Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereKarya / Walter Rauschenbusch

Walter Rauschenbusch


Pejuang Injil sosial

"Gambaran Kristus mengenai Kerajaan Allah datang kepada saya sebagai wahyu baru. Ini adalah ide dan tujuan yang telah mendominasi pikiran tentang Sang Tuan sendiri ... Saya menemukan ... gambaran baru ini ... yang secara aneh memuaskan. Hal itu menanggapi semua elemen lama dan baru dalam kehidupan religius saya. "

Itu adalah buku agama yang paling laris terjual selama tiga tahun setelah diterbitkan pada tahun 1907; totalnya, sekitar 50.000 eksemplar terjual. Yang lebih penting dari popularitas adalah dampaknya. Sebagaimana diketahui secara nasional pendeta New York Harry Emerson Fosdick mengatakan, buku itu "memberi dampak begitu tajam pada kecerdasan dan hati nurani ... Hal itu mengantar era baru dalam pemikiran dan tindakan Kristen."

Buku itu adalah Christianity and the Social Crisis karya Walter Rauschenbusch, dan buku itu melambungkan Rauschenbusch dan "Injil sosial" ke dalam kesadaran bangsa, sebuah pesan yang diasahnya selama 20 tahun, sejak penggembalaan pertamanya.

Dua pertobatan

Rauschenbusch lahir di Rochester, New York, sebagai misionaris Lutheran yang berpindah ke aliran Baptis Jerman. "Saya dibesarkan di keluarga yang sangat religius, dan saya berterima kasih kepada Tuhan untuk itu," katanya. "Kami memiliki ibadah keluarga setiap hari." Setelah masa pemberontakan di masa muda, ia berkata, "Saya datang kepada Bapa, dan saya mulai berdoa memohon bantuan dan mendapatkannya. Saya memiliki pengalaman religius saya sendiri." Meskipun ia kemudian menafsirkan pengalaman pertobatan ini melalui lensa liberalisme teologis, ia menghargai "pengalaman lembut, misterius," ini sebagaimana disebutnya, seluruh hidupnya.

Ia dididik di Jerman dan kemudian Amerika Serikat, dan setelah bingung memilih kejuruan, ia memutuskan: "Sekarang mimpi saya bukan lagi untuk menjadi seorang teolog terpelajar dan menulis buku besar," tulisnya pada saat itu. "Saya ingin menjadi seorang pendeta, memiliki pengaruh atas manusia, memberitakan kepada mereka Kristus sebagai manusia yang di dalam Dia kasih sayang dan energi mereka dapat dipuaskan, yang karenanya umat manusia berkeluh kesah."

Pada tahun 1885 ia menjadi pendeta di Gereja Baptis Jerman Kedua di New York City, yang terletak di tepi area yang sulit dikenal sebagai Hell’s Kitchen. Di sini pendeta muda pietistis dihadapkan pada pengangguran, kemiskinan, kekurangan gizi, penyakit, dan kejahatan. "Oh, pemakaman anak-anak! Mereka membuat hati saya gundah," tulisnya kemudian. "Itu adalah salah satu hal yang saya selalu pikirkan - mengapa anak-anak harus mati?" Ia menenggelamkan diri dalam literatur mengenai reformasi sosial dan mulai berpartisipasi dalam kelompok aksi sosial.

Perlahan gagasannya terbentuk. Ia sampai ke penggembalaan "untuk menyelamatkan jiwa yang biasanya dipahami secara agamawi" tetapi tidak semua masalah yang dihadapi dapat diatasi dengan cara ini. Meskipun teman-temannya mendesaknya menghentikan pekerjaan sosialnya untuk melakukan "pekerjaan Kristen," ia percaya pekerjaan sosialnya adalah pekerjaan Kristus.

Rauschenbusch berusaha untuk menggabungkan gairah Injili lamanya (yang ia tidak pernah tinggalkan) dengan kesadaran sosial barunya. Ia mengadopsi pendekatan kritis terhadap Alkitab dan menyamakan dirinya dengan teolog liberal seperti Albrecht Ritschl dan Adolf Harnack. Kerajaan Allah menjadi tema yang dengannya ia menyusun pandangannya tentang agama dan sains, kesalehan dan aksi sosial, Kekristenan dan budaya. "Gambaran Kristus mengenai Kerajaan Allah datang kepada saya sebagai wahyu baru. Ini adalah ide dan tujuan yang telah mendominasi pikiran tentang Sang Tuan sendiri ... Saya menemukan ... gambaran baru ini ... yang secara aneh memuaskan. Hal itu menanggapi semua elemen lama dan baru dalam kehidupan religius saya."

Rauschenbusch adalah seorang yang optimis. Ia tidak pernah percaya masyarakat bisa menjadi sempurna, tetapi ia melihat manusia maju (berubah) secara cepat ke arah kerajaan (Allah). Ia menerima sosialisme tetapi tidak sebagai sebuah ideologi; ia hanya merasa bahwa para kaum sosialis umumnya memiliki jawaban yang paling praktis untuk pertanyaan-pertanyaan sosial pada zamannya.

Ia mengusahakan implikasi dari pemikiran baru dengan sekelompok pendeta muda Baptist lainnya di Brotherhood of the Kingdom, yang bertemu setiap tahun (dan akhirnya menyertakan banyak dari para pemimpin bangsa dalam jajarannya). Pada tahun 1897 ia bergabung dengan fakultas dari almamaternya, Rochester Theological Seminary, dan mampu membaca dan mengajar lebih dalam tentang tema sosial. Ketika Christianity and the Social Crisis [Kekristenan dan Krisis Sosial] diterbitkan, ide-idenya menjangkau audiens yang lebih besar.

Selama sepuluh tahun terakhir hidupnya, tulisan-tulisan selanjutnya muncul (Christianizing the Social Order, A Theology of the Social Gospel dan karyanya yang paling banyak beredar, The Social Principles of Jesus), serta pertemuan ceramah yang konstan. Ia membuata para pemirsa dan pembaca terkesan dengan cara bicaranya yang tepat efektif, memperjelas metafora, terbuka/blak-blakan terhadap orang-orang dengan siapa ia tidak setuju, dan rasa humor yang menenangkan(beberapa di antaranya menunjuk dirinya sendiri).

Ia mencintai Jerman, membenci militerisme, dan sangat sedih dengan pecahnya Perang Dunia I. Saat patriotisme melanda AS dan dalam semua hal Jerman menjadi menjijikkan, popularitas Rauschenbusch menurun, dan bahkan lebih parah ketika, setelah perang, liberalisme diserang oleh para pemikir neo-orthodox seperti Karl Barth dan Reinhold Niebuhr.

Meskipun peristiwa sejarah selanjutnya menunjukkan Rauschenbusch menjadi terlalu optimis, ia masih meluap-luap melebihi pendukung Injil sosial lainnya. "Tulisan-tulisannya," kata Martin Luther King, Jr., "meninggalkan jejak tak terhapuskan pada pemikiran saya," dan pemahamannya tentang Kerajaan Allah terus menarik bagi mereka yang ingin menggabungkan gairah Injili dengan keadilan sosial. (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Christianity Today
Alamat URL : http://www.christianitytoday.com/history/people/activists/walter-rauschenbusch.html
Judul asli artikel : Walter Rauschenbusch
Penulis artikel : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 1 Agustus 2016

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru