Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are heresekolah minggu / Robert Raikes

Robert Raikes


Robert Raikes (1735 -- 1811) dikenal sebagai pelopor sekolah minggu. Meskipun dia bukan orang pertama yang menggagas berdirinya sekolah minggu, tetapi karyanya memelopori sekolah minggu sebagai institusi nasional di Inggris.

Seperti George Whitefield, Raikes adalah warga negara Gloucester. Lebih muda dari pengkhotbah terkenal itu, dia lahir tepat pada saat pelayanan Whitefield mulai menarik perhatian dan berkembang di sebuah kota yang telah mengalami berkat kebangunan rohani.

Ayahnya adalah seorang warga negara dan pengusaha terkemuka, pemilik Gloucester Journal yang kemudian diberikan kepada Robert Raikes pada tahun 1757. Karena peka terhadap kebutuhan yang ada di sekelilingnya, maka dia mulai menggunakan makalahnya untuk menarik perhatian orang banyak. Awal ia mulai menjadi perhatian masyarakat banyak adalah saat ia memerhatikan keadaan memprihatinkan beberapa tahanan di penjara Gloucester. Tidak ada pemenuhan kebutuhan yang layak untuk para tahanan miskin. Mereka yang tidak mendapatkan bantuan dari teman-teman atau sanak saudara harus mengemis makanan dari teman-teman sepenjara mereka. Untuk membantu masalah ini, dia membuat suatu pendekatan melalui makalahnya.

Anak-Anak Berlarian ke Sana ke Mari

Robert Raikes menyadari kebutuhan anak-anak yang orang tuanya tidak mampu menyekolahkan mereka. Pada tahun 1780, dia prihatin melihat anak-anak berlarian ke sana ke mari di kota pada hari Minggu dan mulai berpikir untuk mengadakan suatu sekolah. Pada awal tahun 1769, Hannah Ball, yang telah bertobat setelah mendengarkan khotbah John Wesley, telah mendirikan sebuah sekolah minggu di High Wycombe. Ada juga sebuah sekolah minggu yang diselenggarakan oleh Thomas King di Dessenter di dekat Dursley. Raikes adalah seorang anggota gereja yang setia dan ingin sekolahnya berkaitan erat dengan gerejanya. Dia kemudian berkonsultasi dengan Thomas Stock, seorang kurator setempat yang telah terlibat di sebuah sekolah di Berkshire. Stock rupanya diminta untuk membuat rencana dan Raikes yang menyediakan dananya. Pada bulan Juli tahun 1780, sebuah sekolah minggu berhasil didirikan di gereja St.Mary de Crypt di Gloucester. Ada dua sesi setiap hari Minggu dan empat wanita dibayar untuk mengajar anak-anak membaca dan belajar buku katekisasi (Prayer Book Catechism). Raikes terlibat aktif dalam kegiatan ini. Dia mengunjungi anak-anak di rumah mereka, meninjau perkembangan kemampuan membaca mereka, dan memberikan hadiah untuk mereka jika kemampuan baca mereka berkembang baik.

Karyanya tersebut kemudian dipaparkan dalam sebuah artikel anonim di Gloucester Journal dan segera menarik perhatian banyak pihak. Tahun 1788, karyanya diterima secara nasional ketika artikel itu dicetak ulang di Gentleman's Magazine, sebuah majalah terkenal pada saat itu. Negara yang telah mendapat pengaruh besar dari Kebangunan Rohani Injili (Evangelical Revival) tersebut telah siap menerima hal seperti itu. Dalam 7 tahun, diperkirakan hampir seperempat juta anak-anak telah diajar di sekolah-sekolah minggu. Jumlah itu hampir sebesar 3 persen dari total jumlah populasi. Anak-anak yang diharapkan mengikuti kegiatan ini adalah mereka yang orang tuanya tidak mampu menyekolahkan mereka atau anak-anak yang sudah bekerja dan yang harus bekerja sepanjang minggu.

Sebuah Wadah untuk Anak-Anak Kristen

Jelas bahwa ada ladang yang luas yang harus dijangkau. Selain itu, jelas pula bahwa kebutuhan yang ada sangatlah besar, sehingga hal ini tidak mungkin dapat dipenuhi kecuali ada guru-guru sukarelawan yang dipersiapkan untuk memberikan waktu mereka. Tantangan pertama Raikes dalam memberikan pengajaran Kristen dasar adalah mengajar anak-anak untuk membaca. Tahun 1784, John Wesley mencatat dalam jurnalnya: "Saya menemui sekolah-sekolah ini berkembang di mana pun saya pergi. Mungkin Tuhan memiliki rencana yang tidak terpikirkan oleh manusia. Siapa tahu beberapa dari sekolah itu menjadi wadah untuk anak-anak Kristen?" Dia sangat tertarik terhadap usaha-usaha Raikes sehingga dia mencetak kembali laporan asli Raikes di Arminian Magazine agar apa yang dilakukan Raikes semakin dikenal luas. Minatnya jelas membantu membangkitkan minat para pengikutnya.

Gereja Baptis London sangat membantu penyebaran sekolah minggu. William Fox merupakan seorang tukang gorden di Cheapside dan anggota Particular Baptist Church (Gereja Baptis Istimewa) di Prescot Street di bawah penggembalaan Abraham Booth. Pada tahun 1785, bersama dengan teman-temannya, dia mendirikan "Komunitas Pengembang dan Pendukung Sekolah Minggu" (Society for the Establishment and Support of Sunday Schools). Selama beberapa tahun, dia telah memikirkan cara-cara untuk dapat memberikan pendidikan gratis bagi orang-orang miskin, namun menyadari bahwa hal itu terlalu besar untuk dikerjakan. Dia kemudian mendengar usaha Raikes di Gloucester dan mengirim surat kepadanya, untuk belajar dari pengalamannya. Sekolah minggu tampaknya menjadi cara untuk maju dan dengan bantuan teman-teman seiman di kota London, dia menyampaikan rencana-rencananya. Dia mampu menyatukan pengurus gereja dan orang-orang bukan gereja dalam masyarakat yang akhirnya menjadi Persatuan Sekolah Minggu (Sunday School Union). William Fox mendorong setiap gereja untuk mendirikan sekolah minggu dan dalam waktu yang singkat ratusan sekolah minggu berdiri.

Peristiwa itu terjadi beberapa tahun sebelum gerejanya sendiri merespons proposalnya. Hal ini mungkin disebabkan beberapa tahun sebelumnya Gereja Prescot Street telah mendiskusikan diadakannya kelas katekisasi yang dianggap sebagai cara yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan yang ada. Akhirnya, pada tahun 1798, Gereja Prescot Street mendirikan sekolah minggu di Goodman’s Fields. Catatan awal sekolah ini memberikan sebuah gambaran bagaimana gereja Particular Baptist bekerja. Anak-anak yang menghadiri sekolah minggu diharapkan menghadiri kebaktian di Prescot Street Meeting. Sekolah minggu itu menyediakan seratus buku ejaan, Watts’s Songs for Children (kumpulan lagu anak-anak karya Watt) dan katekisasinya, serta tinta dan papan tulis. Selain itu, dana dikumpulkan untuk menyediakan pakaian bagi anak-anak miskin. Kemudian, kelas menulis untuk anak laki-laki mulai diadakan pada hari Senin malam. Beberapa sekolah tidak yakin apakah pelajaran menulis pada hari sabat itu pantas untuk dilakukan. Mungkin karena itulah Gereja, Prescot Street akhirnya mengadakan kelas hari Senin.

Pembaruan Semangat

Sementara karya Raikes di Gloucester terus menarik perhatian. Ratu Charlotte, istri Raja George III, mewawancarainya dan mendorong orang lain untuk mengikuti teladan yang Raikes berikan. Raikes terus memperluas minatnya dan terlibat dalam pendirian Gloucester Infirmary (Rumah Sakit Gloucester) dan penjara yang baru dan lebih baik. Dia merupakan teladan semangat reformasi sosial yang muncul setelah Kebangunan Injili Besar Abad ke-18 (Great Eighteenth Century Evangelical Awakening). Pendirian sekolah minggu merupakan bagian kecil dari perubahan sosial besar yang mengubah wajah masyarakat lebih dari seperempat abad kemudian. (t/Ratri)

Diterjemahkan dari:

Judul asli artikel : Robert Raikes and the Sunday School Movement
Penulis : Robert W. Oliver
Nama situs : Grace magazine.org
Alamat URL : http://www.gracemagazine.org.uk/

 

Sumber: Bio-Kristi 35

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru