Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereTokoh Wanita dalam Alkitab / Lidia

Lidia


Lidia

Eropa dijangkau untuk Tuhan. Banyak orang kembali pada Allah. Banyak mukjizat diadakan. Paulus seorang yang peka pada suara Tuhan. Akan tetapi, tahukah Anda, ada seorang wanita yang sangat berperan yang merupakan buah pertama penginjilan dan sebagai batu pijakan untuk memenangkan daerah-daerah yang lain? Siapakah wanita itu?

Dia adalah Lidia, seorang yang sangat mengasihi Yesus. Apakah Anda seorang yang mengasihi Yesus? Buktinya apa kalau Anda mengasihi Dia? Tindakan apa yang sudah Anda lakukan? Apakah Anda seorang yang terbuka kepada firman dan bersedia untuk merubah kehidupan Anda? Kita akan menyoroti seorang wanita yang menjadi buah sulung penginjilan Paulus pada misi kedua, yaitu terobosan ke Eropa, daerah yang baru, yaitu Filipi.

"Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi ... kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang berkumpul di situ. Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memerhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus... ." (Kisah Para Rasul 16:13-15)

Filipi adalah kota yang penting, terletak di jalan raya bagian utara yang menghubungkan barat dan timur. Terkenal dengan tambang emasnya. [2] Filipi adalah jemaat pertama yang dibangun oleh Paulus di Eropa. Jemaat ini didirikan kurang lebih pada tahun 51 pada permulaan perjalanan penginjilan Paulus kedua. Kota Filipi adalah kota yang besar dan ramai di Makedonia. Filipi menjadi kota yang makmur dan kaya, sehingga banyak orang berjualan barang mewah di sana, seperti kain ungu yang mahal harganya.

Filipi adalah pintu gerbang bagi Paulus dalam memenuhi panggilannya setelah dalam suatu penglihatan malam, ia melihat seorang Makedonia berdiri dan berseru padanya, "Menyeberanglah kemari dan tolonglah kami!" Orang pertama yang bertobat menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat di kota benua Eropa ini adalah Lidia. Lidia adalah wanita yang meresponi pemberitaan Paulus. Lalu apa yang dapat kita pelajari dari sosok Lidia?

  1. Lidia adalah seorang yang beribadah kepada Allah.
  2. Strategi yang digunakan Paulus adalah menggunakan rumah ibadat Yahudi sebagai batu pijakan dalam menjangkau kota-kota besar sebagai basis penginjilannya. Rumah ibadat Yahudi atau Sinagoge biasanya terletak di tepi sungai. Apa ciri seorang yang beribadah kepada Allah? Salah satu cirinya adalah rindu untuk beribadah kepada Tuhan. Lidia punya toko yang menjual kain ungu yang banyak dicari di kota itu. Tentunya tokonya sangat laris dan ia adalah orang yang super sibuk, tetapi di manakah ia kita jumpai pada hari Sabat yang merupakan hari ibadahnya? Dia ada di dalam rumah ibadah Yahudi. Pertanyaannya, di manakah Anda pada hari Minggu? Di manakah posisi Anda pada jam-jam ibadah?

    Pada zaman purba di Roma banyak dibangun kuburan di bawah tanah yang disebut Katakombe. Mereka menguburkan si mati di Katakombe sebab mereka beranggapan bahwa penguburan di tempat tersebut akan membahagiakan si mati. Selain berfungsi sebagai penguburan, Katakombe dapat berfungsi sebagai tempat persembunyian waktu terjadi peperangan. Pada abad mula-mula Katakombe ini berfungsi sebagai tempat persembunyian bagi orang Kristen yang pada waktu itu mengalami penganiayaan. Di sanalah mereka bersekutu, beribadah, dan menyembah Yesus Kristus Tuhan.

    Mereka memunyai kode-kode rahasia dari sesama teman yang seiman. Gambar rahasia yang sering dipakai oleh mereka adalah gambar ikan. Ikan dalam bahasa Yunaninya adalah "Ichthus", menurut mereka itu adalah suatu singkatan dari kata Yunani: I (Iesous berarti Yesus), ch (Christos berarti Kristus), th (Theou berarti Allah), u (Huios berarti Putera), s (Soter berarti Penyelamat). Arti keseluruhan perkataan itu adalah Yesus Kristus Putra Allah Juru Selamat. Bagi orang Kristen mula-mula, berani bersekutu beribadat menyembah Yesus Kristus Tuhan berarti akan mengalami penganiayaan kalau sampai ketahuan oleh pemerintah Romawi. Namun, begitu tak putus-putusnya mereka selalu bersekutu dengan Tuhannya dan dengan sesamanya sekalipun di dalam katakombe itu (catacombe = ruang bawah tanah). [3]

    Bagaimanakah dengan keadaan orang Kristen saat ini? Mereka dalam keadaan yang baik dan aman untuk bersekutu menyembah Tuhan Yesus, namun di manakah kita pada jam-jam ibadah kita?

