Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereBio-Kristi No. 173 Juni 2017 / Kontradiksi dalam Pandangan Pierre Teilhard De Chardin Terkait dengan Evolusi

Kontradiksi dalam Pandangan Pierre Teilhard De Chardin Terkait dengan Evolusi


Dirangkum oleh: N. Risanti


Gambar: Buku karya Pierre Teilhard de Chardin
Buku Karya Pierre Teilhard de Chardin

Pierre Teilhard de Chardin pernah dipandang oleh Vatikan sebagai ancaman terhadap integritas iman terkait dengan berbagai pandangan dan tulisannya yang mengintegrasikan iman dengan ilmu pengetahuan. Tulisannya mengenai agama dilarang untuk diterbitkan, dan ia dilarang untuk mengajar bahkan untuk berbicara di depan umum mengenai subjek agama. Pandangannya mengenai dosa asal (original sin) menjadi penyebab mengapa tulisannya mengalami banyak sensor dari pihak gereja. Teilhard sendiri memang amat tertarik pada hubungan antara kekristenan dan pemikiran evolusi sehingga ia mencoba untuk merefleksikan evolusi makhluk hidup, khususnya manusia, dari sisi iman Katolik. Akan tetapi, ia memberi tempat terlalu besar pada pandangannya tentang evolusi sehingga unsur Kristen menjadi minimal. Walaupun demikian, Chardin sendiri melihat pemikirannya sebagai percobaan, dan dimaksudkan untuk memperluas pandangan, bukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan secara tuntas.

Berbeda dengan Darwin yang menitikberatkan pada unsur fisik dan materi dalam pembahasan teori evolusinya, pemikiran evolusi Teilhard melangkah lebih jauh sampai pada tataran rohani. Dalam karyanya The Phenomenon of Man, ia mengungkapkan pemikirannya mengenai evolusi kesadaran dan rohani yang akan berujung pada titik Omega, tempat kesadaran manusia akan mencapai titik maksimumnya. Di akhir bukunya, Teilhard mengungkapkan pandangannya tentang fenomena Kristus dalam segala sesuatu, sebab Kristus merupakan pusat dari segala ciptaan yang memberi hidup kepada seluruh ciptaan di alam semesta ini. Satu sikap yang perlu menjadi teladan dari diri Pierre Teilhard de Chardin adalah bahwa ia taat kepada kebijakan ordo Yesuit yang menjadi ordo dasar pelayanannya sebagai imam. Pada tahun 1925, Teilhard diperintahkan oleh Pemimpin Umum Ordo Yesuit, Wlodimir Ledochowski, untuk meninggalkan posisi mengajarnya di Perancis, dan menandatangani pernyataan untuk menarik pernyataan kontroversialnya mengenai doktrin dosa asal. Dibanding meninggalkan ordo Yesuitnya, Teilhard pun menandatangani pernyataan itu dan berangkat ke Tiongkok. Jauh sesudah kematiannya, pemikiran Pierre Teilhard de Chardin mendapat pujian dari Paus Yohanes Paulus II dan Paus Benedict XVI yang merupakan teolog-teolog besar gereja Katolik Roma.

Download Audio

Sumber referensi:
1. Henderson, Charles P. "Pierre Teilhard de Chardin. Toward a Science Charged with Faith". Dalam http://www.godweb.org/chardin.htm

2. Marwanto, Rosid. "Teologi Pierre Teilhard de Chardin." Dalam http://rosidmarwanto.blogspot.co.id/2013/05/teologi-pierre-teilhard-de-chardin.html

3. Wikipedia contributors. "Pierre Teilhard de Chardin." Wikipedia. Dalam https://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Pierre_Teilhard_de_Chardin&oldid=778672075. Diakses pada 8 Mei 2017.

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru