Misionaris

warning: Creating default object from empty value in /home/sabdaorg/public_sabda/biokristi/modules/taxonomy/taxonomy.pages.inc on line 33.

Rees Howells: Kemenangan Iman Seseorang Selama Krisis Global

"Saya ingin memahami bahwa pekerjaan Roh Kudus lebih kuat dibandingkan pekerjaan ibl

William Booth

William Booth lahir di Nottingham, Inggris, pada tanggal 10 April 1829. Saat berusia tiga belas tahun, ekonomi keluarganya betul-betul hancur berantakan, sehingga Booth yang semula mendapatkan pendidikan yang sangat berkualitas akhirnya harus meninggalkan bangku sekolah dan bekerja di rumah gadai. Di sana, ia melihat jurang yang begitu dalam antara yang kaya dan yang miskin. Hal ini membuat dia bertekad untuk memerbaiki nasib rakyat kecil yang tertindas. Baru setahun Booth bekerja, ayahnya meninggal dunia dan hal ini membuat jiwanya sangat terpukul. Akan tetapi, justru hal ini pula yang membuat ia mulai memikirkan kehidupan setelah kematian. Setelah dibimbing oleh salah seorang sepupunya yang cinta Tuhan, kerohaniannya semakin bertumbuh.

Helen Roseveare

Dokter Pemberani di Kongo, Misionaris (1925 -- sekarang)

Diringkas oleh: Berlin B.

John Gibson Paton: Misionaris untuk New Hebrides (Republik Vanuatu)

John Gibson Paton (1824-1907), misionaris untuk New Hebrides, lahir pada 24 Mei 1824 di Braehead, Kirkmahoe, Dumfriesshire (Scotlandia), merupakan anak sulung dari sebelas bersaudara (5 laki-laki dan

Samuel Zwemer


John Hyde


John Eliot: Rasul Orang Indian

Piagam dari Massachusetts Bay Company tahun 1628 menyatakan bahwa salah satu tujuan utama mendirikan koloni di New England adalah "untuk memenangkan penduduk asli negara untuk pengetahuan dan ketaatan pada satu-satunya Allah yang benar dan Juru Selamat umat manusia." Meterai koloni memiliki gambar seorang Indian dan kata-kata dari orang Makedonia kepada Paulus di Kisah Para Rasul 16:9 "Kemari dan Tolonglah kami", Namun, selama tahun-tahun awal dari koloni energi kaum Puritan dikhususkan untuk hanya bertahan di padang gurun Amerika dan membangun rumah mereka sendiri; hanya ada sedikit usaha untuk menginjili orang Indian di masa-masa awal itu.

Betty Olsen

Gambar: Betty Olsen

Meskipun banyak misionaris pergi ke Cina selama abad 19, hanya sedikit misionaris yang memfokuskan pelayanannya ke bagian Indo-Cina -- Vietnam, Laos, dan Kamboja. Baru ketika memasuki abad 20, para misionaris Kristen mulai menjalin persatuan untuk memantapkan pelayanan bersama ke negara-negara itu, dengan didukung oleh lembaga misi yang sudah cukup dikenal saat itu -- The Christian and Missionary Alliance. Pelayanan ini terus berlanjut sampai akhirnya para misionaris dipaksa keluar dari Vietnam pada tahun 1970-an.

Saksi Terakhir

Lima wanita perkasa: Dr. Ardel Vietti, Carolyn Griswold, Ruth Thompson, Ruth Wilting, dan Betty Olsen pergi ke Vietnam.