    Lidia menomorsatukan dan mengutamakan Tuhan lebih dari pada yang lain. Orang yang beribadah tidak akan melupakan jam-jam ibadahnya, baik ibadah pribadinya maupun jam-jam ibadah yang dilakukan gereja di mana ia bernaung. Lidia memunyai jam-jam yang dikhususkan untuk beribadah dan bersyukur pada Tuhan.

    Ada seorang mahasiswa sekolah Alkitab yang tinggal di asrama. Mulai pagi hari pukul 05.00 sudah ada ibadah pagi, siang dan juga doa malam, ini sudah menjadi rutinitas. Sekali waktu ia bertanya kepada dosen yang mengajar. "Pak apakah doa pagi, ibadah siang, dan doa malam itu hak atau kewajiban?" Pikir mahasiswa ini, kalau dijawab kewajiban berarti ini adalah pemaksaan dan harus dilakukan. Kalau dijawab hak, ia dapat dengan sesuka hati melakukannya. Akan tetapi, jawaban dosen itu cukup mengejutkannya. Dosen itu mengatakan bukan hak dan kewajiban, tetapi suatu kebutuhan. Tentu dengan jawaban ini kita akan memerhatikannya dan tidak main-main dengan jam-jam ibadah kita. Firman Tuhan dengan jelas mengatakan, "Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita." (Ibrani 10:25)

    Lidia tidak hanya beribadah saja, tetapi hatinya selalu terbuka terhadap firman Tuhan. Bukti, ialah satu-satunya yang menanggapi firman Tuhan yang disampaikan Paulus. Pertanyaannya, apakah hatimu terbuka terhadap firman Tuhan? Orang yang terbuka akan memberi respons yang positif terhadap semua firman yang disampaikan, apakah firman itu menghibur, menasihati, menegur, mendidik, menguatkan, membangkitkan, dan mengoreksi; sehingga firman itu mengubah hidupnya, karena ia melihat firman Tuhan itu seperti cermin. Lidia bahkan merespons positif firman Tuhan dan ia diteguhkan imannya dan berbuah. Masih ingatkah kita sikap murid-murid setelah hari Pentakosta, ketika orang-orang Yahudi bertanya pada Petrus, apa yang harus mereka lakukan. Petrus mengatakan, bertobatlah, biarkan dirimu dibaptis air dan kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Yesus juga memberi Amanat Agung untuk pergi dan menjadikan seluruh bangsa murid-Nya dan dibaptis.

    Baptisan tidak menyelamatkan, tetapi yang menyelamatkan adalah Tuhan Yesus Kristus sendiri. Tetapi baptisan adalah sangat penting, karena itu adalah perintah Tuhan Yesus untuk dilakukan setelah kita percaya Tuhan.

    Lidia memberi respons positif, ia minta dibaptis, bahkan bukan hanya dia saja tetapi beserta seluruh anggota keluarganya. Sebab itu, seorang yang dibaptis harus merenungkan ini. Mengapa saya harus dibaptis? Siapakah yang perlu dibaptis? Kapan saya harus dibaptis? Di manakah saya akan dibaptis?

    Lidia membawa seluruh anggota keluarganya untuk percaya kepada Yesus dan dibaptis. Bagaimana dengan Anda dan keluarga Anda? Rindukah kita membawa keluarga kita kepada Tuhan?

  3. Lidia sangat mengasihi Tuhan.
  4. Seorang yang mencintai Tuhan, tidak hanya kenal Tuhan lama, baru cinta Tuhan sungguh-sungguh. Tidak! Lidia sangat mencintai Tuhan, sebagai tandanya betapa cintanya pada Tuhan diwujudkan dengan tindakan terhadap hamba-hamba Tuhan yang dikirim padanya, bahkan Lidia "mendesak" Paulus agar rumahnya digunakan untuk menjadi tempat ibadah.

    Ada seorang Pengkhotbah pernah mengatakan ada 3 kunci kebangunan rohani yaitu buka rumahmu, buka kulkasmu, dan buka dompetmu. Tahukah Anda bahwa Tuhan mau juga bergerak di rumah-rumah, tangan kuasa Tuhan Yesus juga mau menjangkau di rumah-rumah. Tangan tak tampak itu mau menjamah dan memulihkan keluarga-keluarga. Lidia membuka rumahnya, ia memberi tumpangan kepada Paulus dan Silas.

    Lidia membiarkan harta miliknya itu untuk dipakai bagi pekerjaan Tuhan. Bagaimana dengan Anda?

    Ada cerita tentang seorang perempuan muda Afrika yang diselamatkan dari kehidupan yang penuh dosa dan perbudakan. Suatu hari, dia datang ke rumah Tuhan untuk memberikan persembahan sebagai ucapan syukur! Wanita Afrika itu sangat miskin. Paling-paling ia hanya bisa memberikan sejumlah kecil sayur-sayuran atau seikat bunga untuk menunjukkan kasih mereka kepada Tuhan.

    Akan tetapi, petobat baru itu menyerahkan sekeping uang logam perak senilai 1 dolar Amerika. Misionaris itu sangat terkejut. Pertama-tama dia menolak menerima persembahan itu, tetapi akhirnya menerima persembahan itu. Pada akhir kebaktian, misionaris ini bertanya kepada gadis itu, "Dari mana engkau memperoleh uang ini?" Dengan tersenyum gadis itu menjawab, "Saya pergi ke pemilik perkebunan dan menjual diri saya sendiri sebagai budak selama hidup saya untuk memperoleh uang logam itu. Saya ingin mempersembahkan persembahan itu kepada Yesus sebagai persembahan yang menyenangkan hati-Nya." Wanita itu mempersembahkan seluruh hidupnya dalam sekali persembahan ke kaki Tuhan! [4]

    Apakah bukti seseorang memiliki kasih yang hangat dan menyala-nyala? Ia tidak segan-segan memberi, ia akan berusaha menyenangkan seseorang yang ia kasihi, apalagi yang ia kasihi itu adalah Tuhan sendiri.

    Bertahun-tahun yang lalu seorang pemuda berumur 16 tahun meninggalkan rumahnya untuk mengadu nasib di kota lain. Seorang Kapten kapal berkata kepada pemuda itu, "Berhati-hatilah. Mulailah pekerjaanmu dengan baik, maka kamu akan berhasil." Pemuda itu berkata, bahwa satu-satunya bakat yang dimiliki ialah membuat sabun. Kapten kapal berkata, "Sebentar lagi di kota New York akan ada seorang pembuat sabun yang sukses, dan itu adalah kamu! Jadilah seorang pemuda yang baik; berilah hatimu kepada Yesus; berikan kepada Allah apa yang menjadi milik-Nya. Buatlah sabun dengan jujur. Berilah dengan berlimpah kepada Allah. Allah akan memberkatimu, dan akan datang saatnya kamu akan menjadi seorang yang kaya!"

    Pemuda itu tiba di kota New York. Ia ingat kepada kata-kata Kapten itu. Ia menjadi seorang Kristen, dan menggabungkan diri dengan sebuah gereja. Dolar pertama yang ia hasilkan, sepersepuluhnya diberikan kepada Tuhan. Sejak itu tiap dolar yang ia hasilkan sepuluh sen diberikannya kepada Tuhan. Ia bekerja aktif dalam perusahaan sabun, ia membuat sabun dengan jujur. Ia tidak pernah lupa untuk menghormati Tuhan. Dengan ajaib Allah memberkati pemuda itu. Ia berhasil dan menjadi seorang kaya. Lalu ia memberikan 20 persen kepada Tuhan, dan akhirnya ia memberikan 90 persen dari hasilnya kepada Tuhan. Siapakah dia? Dia adalah William Colgate. [5]

    Apakah Anda seorang yang murah hati? Apakah memberi sudah menjadi gaya hidup Anda?

    Sadarkah kita bahwa di sekitar kita ada Lidia-Lidia yang apabila disentuh sedikit oleh kasih Allah akan tergerak dan mendukung pekerjaan Tuhan dengan kekayaan mereka?

  5. Lidia adalah seorang murid yang berani menanggung risiko.
  6. Pekerjaan Tuhan makin luas, bahkan rumah Lidia jadi tempat pijakan Injil diberitakan. Tempat yang baru, orang-orang yang baru, suasana yang baru, tidak menyebabkan Paulus dan Silas asing, tetapi mereka bergerak mengelilingi dan menjangkau daerah itu. Apakah Anda di daerah asing? Apakah Anda melihat pintu yang tertutup atau pintu yang terbuka bagi Injil? Apakah Anda melihat bahaya atau kesempatan?

    Paulus selalu melihat kesempatan untuk memberitakan Injil. Ada seorang yang punya roh tenung, yang mengikuti Paulus dan Silas, tetapi Paulus tidak tahan dan menyuruh roh tenung keluar dari perempuan itu, karena kalau dibiarkan orang lain akan beranggapan bahwa orang yang memunyai roh tenung itu adalah sahabat Paulus. Paulus dan Silas akhirnya ditangkap dan dimasukkan penjara. Apakah tanggapan kita kalau seseorang yang sungguh-sungguh kemudian masuk penjara? Apakah kita beranggapan bahwa itu adalah kegagalan atau Tuhan menghendaki melalui penjara itulah Tuhan membuka jalan, sehingga kepala penjara dan keluarganya berbalik kepada Allah dan dibaptis. Kita sering tidak tahu jalan-jalan Tuhan. Sering kali kita berpikir Allah akan melakukan hal-hal yang indah saja dalam kehidupan kita. Ternyata Allah mengizinkan kita melalui jalan yang mungkin berbatu-batu, jalan yang sulit dan penuh tantangan, tetapi di situlah Allah tidak meninggalkan kita tetapi menyatakan kuasa-Nya. Jangan putus asa dan tawar hati kalau waktu itu datang padamu, tetap memercayai Allah dan tidak mereka-reka yang jelek.

    Paulus dan Silas dimasukkan dalam penjara, tetapi Tuhan melepaskan dengan ajaib, ketika mereka dilepaskan, mereka menuju ke rumahnya Lidia (Kisah Para Rasul 16:40). Apakah ini tidak mengandung risiko bagi Lidia? Paling tidak ada dua tanggapan yang bisa kita berikan, tanggapan negatif, "Aduh hal ini bisa memengaruhi usaha dan keluarga dan diri pribadi Lidia, janganlah menerima orang-orang yang sedang bersentuhan dengan hukum." Tanggapan positif, "Lidia dapat melihat bahwa rasul Paulus dan Silas tidak bersalah, jadi dia tidak takut menghadapi omongan orang, tetapi ia menyambut kedua rasul dengan tangan terbuka. Lidia tahu kalau ia memerhatikan kedua hamba Tuhan itu, sama seperti ia melakukan untuk Yesus." Bagaimana dengan Anda? Apakah kita berani menghadapi risiko? Ketika Lidia membiarkan Paulus dan Silas masuk ke rumahnya, tentunya itu akan membawa dampak yang besar, akan terjadi perubahan yang besar. Perubahan pasti berisiko.

    Apakah Anda takut akan perubahan? Beranikah Anda merubah keadaan, karier, status, pilihan, atau cita-cita Anda? Sadarilah bahwa perubahan cepat atau lambat pasti terjadi dalam hidup seseorang. Jika perubahan terjadi hadapilah dengan tabah dan penuh semangat. Tidak perlu khawatir terhadap perubahan, tetapi hadapilah.

    Dalam "Businnes at the speed of thought", Bill Gate menguraikan bahwa bisnis tahun 2000-an akan berbicara mengenai masalah kecepatan, mulai dari kecepatan perubahan, gaya hidup, dan perilaku karena kemampuan mengakses informasi. Perubahan kualitas dan proses bisnis akan menjadi sangat cepat, dan dunia digital akan merubah gaya hidup Anda. Dan hal itu sudah dan sementara terjadi. Kita tidak harus menutup mata atau takut terhadap perubahan, tetapi kita harus menghadapinya. Terlalu banyak orang takut akan kegagalan, selalu berusaha berada pada keadaan di mana mereka menikmatinya dan terus menolak perubahan. Padahal selalu ada kebaikan dalam suatu perubahan. [6]

Alami dan rasakan hubungan yang baru dengan Yesus dan ia membawa Anda cinta pada Allahmu.

Catatan:
[1] Marilyn Hickey, Break the Generation Curse, Colorado: Marilyn Hickey ministries, 1988, hlm. vi-vii
[2] Henry H. Halley, Penuntun Ke Dalam Perjanjian Baru, Surabaya: YAKIN, hlm. 235
[3] Wt. Soekahar, M.Min. M.Th, 110 Ilustrasi Khotbah, Malang: Gandum Mas, 2002, hlm. 94-95
[4] Xavier Quentin Pranata, 100 Kisah yang Menggugah Hati Anda, Yogyakarta: Yayasan Andi, 1999, hlm. 139-140
[5] Timotius Adi Tan, Drs., Secangkir Sup Bagi Jiwa Anda 2, Jakarta: Yayasan Media Buana Indonesia, 1999, hlm. 214
[6] Samuel H. Tirtamihardja, Bermimpi Satu Menit, Jakarta: Yaski, tt, hlm. 19

Diambil dari:

Judul buku : Menjadi Andal: "Orang-orang Kecil" di Balik "Orang-orang Besar"
Judul artikel : Lydia
Penulis : Yohanes Heryjanto
Penerbit : Penerbit Andi, Yogyakarta 2005
Halaman : 30 -- 40

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru