Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereBio-Kristi No.82 Januari 2012 / Kehidupan Baru

Kehidupan Baru


Bacaan: Efesus 2:1-7

Nats: "Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu." (Efesus 2:1)

Sudah lama sekali gereja tua di Detroit itu dibiarkan kosong dan tak terurus. Bangunan yang sudah mulai rusak tersebut berpadu sangat alami dengan keadaan di sekitarnya. Toko-toko di pinggir jalan telah ditutup. Sebuah gedung sekolah tua telah terkunci rapat. Hanya ada beberapa toko grosir yang masih terawat. Suram, kotor, dan terlupakan, begitulah pemandangan yang terlihat.

Namun, suatu malam segalanya berubah total. Gereja tua yang terbengkalai itu kini bermandikan cahaya berkilauan. Mobil-mobil diparkir berjajar di pinggir jalan. Suara musik bergema di udara. Sesuatu yang telah mati dan diabaikan kini hidup kembali.

Saya juga melihat orang-orang yang cenderung seperti itu. Secara rohani, selama bertahun-tahun mereka hidup dalam kegelapan dan kekosongan, tak berbeda dengan gereja tua itu. Di dalam dirinya hanya ada amarah, keegoisan, dan kesombongan. Namun, suatu hari segalanya berubah. Tiba-tiba kegelapan itu lenyap karena seseorang telah "menyalakan lampu-lampu".

Dan, Seseorang itu adalah Allah. Dia mengampuni mereka yang datang kepada-Nya melalui iman dalam Yesus Kristus, Putra-Nya. Dia akan memberikan kehidupan baru bagi mereka yang tampaknya tidak memiliki pengharapan -- mereka yang mati dalam pelanggaran dan dosa (Efesus 2:1).

Jika semuanya ini terdengar asing, mungkin karena kita telah melupakan kuasa Yesus Kristus yang mengubahkan. Marilah kita mengingat apa yang telah dilakukan-Nya bagi kita, dan apa yang dapat dilakukan-Nya bagi orang lain.

"Keselamatan Menghasilkan Perubahan dalam Diri Manusia yang Mematahkan Belenggu Dosa"

Diambil dari:

Nama situs : Alkitab SABDA
Alamat URL : http://alkitab.sabda.org/illustration.php?id=129
Penulis : MRD II
Tanggal akses : 3 November 2011

 

Sumber: Bio-Kristi 82

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru