi istrinya, Lola Lynn Priddle.


PERTOBATAN JACK CHICK
Jack Chick adalah seorang Baptis independen. Sebagai seorang yang berasal dari tradisi Kristen, ia tidak secara otomatis menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya. Pernikahannya dengan Lola Lynn Priddle berperan dalam pertobatannya.

Ketika itu, Jack Chick tengah mengunjungi mertuanya di Kanada. Ibu mertuanya meminta Jack Chick untuk duduk bersamanya dan mendengarkan khotbah Charles E. Fuller. Jack mengingat hal ini dengan berkata, "Tuhan sudah bekerja dalam hati saya, namun ketika Fuller berkata, 'Meskipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju,' saya bertelut dan hidup saya pun berubah."

SEBAGAI KOMIKUS
Setelah menikah, Jack Chick menggunakan talentanya sebagai seniman untuk menghidupi keluarganya. Ia bekerja di AstroScience Corporation di El Monte, California. Ketika bekerja di sana, ia membaca buku Power From On High yang ditulis oleh Charles Finney. Ia mengenangnya dengan berkata, "Buku itu memicu saya untuk melihat kemunafikan dan kematian gereja. Saya mulai berpikir inilah sebabnya tidak ada kebangunan rohani. Jadi, saya mulai membuat sketsa. Saya sungguh berbeban berat untuk mendorong orang-orang Kristen agar berdoa bagi kebangunan rohani."

Mulanya, Jack Chick tidak menemukan penerbit yang mau menerbitkan bukunya. Ia harus meminjam $800 untuk membiayai Why No Revival, karya cetak pertamanya.

Traktat pertamanya adalah A Demon's Nightmare. Traktat ini dikerjakannya dalam tempo lima belas menit setelah melihat sekelompok remaja saat melintas dengan mobilnya. Kala itu, Tuhan mengubah cara pandangnya terhadap remaja dan kaum muda. Sebelumnya, ia memang tidak menyukai generasi muda dan sikap pemberontak mereka. Namun kini, ia memandang mereka dengan kasih Kristus; menyadari bahwa ada banyak kaum muda yang sedang menuju neraka.

Pertemuan dengan Bob Hammond dari The Voice of China and Asia memberi inspirasi bagi Jack Chick. Kala itu, Bob Hammond memberi tahu Jack bahwa komunisme Tiongkok memenangkan banyak massa lewat pendistribusian buklet kartun secara massal. Namun, Jack Chick lebih merasa yakin lagi akan bidang pelayanannya ini setelah berhasil memenangkan sembilan dari sebelas narapidana lewat beberapa lembar kartun yang ia buat. Belakangan, lembaran-lembaran kartun itu dibuat dalam bentuk buklet dan menjadi traktat yang berjudul This Was Your Life.

Jack Chick menggunakan meja dapurnya sebagai kantor dan studionya. Dari sana ia menulis lebih banyak traktat. Namun, pada masa-masa awal, banyak toko buku yang enggan menerima konsepnya ini. Meski demikian, secara perlahan permintaan akan traktatnya meningkat. Sampai akhirnya, Jack Chick membentuk Chick Publications sebagai pelayanan mandiri. Dan Tuhan mengirimkan staf-staf yang berdedikasi penuh dalam pelayanan ini.

Fred Carter merupakan salah seorang staf Jack Chick yang mulai bekerja bersamanya pada tahun 1970-an. Carter bekerja secara anonim bagi Jack Chick. Sampai pada tahun 1980, Jack Chick mengungkapkan peranan Fred Carter dalam surat kabar yang diterbitkannya, Battle Cry. Kolaborasi mereka kemudian menghadirkan sebuah film yang kemudian dirilis pada tahun 2003 yang lalu, yang berjudul "The Light of the World". Film ini mengisahkan cerita Alkitab yang disajikan dengan goresan cat minyak Fred Carter.

MENGAPA TRAKTAT KOMIK?
Untuk menjangkau dunia, kita harus terlebih dahulu membuat dunia tertarik kepada apa yang akan kita sajikan. Dan gambar-gambar jelas lebih menarik minat dunia. Televisi, film, video, dan komik termasuk di dalamnya. Jack Chick memahami hal ini. Ia memilih menyajikan berita Injil melalui traktat-traktat komiknya. Sebab tua muda, siapa pun, tidak akan menolak komik.

Model traktat itu sendiri memang memiliki sejumlah kelebihan. Selain mudah dibawa ke mana-mana, tidak dibutuhkan pemahaman teologi apa pun untuk membagikannya. Cukup dengan menyodorkan traktat. Hal-hal seperti inilah yang menjadi kelebihan dari traktat-traktat komik Jack Chick.

INGIN MENJADI MISIONARIS
Meskipun memiliki hobi menggambar komik dan bisa dikatakan sukses di bidang tersebut, ternyata Jack Chick juga memiliki hasrat yang lain. Ia ingin sekali berbagian dalam pelayanan misi. Bahkan ia ingin menjadi seorang misionaris. Kerinduannya ini tampaknya muncul ketika ia masih berada dalam kesatuan militer, khususnya ketika berada di Papua Nugini.

Meskipun demikian, kerinduannya itu tidak bisa dipenuhi. Istrinya sangat berkeras agar ia tidak menjadi misionaris. Bibi dari istrinya adalah seorang misionaris di Afrika. Suatu ketika, salah seorang yang membawanya menyeberangi sungai di Afrika harus kehilangan sebelah kakinya. Hal inilah yang tampaknya membuat Lola tidak menghendaki suaminya menjadi misionaris.

Jack Chick akhirnya memang tidak menjadi misionaris. Namun, melalui talentanya, secara tidak langsung ia telah menjadi misionaris. Tuhan memang menetapkan Jack Chick untuk memuliakan nama-Nya melalui literatur-literatur yang ia kerjakan. Dan memang banyak misionaris yang memanfaatkan karya-karya Jack Chick dalam pelayanan mereka.

TERUS BERKARYA LEWAT CHICK PUBLICATIONS
Jack Chick terus berkarya. Selama sekitar empat puluh tahun, pekerjaan ini banyak bertumbuh; pertumbuhan yang jelas tidak terlepas dari campur tangan Tuhan. Selama itu, Jack Chick telah menulis dan menerbitkan ratusan traktat yang mengilustrasikan berita Injil. Traktat-traktat tersebut bahkan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia, termasuk dalam bahasa Indonesia.

Tuhan terus memakai traktat-traktat Jack Chick. Bahkan ketika Tuhan memanggil istrinya berpulang pada 10 Februari 1998. Goresan tangannya telah menjangkau orang banyak hingga generasi kedua dan ketiga.

Pelayanan yang ia mulai kini telah berkembang dengan begitu pesat. Saat ini, Chick Publications tidak hanya menerbitkan traktat-traktat komik saja. Komik-komik lain juga tersedia, seperti seri Crusaders, seri Alberto Rivera, King of Kings, dan The Big Betrayal. Chick Publications juga menerbitkan buku-buku dan merilis rekaman-rekaman dalam bentuk DVD maupun VCD.

 

Bahan bacaan

Chick Publications. 2007. "Biography of Jack Chick". Dalam  http://www.chick.com/.

Johnson, Gerald. 2002. "How to Use Tracts". Dalam http://www.tractministry.com/.

Wikipedia. 2007. "Jack Chick". Dalam http://en.wikipedia.org/.

 

Disusun oleh: R. S. Kurnia

Sumber: Bio-Kristi 8

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru