Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereDari Meja Redaksi / Pengorbanan yang Tak Terbayarkan

Pengorbanan yang Tak Terbayarkan


Selamat menyongsong dan memeringati Paskah 2010

Jika seseorang bertanya kepada Anda, "Siapa sih loe?" Apa jawab Anda? Mungkin Anda akan memberi jawaban yang mendeskripsikan sifat-sifat, penampilan fisik, atau asal-usul Anda. Namun pernahkan Anda mencoba melihat diri Anda dari sudut pandang Allah?

Tak dipungkiri, kita ini hanyalah debu tanah yang tak berharga. Akan tetapi seringkali dengan begitu narsis dan tinggi hati kita merasa menjadi orang yang hebat, tangguh, multi talenta, dan sebagainya. Terlampau sering kita tidak menyadari bahwa kita seumpama bunga rumput yang segar hari ini tapi sebentar saja angin berhembus kita tidak lagi dikenal oleh tempat kita berasal.

Bersyukurlah kita yang tinggal di dalam Tuhan Yesus! Sekalipun kita hanya segelintir debu yang tidak berarti, Allah tetap menyayangi kita. Kita ini milik-Nya dan sangat berharga di mata-Nya. Bahkan kasih yang dinyatakan Allah kepada kita tidak tanggung-tanggung. Anak Tunggal-Nya pun Dia relakan untuk disalib demi menyelamatkan kita dari hukuman kekal. Persekutuan kita dengan-Nya nyata melalui pengorbanan yang dilakukan Yesus di atas kayu salib.

Pertanyaannya, apakah kita telah menyerahkan segala sesuatu yang kita miliki dalam hidup ini kepada Allah? Kiranya peringatan Paskah tahun ini membawa kita semakin menghargai dan meresponi kasih Yesus bagi kita. Selanjutnya kita semakin menyenangkan hati Allah dengan sikap hidup yang berpadanan dengan kehendak-Nya.

Tuhan Yesus memberkati.

-Redaksi-

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru