Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereBapak Oseanografi dan Hidrografi / Matthew Fontaine Maury

Matthew Fontaine Maury


Ditulis oleh: Berlin B.

Tersesat sepertinya menjadi suatu pengalaman yang pernah dialami oleh hampir setiap orang. Mungkin pengalaman ini lebih sering dialami oleh mereka yang suka berpetualangan ke gunung dan hutan, ataupun menjelajah ke tempat-tempat baru. Kenyataannya, tersesat tidak hanya terjadi di tempat-tempat yang luas dan tanpa penunjuk jalan seperti di hutan atau di kota-kota baru yang dikunjungi. Di sebuah mal saja, kita bisa tersesat dan kesulitan mencari jalan keluar.

Contoh kecil ini bisa membuat kita membayangkan bagaimana dunia yang luas ini sangat membutuhkan petunjuk sehingga orang-orang tidak mudah tersesat. Kita tahu bahwa dua per tiga dari bumi kita ini terdiri atas air, atau lautan. Kita patut bersyukur bahwa di dunia modern sekarang ini, teknologi sudah sangat membantu kita untuk tidak tersesat, terutama saat berada di lautan. Jika pernah bepergian menggunakan kapal, kita kadang dapat melihat laut yang begitu luas sehingga saujana hanya air biru yang dalam. Pernahkah Anda bertanya pada diri sendiri bagaimana kapal yang Anda tumpangi dapat mengarah ke tujuan yang Anda tuju dengan tidak tersesat, sementara di laut tidak ada penunjuk jalan? Tentu ada peran teknologi kelautan di belakangnya.

Matthew Fontaine Maury adalah perintis oseanografi modern yang sangat berjasa bagi dunia ilmu pengetahuan. Ia juga dikenal sebagai penemu "jalur laut". Ia sangat terpesona pada laut, tetapi heran saat mengetahui betapa sedikitnya informasi yang ada tentang navigasi. Saat itu, kapal-kapal sering kali memasuki garis lintang bumi yang membuat kapal terhenti. Di tempat seperti itu, mereka benar-benar tidak mendapatkan angin selama berminggu-minggu sehingga kapal tidak akan berdaya untuk bergerak dari situ. Sebenarnya, para pelaut sudah mengetahui adanya arus laut sejak dahulu. Namun, belum pernah ada yang menyelidikinya secara sistematis sehingga dapat memanfaatkannya seperti yang dilakukan Maury. Saat ini, banyak orang telah menikmati kerja keras Maury dalam bidang ini. Sayangnya, banyak orang masih belum tahu bahwa Maury adalah seorang Kristen yang berkomitmen dan seorang yang memegang teguh Alkitab sebagai sumber ilmu pengetahuan. Ia gemar membaca Alkitab dan tidak meragukan keakuratan Alkitab. Dan, temuan-temuannya di dunia kelautan merupakan pengejawantahan prinsip-prinsip yang ia baca dari Alkitab.

Maury lahir di Fredericksburg, Virginia, Amerika Serikat, pada 14 January 1806, di sebuah keluarga petani. Ia dikenal sebagai bapak Oseanografi modern yang menjadikan Amerika sebagai lokomotif maritim pada abad ke-19. Meski lahir di Amerika, Maury adalah keturunan Huguenot -- kaum Protestan Perancis yang melarikan diri ke Amerika karena penganiayaan keagamaan di negerinya. Latar belakang inilah yang membuat orang tuanya mengajar Maury untuk memercayai Alkitab sebagai firman Tuhan dan untuk hidup sesuai dengan ajarannya.

Mengikuti jejak kakaknya, seorang perwira angkatan laut, Maury masuk Angkatan Laut sebagai perwira magang pada tahun 1825. Dari tahun ini hingga tahun 1834, Maury melakukan tiga pelayaran terbesarnya, yaitu ke Eropa, ke seluruh dunia, dan ke pantai Pasifik Amerika Selatan. Pengalaman ini ia ceritakan dalam buku pertamanya, "Navigation After a Voyage Around the World", pada tahun 1830. Saat masih menjadi taruna AL, Maury pernah dikeluarkan dari pelatihan karena dinilai gagal oleh instrukturnya. Maury tidak dapat lagi mengikuti pelatihan formal perwira AL, tetapi ia tidak menyerah. Maury memanfaatkan perpustakaan kapal untuk mempelajari navigasi laut dan keterampilan lain karena saat itu pelatihan perwira AL diadakan di atas kepal. Akhirnya, Maury lulus sebagai seorang taruna AL pada tahun 1831.

Dari tahun 1834 hingga 1841, Maury menerbitkan banyak karya tentang navigasi laut dan rincian perjalanan laut, termasuk buku keduanya, "A New Theoretical and Practical Treaty on Navigation". Pada tahun 1839, sebuah kecelakaan membuat kaki kanannya lumpuh total sehingga tidak memungkinkan dia untuk bertugas di lautan lagi. Peristiwa ini sangat memukul hatinya, tetapi sekali lagi, ia menunjukkan dirinya adalah orang yang tidak mudah menyerah. Ia menyadari ada lebih banyak waktu yang ia dapatkan dari hal itu dan harus digunakan sebaik mungkin. Sementara menantikan kesembuhan kakinya, Maury memberikan gagasan reformasi di badan Angkatan Laut, seperti menggeser para perwira yang tidak efesien dan mendirikan Akademi AL dengan kurikulum terpadu untuk mendidik para taruna sebagaimana mestinya. Tiga tahun setelah kecelakaan itu, Maury ditunjuk sebagai inspektur atas the US Naval Observatory di Washington D.C. dan atas The US Depot of Charts and Instruments (Stasiun Peta dan Peralatan Amerika Serikat).

Posisi ini membuatnya memiliki akses ke buku-buku catatan dan peta kelautan dari seluruh dunia, yang mendorongnya untuk memulai sebuah studi ilmiah dan pengumpulan data tentang angin dan arus. Ia banyak menerbitkan penelitian tentang oseanografi dan meteorologi, juga peta dan arah berlayar. Tahun 1847, ia menerbitkan "Wind and Current Charts of the North America" dan tahun 1851, "Explanations and Sailing Directions to Accompany the Wind and Current Charts". Kedua buku ini memberikan petunjuk yang sangat baik bagi para pelaut sehingga mereka kemudian berlayar di perairan Amerika Utara. Buku ini diterbitkan beberapa kali dengan beberapa perbaikan. Pada musim gugur 1853, nama dan karya-karya Maury sudah dikenal di dunia internasional. Maury ditunjuk untuk mewakili Amerika dalam sebuah Kongres Internasional di Brussels. Dari kongres inilah, sistem pencatatan Maury tentang data oseanografi untuk kapal Angkatan Laut dan kapal dagang diterapkan di seluruh dunia. Pada tahun 1855, ia menerbitkan "The Physical Geography of the Sea and Its Meteorology", yang sekarang dijadikan sebagai buku oseanografi modern pertama.

Inspirasi Alkitab dalam Temuan-Temuan Matthew Maury

Sebagai keturunan Huguenot, tak diragukan bahwa Matthew Maury memiliki fondasi iman Kristen yang kuat. Sejak mengalami kecelakaan yang membuat kakinya patah, Maury telah mendedikasikan hampir seluruh sisa hidupnya untuk mempelajari angin, awan, cuaca, kelautan, dan juga mempelajari Alkitab. Saat mempelajari Alkitab, sebuah ayat dalam Mazmur 8 menyentak pikirannya, "... dan apa yang melintasi arus lautan ...." Maury berpendapat bahwa jika firman Tuhan mengatakan ada "arus" di laut, itu pasti benar-benar ada. Maka, ia berusaha menemukannya.

Ia mempelajari catatan-catatan rute perjalanan kapal-kapal zaman dahulu dan membuat grafik tentang angin dan arus laut dari kumpulan catatan tersebut. Untuk mempelajari kecepatan dan arah arus laut, Maury menggunakan apa yang disebut "botol gantung". Sebuah botol yang diberi pemberat di dalamnya sehingga bisa melayang sedikit di bawah permukaan air. Tujuannya adalah supaya pergerakan botol ini tidak dipengaruhi angin, tetapi hanya karena arus laut. Sebuah petunjuk juga dimasukkan ke dalam botol tersebut, yang mengarahkan setiap orang yang menemukan botol itu di pantai untuk mengembalikannya kepada Maury. Dari lokasi dan tanggal botol itu ditemukan, Maury dapat mengembangkan grafiknya tentang arus laut, yang nantinya sangat bermanfaat dalam ilmu pengetahuan di bidang navigasi kelautan.

Dalam bukunya "The Physical Geography of the Sea and Its Meteorology", Maury memaparkan oseanografi dengan sangat menarik dari sudut pandang Kristen. Dalam menjelaskan tentang meteorologi dan beberapa bidang ilmu pengetahuan lain, Maury mengutip firman Tuhan dalam Ayub 28:25, yang menjelaskan tentang adanya tekanan udara, yang dalam Ayub disebut "kekuatan angin". Ia menjelaskan ayat tersebut dengan caranya berikut ini:

"Meskipun fakta bahwa udara memiliki tekanan diberitahukan di sini (dalam kitab Ayub), para filsuf tidak pernah menyadarinya sampai mungkin akhir-akhir ini. Kemudian, fakta itu mereka nyatakan sebagai temuan besar. Sebenarnya, fakta tersebut dinyatakan dengan sama jelasnya baik di dalam buku alam (ilmu pengetahuan) maupun dalam buku pewahyuan (Alkitab). Sebab, bayi, yang memanfaatkan tekanan atmosfer untuk mengisap susu dari ibunya, secara tidak disadari telah menyatakan adanya tekanan udara."

Selain kitab Ayub, Maury juga sangat terinspirasi oleh Kitab Pengkhotbah, terutama Pengkhotbah 1:6, mengenai pergerakan angin. "Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali." Meski saat itu teori Evolusi Darwin sedang memesona banyak orang dan Alkitab dianggap sebagai buku yang tidak ilmiah, tetapi Maury terang-terangan menyatakan imannya pada Injil. Ia tidak malu untuk mengakui bahwa Alkitab menjadi inspirasinya dalam berbagai temuan. Bagi Maury, Alkitab dan ilmu pengetahuan adalah sama-sama benar. Karena itu, kebenaran masing-masing akan membuktikan kebenaran keduanya. Kebenaran ilmu pengetahuan akan membuktikan kebenaran Alkitab, dan sebaliknya.

Peran Lain Matthew Maury

Ketegangan antara wilayah Selatan dan Utara meningkat, Perang Saudara pun pecah di Amerika. Sebagai putra Virginia, Maury pun memihak kampung halamannya. Pada tanggal 20 April 1861, tiga hari setelah Virginia berhasil memisahkan diri dari perserikatan, Maury mengundurkan diri dari Angkatan Laut AS. Beberapa hari sesudahnya, ia menerima jabatan sebagai komandan di Angkatan Laut Konfederasi (pihak Selatan). Selama masa perang, Maury, karena ketenarannya, dikirim ke Inggris sebagai juru bicara pihak Konfederasi. Maury berhasil menyelesaikan misinya di Inggris, yaitu mendapatkan kapal perang dan persediaan bagi Konfederasi. Pada perkembangannya, Maury bertanggung jawab untuk membuat sistem pertahanan bagi pelabuhan-pelabuhan Konfederasi. Untuk tanggung jawab ini, ia mengembangkan ranjau listrik yang dapat meluncurkan torpedo ke arah kapal-kapal musuh.

Setelah perang berakhir, Maury pergi ke Meksiko dan Inggris karena takut kalau mantan marinir Konfederasi akan diadili selama beberapa tahun. Di Meksiko, Maury membantu Kaisar Maximilian menciptakan "surga" bagi para mantan Konfederasi. Maury baru kembali ke Lexington, Virginia, Amerika Serikat, pada tahun 1868 setelah mengetahui bahwa mantan Konfederasi tidak akan diadili. Pemerintah Amerika telah memberikan amnesti kepada seluruh warganya.

Ia memulai karier barunya dengan menjabat sebagai Profesor Ilmu Fisika di Virginia Military Institute (Institut Militer Virginia). Selain berperan dalam pendirian Institut Politeknik Virginia tahun 1872, Maury juga mendorong pembentukan sistem stasiun meteorologi yang berpangkalan di darat karena ia tahu pentingnya ketepatan informasi cuaca untuk pertanian dan perdagangan. Pada musim gugur tahun 1872, Maury mengalami sakit dan meninggal beberapa bulan kemudian, yaitu pada 1 Februari 1873.

Maury mendapatkan berbagai penghargaan dari masyarakat ilmiah dan dari berbagai negara seperti: Inggris, Rusia, Perancis, Belanda, Jerman, Denmark, dan negara-negara kepausan lainnya. Sebuah monumen di Monument Avenue, Richmond, Virginia, didirikan untuk menghormati Maury. Pada monumen itu tertulis: "Matthew Fontaine Maury, penemu "arus laut", sang jenius yang pertama kali menangkap rahasia hukum lautan dan atmosfer. Inspirasinya dari Kitab Suci, Mazmur 8:8; Pengkhotbah 1:6".

Sumber bacaan:

  1. _____. "The Father of Modern Oceanography". Dalam https://www.cbn.com/CBNnews/141284.aspx

  2. _____. "Matthew Fontaine Maury". Dalam http://www.findagrave.com/cgi-bin/fg.cgi?page=gr&GRid=8835

  3. _____. "Matthew Maury’s Search for the Secret of the Seas". Dalam http://www.answersingenesis.org/articles/cm/v11/n3/maury

  4. _____. "Matthew Fontaine Maury". Dalam http://xroads.virginia.edu/~ug97/monument/maurybio.html

  5. Lamont, Ann. 1997. "Para Ilmuan Mempercayai Allah". Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF. Hlm. 149-162.

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru