Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereTeolog / Teolog

Teolog


Karl Barth

Karl Barth adalah salah satu pakar teologi yang dikenal paling berpengaruh. Ia seringkali diakui sebagai pakar teologi Protestan terhebat pada abad ini. Kontribusi terbesar beliau adalah perubahan radikal dari arah teologi orientasi abad ke-19 ke arah pembaharuan pemahaman ortodoks yang menangani realitas kehidupan yang suram pada abad ke-20. Penolakannya terhadap teologi liberal menyebabkan tekanan pada eskatologi dan hal-hal gaib (supernatural) dalam kekristenan. Dia menolak segala perpaduan antara gereja dengan budaya, dan menekankan perlawanan radikal antara Tuhan dengan manusia.

Rick Warren

Rick Warren (lahir tahun 1954) adalah pendeta pendiri gereja Saddleback di Lake Forest, California. Ia dan istrinya, Kay, merintis gereja di rumah mereka pada bulan Januari 1980, mulai dengan satu keluarga.

Sasarannya ialah membangun sebuah jemaat yang besar dan kemudian sesudah berhasil membagikan pengetahuannya dengan para pemimpin gereja lainnya yang akan mereplikasinya ke manca negara dan budaya.

Francis Schaeffer Dan L`ABRI

MASA BELAJAR

Francis Schaeffer (1912 -- 1984) lahir di Philadelphia, Pennsylvania. Meskipun lahir dalam keluarga Kristen, namun ia tidak dididik secara Kristen. Francis Schaeffer memilih menghadiri gereja Presbiterian Liberal sebagai tempat ibadahnya. Pada masa sekolah menengah, ia pun menjadi seorang agnostik (orang yang berpandangan bahwa kebenaran tertinggi tidak dapat diketahui dan mungkin tidak akan dapat diketahui -- red.). Schaeffer banyak membaca buku filsafat dan membaca Alkitab. Karena itu, akhirnya ia percaya bahwa Alkitab adalah satu-satunya jawaban yang memadai bagi pertanyaan-pertanyaan dasar dalam hidupnya.

Mary Baker Eddy

Christian Science merupakan salah satu aliran kekristenan yang dianggap sebagai bidah. Kebidahan mereka dapat dengan jelas kita lihat dari keyakinan mereka bahwa orang dapat menerima keselamatan setelah mampu menganggap bahwa segala penyakit, penderitaan, dan kematian adalah semu dan khayalan belaka. Selain itu, penganut ajaran ini juga menyamakan buku-buku karangan pendirinya, Marry Baker Eddy, dengan Alkitab.

Vengal Chakkarai

Vengal Chakkarai adalah salah seorang teolog yang cukup terkenal dari India. Ia dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga yang beragama Hindu.

Charles G. Finney

Charles G. Finney adalah tokoh pemimpin kebangunan rohani gelombang kedua di Amerika Serikat sekitar tahun 1800. Lahir di New England pada tahun 1792 dalam keluarga Kristen Presbiterian. Tahun 1818, dia mempelajari hukum di sebuah biro hukum di Adams, New York, dan diterima sebagai pengacara negara. Sambil belajar hukum, selama berada di Adams, Finney juga menghadiri ibadah di Gereja Presbiterian. Khotbah yang disampaikan George W. Gale, pendeta gereja itu, menarik perhatian Finney. Dia juga tertarik mempelajari Alkitab karena menemui banyak acuan ke Alkitab dalam buku-buku hukum yang dia pelajari, ditambah lagi diskusi-diskusi yang sering dia lakukan dengan Pendeta Gale. Hal itu membawa Finney untuk menerima Kristus sebagai Juru Selamatnya pada tahun 1821, setelah sebelumnya mengalami pergumulan rohani yang panjang untuk mengakui bahwa Alkitab adalah benar-benar firman Allah. Finney berkata, "Aku telah dibayar Tuhan Yesus Kristus untuk membela perkara-Nya."

Thomas Aquinas

Aquinas merupakan teolog skolastik yang terbesar. Ia adalah murid Albertus Magnus. Albertus mengajarkan kepadanya filsafat Aristoteles sehingga ia sangat mahir dalam filsafat itu. Pandangan-pandangan filsafat Aristoteles diselaraskannya dengan pandangan-pandangan Alkitab. Ialah yang sangat berhasil menyelaraskan keduanya sehingga filsafat Aristoteles tidak menjadi unsur yang berbahaya bagi iman Kristen. Pada tahun 1879, ajaran-ajarannya dijadikan sebagai ajaran yang sah dalam Gereja Katolik Roma oleh Paus Leo XIII.

Thomas dilahirkan di Roccasecca, dekat Aquino, Italia, tahun 1225. Ayahnya ialah Pangeran Landulf dari Aquino. Orang tuanya adalah orang Kristen Katolik yang saleh. Itulah sebabnya anaknya, Thomas, pada umur lima tahun diserahkan ke biara Benedictus di Monte Cassino untuk dibina agar kelak menjadi seorang biarawan. Setelah sepuluh tahun Thomas berada di Monte Cassino, ia dipindahkan ke Napels untuk menyelesaikan pendidikan bahasanya. Selama di sana, ia mulai tertarik kepada pekerjaan kerasulan gereja, dan ia berusaha untuk pindah ke Ordo Dominikan, suatu ordo yang sangat berperanan pada abad itu. Keinginannya tidak direstui oleh orang tuanya sehingga ia harus tinggal di Roccasecca setahun lebih lamanya. Namun, tekadnya sudah bulat sehingga orang tuanya menyerah kepada keinginan anaknya. Pada tahun 1245, Thomas resmi menjadi anggota Ordo Dominikan.

Jonathan Edwards

Jonathan Edwards (5 Oktober 1703 -– 22 Maret 1758) adalah seorang pendeta kolonial American Congregational (Jemaat Amerika), teolog, dan misionaris untuk penduduk asli Amerika. Edwards, dikenal luas sebagai seorang teolog Amerika yang terpenting dan memiliki filosofi yang murni. Ia dikenal sebagai salah satu teolog dan tokoh kebangunan Amerika yang terhebat dan terbesar. Ruang lingkup karyanya mencakup area yang sangat luas, meskipun ia sering dikaitkan sebagai pendukung teologi Calvinis, metafisika teologi determinisme, dan warisan Puritan. Khotbahnya yang menyala-nyala, "Sinners in the hands of an angry God," menekankan murka Allah atas dosa dan mempertentangkannya dengan anugerah keselamatan Allah; intensitas khotbahnya terkadang mengakibatkan beberapa pendengarnya lemas, pingsan, dan reaksi-reaksi menonjol lainnya. Hal-hal tersebut membuatnya terjebak pada kontroversi "efek tubuh" akan hadirnya Roh Kudus.

MASA MUDA

Jonathan Edwards (5 Oktober 1703 -– 22 Maret 1758) adalah seorang pendeta kolonial American Congregational (Jemaat Amerika), teolog, dan misionaris untuk penduduk asli Amerika. Edwards, dikenal luas sebagai seorang teolog Amerika yang terpenting dan memiliki filosofi yang murni. Ia dikenal sebagai salah satu teolog dan tokoh kebangunan Amerika yang terhebat dan terbesar. Ruang lingkup karyanya mencakup area yang sangat luas, meskipun ia sering dikaitkan sebagai pendukung teologi Calvinis, metafisika teologi determinisme, dan warisan Puritan. Khotbahnya yang menyala-nyala, "Sinners in the hands of an angry God," menekankan murka Allah atas dosa dan mempertentangkannya dengan anugerah keselamatan Allah; intensitas khotbahnya terkadang mengakibatkan beberapa pendengarnya lemas, pingsan, dan reaksi-reaksi menonjol lainnya. Hal-hal tersebut membuatnya terjebak pada kontroversi "efek tubuh" akan hadirnya Roh Kudus.

MASA MUDA

Abraham Kuyper

Abraham Kuyper lahir di perkampungan nelayan di Maassluis, Belanda pada tanggal 29 Oktober 1837. Ayahnya, J.F. Kuyper, yang adalah pendeta Hervormde Kerk, bukanlah seorang penganut liberal modernis maupun Reformed ortodoks.

Tertullianus

Ditulis oleh: Raka Sukma Kurnia

BAHASA LATIN SEBAGAI LINGUA FRANCA

Istilah lingua franca mengacu kepada bahasa pengantar yang sifatnya universal sehingga orang-orang dari berbagai latar belakang bangsa dan bahasa dapat memahami satu dengan lainnya. Kalau bahasa Melayu menjadi lingua franca di wilayah Asia Tenggara, khususnya perairan Indonesia kala itu, di daratan Eropa hingga ke Afrika bahasa Latinlah yang menjadi lingua franca.

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru