Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereRiwayat / Oscar Romero

Oscar Romero


Masa awal

Oscar Romero dilahirkan dalam sebuah keluarga besar pada tanggal 15 Agustus 1917 di El Salvador.
Meskipun mereka memiliki lebih banyak uang daripada kebanyakan tetangga mereka, keluarga Oscar tidak memiliki listrik maupun air yang mengalir di rumah kecil mereka, dan anak-anak tidur di lantai.

Orang tua Oscar tidak mampu untuk mengirimnya ke sekolah setelah usia dua belas, jadi ia bekerja sebagai tukang kayu magang. Dengan cepat ia menunjukkan ketrampilan besar, tetapi Oscar sudah bertekad untuk menjadi seorang imam. Dia masuks eminari pada usia empat belas dan ditahbiskan sebagai imam ketika dia berusia 25 di tahun 1942.

Menyadari kekuatan radio untuk menjangkau orang-orang, ia meyakinkan lima stasiun radio untuk menyiarkan khotbah Minggunya kepada petani yang percaya bahwa mereka tidak diinginkan di gereja.

Pada tahun 1970, ia menjadi Uskup Pembantu di San Salvador. Pada tahun 1974 ia menjadi Uskup Santiago de Maria. Di masa ini, Oscar Romero digambarkan sebagai seorang yang konservatif, tidak mau melanggar tradisi. Ia mendukung hirarki yang mendorong kesesuaian. Ia merasa tidak nyaman dengan aksi sosial yang menantang pemimpin politik.

Menumbuhkan kesadaran

Selama dua tahun sebagai Uskup Santiago de Maria, Romero merasa ngeri mendapati bahwa anak-anak mati karena orang tua mereka tidak bisa membayar untuk membeli obat-obatan sederhana. Ia mulai menggunakan sumber daya keuskupan dan sumber daya pribadi untuk membantu orang miskin, tetapi ia tahu bahwa amal sederhana tidak cukup. Ia menulis dalam buku hariannya bahwa orang-orang yang miskin seharusnya tidak hanya menerima bantuan dari Gereja atau pemerintah tetapi untuk turut berpartisipasi dalam mengubah hidup mereka untuk masa depan.

Pada tahun 1977, Romero menjadi Uskup Agung San Salvador, ibukota. Situasi di El Salvador menjadi lebih buruk dan ia tidak bisa tetap diam lagi. Militer membunuh orang-orang Salvador - terutama mereka yang menuntut keadilan seperti guru, biarawati dan imam - termasuk teman baik Romero, Fr Rutilio G rande. Ribuan orang mulai menghilang. Romero menuntut agar Presiden El Salvador menyelidiki pembunuhan, tetapi ia gagal melakukannya.

Suara dari yang tidak bersuara

Dalam tindakan dan kata-katanya, Oscar menuntut perdamaian yang hanya bisa ditemukan dengan memastikan bahwa masyarakat memiliki akses ke kebutuhan mendasar dan hak-hak mereka ditegakkan. Ia mengangkat kesadaran global mengenai orang-orang di negaranya yang telah dibunuh atau "menghilang". Ketika mengunjungi Vatikan pada tahun 1979, Oscar Romero memberikan Paus tujuh laporan rinci pembunuhan, penyiksaan, dan penculikan di seluruh El Salvador.

Pada tahun 1979, jumlah orang yang tewas meningkat menjadi lebih dari 3000 per bulan. Oscar Romero tidak punya apa-apa lagi untuk ditawarkan kepada orang-orang kecuali iman dan pengharapan. Ia terus menggunakan siaran radio dari khotbah Minggu untuk memberitahu orang-orang apa yang terjadi di seluruh negeri, untuk berbicara tentang peran Gereja, dan untuk menawarkan kepada pendengarnya pengharapan bahwa mereka tidak akan menderita dan mati sia-sia.

Mati sebagai Martir

Pada tanggal 23 Maret 1980, setelah melaporkan kematian dan hilangnya orang-orang minggu sebelumnya, Oscar Romero mulai berbicara langsung kepada tentara dan polisi: "Saya mohon, saya mohon kepadamu, Saya memerintahkanmu ... dalam nama Tuhan, hentikan penindasan." Malam berikutnya, selagi mengadakan Misa di kapel Divine Providence Hospital, Uskup Agung Oscar Romero ditembak oleh pembunuh bayaran.

Hanya beberapa saat sebelum kematiannya, Romero mengucapkan kata-kata nubuat: "Mereka yang menyerahkan diri kepada pelayanan bagi orang miskin melalui kasih Kristus akan hidup seperti biji gandum yang mati ... panen tiba karena gandum yang mati." Seperti banyak pemimpin besar yang telah berjuang demi kebenaran, Oscar Romero dibunuh dan menjadi martir, tapi suaranya tidak bisa dibungkam. Dia adalah simbol pengharapan di sebuah negara yang telah menderita kemiskinan, ketidakadilan dan kekerasan. (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Caritas Australia
Alamat URL : http://www.caritas.org.au/docs/primary-school-resources/oscar-romero-biography.docx
Judul asli artikel : Oscar Romero Bio
Penulis artikel : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 1 Agustus 2016

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru