Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereTeolog / Novatianus

Novatianus


Novatianus adalah seorang pemimpin dari suatu gereja pecahan (skisma) di Roma pada pertengahan abad ke-3. Oleh pengikut-pengikutnya ia diangkat menjadi uskup Roma. Ia adalah antipaus yang kedua dalam sejarah jemaat Roma. Antipaus yang pertama adalah Hippolytus.

Bilamana ia dilahirkan tidak diketahui. Mungkin ia berasal dari Italia dan mendapat pendidikan yang baik dalam filsafat dan retorika. Dari tulisan-tulisannya menunjukkan bahwa Novatianus adalah seorang yang pandai, seorang teolog, fasih berbicara, dan sangat mempertahankan disiplin gereja yang keras.

Novatianus segera mendapat kedudukan yang penting dalam jemaat Roma. Ia ditahbiskan menjadi presbiter di jemaat Roma. Ia bertobat pada masa mudanya. Baptisan diterimanya dengan jalan percikan di atas tempat tidurnya, karena ia menderita sakit. Secara ajaib ia memperoleh kesembuhan segera sesudah baptisan tersebut. Meskipun baptisannya ini tidak dikuatkan oleh uskup, ia dapat ditahbiskan ke dalam jabatan presbiter.

Pada waktu pecahnya penghambatan di bawah pemerintahan kaisar Decius, Novatianus bertindak sebagai pemimpin jemaat Roma, karena uskup Roma ditangkap dan mati sebagai martir. Ia menjadi pemimpin jemaat Roma hingga berakhirnya penghambatan. Setelah selesai penghambatan maka diadakan pemilihan uskup baru dan Cornelius terpilih sebagai uskup Roma. Novatianus tidak terpilih. Tidak terpilihnya Novatianus menjadi uskup Roma diduga menjadi penyebab ia keluar dari persekutuan jemaat Roma. Ketika uskup Cornelius bersikap lunak terhadap mereka yang pernah murtad dalam penghambatan, dengan menerima mereka kembali ke dalam persekutuan gereja, maka Novatianus mengajukan keberatannya. Novatianus didukung oleh beberapa orang presbiter di Roma. Pendukung-pendukungnya mengangkat Novatianus sebagai uskup Roma dan tidak mengakui Cornelius sebagai uskup yang sah. Dengan demikian, di jemaat Roma terdapat dua orang uskup. Novatianus pun menjadi antipaus.

Kedua uskup ini meminta dukungan dari gereja-gereja lainnya. Fabianus, uskup Antiokia, mendukung Novatianus; sedangkan Dyonicius, uskup Alexandria; Cyprianus, uskup Kartago mendukung Cornelius. Dengan demikian, perpecahan gereja menjalar sampai ke luar batas jemaat Roma.

Cornelius mengekskomunikasikan Novatianus beserta pendukung-pendukungnya. Novatianus beserta pendukung-pendukungnya keluar dari jemaat Roma dan mendirikan gerejanya sendiri, yang menamakan dirinya: Novatianisme.

Novatianus bersama pendukungnya mengembangkan gereja mereka, sehingga muncullah Gereja Novatianisme di mana-mana. Mereka masih hidup hingga abad ke-5. Kaisar Konstantinus melarang mereka beribadah dan buku-buku mereka dibakar.

Perpecahan ini pada hakikatnya disebabkan karena pertikaian tentang disiplin terhadap mereka yang murtad di dalam penghambatan yang lalu (Decius). Novatianus dan kawan-kawan tidak mau menerima kembali orang-orang yang pernah murtad di dalam penghambatan ke dalam persekutuan gereja mereka. Bahkan ia bertindak lebih jauh, yaitu orang Katolik yang berpindah ke gerejanya dibaptiskan kembali.

Bilamana Novatianus meninggal tidak diketahui. Diduga ia mati sebagai martir pada masa pemerintahan kaisar Valerianus, tahun 257/258. Ia banyak menulis tentang tema-tema teologis yang menunjukkan kepada kita, bahwa dia adalah seorang teolog. Tulisan-tulisannya antara lain: "Mengenai Baptisan", "Mengenai Trinitas", "Mengenai Paskah", dan sebagainya. Dialah teolog pertama yang menulis dalam bahasa Latin dalam jemaat Roma.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Judul buku : Riwayat Hidup Singkat Tokoh-tokoh dalam Sejarah Gereja
Judul bab : Novatianus
Penulis : Drs. F.D. Wellem, M.Th.
Penerbit : PT BPK Gunung Mulia, Jakarta 1999
Halaman : 201 -- 202

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru