Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereTokoh Alkitab / Adam

Adam


Arti nama : DIAMBIL DARI TANAH
Ayah Allah - Kejadian 1:27, 2:7
Ibu Allah - Kejadian 1:27, 2:7
Istri Hawa - Kejadian 2:21
Anak laki-laki Kain, Habil, Set dan banyak lagi - Kejadian 4:1-2, 25; 5:4
Anak perempuan Beberapa tak disebut - Kejadian 5:4
Disebut pertama Kejadian 2:19
Namanya disebut 30 kali
Kitab yang menyebut 9 buku : Kejadian, Ulangan, 1 Tawarikh, Ayub, Lukas, Roma, 1 Korintus, 1 Timotius, Yudas.
Pekerjaan Berladang - Kejadian 3:17-19, 23
Tempat kelahiran Di dalam Taman Eden - Kejadian 2:7-8
Tempat kematian Di luar Taman Eden - Kejadian 3:23-24
Terakhir disebut Yudas 1:14
Fakta penting IA MANUSIA PERTAMA DI DUNIA (KEJADIAN 1:27; 2:27).

Dalam bahasa Ibrani, kata tersebut mengandung suatu pengertian kolektif. Kata Adam digunakan sekitar 510 kali dalam Perjanjian Lama. Dengan beberapa pengecualian, maka arti kata itu adalah manusia pada umumnya (bdk. Kej 1:26-27), yang dipakai bagi kedua jenis kelamin. Pada (daftar keturunan) Kej 4:25-5:5, kata Adam muncul sebagai nama pribadi manusia yang pertama. Hal ini cocok dengan kebiasaan Ibrani, yang mau memberi bentuk eponim pada kelompok kolektif. Oleh karena itu tidak mungkin kalau kata itu dijadikan dasar biblika tentang ajaran monogenisme (ajaran bahwa seluruh umat manusia berasal dari sepasang manusia). Untuk bangsa-bangsa Timur Tengah purba, nama dijadikan pengganti pribadi orangnya dan menunjukkan hakikinya. Jadi, kesepakatan harafiah manusia (:Adam) dan tanah (:Adamah) dalam kata itu, menunjukkan hubungan hakikinya, yang oleh Kitab Suci hendak dinyatakan bahwa, oleh asal-mula (Kej 2:7) dan kedudukannya (Kej 3:19,23) manusia itu tertuju pada tanah. Tanah itu dikerjakan olehnya dan menjadi lingkup hidupnya yang asli (Kej 2:5; 3:17; bdk. Kej 1:28 dan seterusnya).

Keadaan Adam pada mulanya

Adam dibedakan dari binatang-binatang. Tapi pembedaan ini bukan karena nama tambahan 'nefesy' (nafas) dan 'ruakh' (roh) yang terkait dengannya, sebab kedua istilah ini kadang-kadang juga digunakan untuk binatang-binatang, melainkan karena ia diciptakan menurut gambar Allah, diberi kuasa atas segala binatang, dan mungkin juga karena Allah sendiri menghembuskan nafas hidup (nesyama) ke dalam hidungnya. Allah membuat taman untuk Adam di Eden (Kej 2:8-14) dan menempatkannya di taman itu untuk 'mengusahakan' taman itu dan memeliharanya.

Kata 'mengusahakan' (`avad) ialah yang biasa dipakai untuk bekerja (mis Kel 20:9), jadi Adam diciptakan bukan untuk menganggur. Besar kemungkinan makanannya adalah buah-buahan dari berbagai pohon (Kej 2:9, 16), buah-buahan dan biji-bijian dari jenis semak-semak (siakh) dan gandum dari jenis rumput-rumputan ('esev, Kej 2:5). Lalu Allah membawa segala binatang dan burung kepada Adam agar ia memberi nama kepada mereka, dan agaknya ia berusaha mengenali sifat-sifat dan kemampuan-kemampuan semua binatang itu (Kej 2:19, 20).

Jatuh dalam dosa

Allah berfirman, 'Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja' (Kej 2:18), maka diciptakan-Nya-lah seorang perempuan (2:22), untuk menjadi penolong baginya. Atas tipu daya ular, perempuan itu membujuk Adam untuk memakan buah dari pohon yang telah ditentukan Allah tidak boleh mereka sentuh (Kej 3:1-7), dan sebagai akibatnya Adam dan perempuan itu diusir dari taman Eden (Kej 3:23, 24). Adalah jelas bahwa sampai saat itu Adam berhubungan langsung dengan Allah. Ketika Adam dan perempuan itu mengetahui bahwa mereka telanjang, mereka mengambil daun pohon ara lalu menyematnya menjadi cawat (khagora, Kej 3:7), sekedar bukti keterampilan sederhana dalam menjahit. Adam dihukum dengan diusirnya mereka dari taman Eden dan takluk kepada nasibnya bersusah payah dan dengan peluh mencari rezekinya seumur hidupnya, sebab tanah ('adama) ke mana ia akan kembali bila ia mati, telah terkutuk dan akan menumbuhkan belukar berduri dan onak. Ia akan tetap mengusahakan tanah, kendati pekerjaan itu sekarang lebih berat dibandingkan sebelumnya (Kej 3:17-19, 23). Allah menyediakan pakaian dari kulit binatang bagi kedua orang ini (Kej 3:21), yang berarti bahwa kini mereka membutuhkan perlindungan terhadap tumbuh-tumbuhan yang mungkin menyakiti dan udara dingin.

Adam mempunyai dua putra, Kain dan Habel. Tapi karena Kain membunuh Habel, maka ia mempunyai putra lagi Set, sebagai ganti Habel (Kej 4:25) dan untuk melanjutkan garis keturunan. Adam berumur 130 tahun ketika Set lahir dan ia hidup 800 tahun lagi sesudah kelahiran Set, jadi ia mencapai umur 930 tahun (Kej 5:2-5). Sebagai perbandingan, perlu diperhatikan bahwa raja pertama sebelum Air Bah zaman Nuh, yang bernama Alulim, dalam daftar raja Sumeria dicatat memerintah selama 28,800 tahun (naskah lain menyebut 67,200), dan rekannya bernama Aloros, dalam Berossos Babyloniaka dikatakan memerintah 36,000 tahun. Diduga Adam mempunyai anak-anak lain disamping ketiga orang yang khusus disebut dalam Kejadian (Kej 5:4). Masa kehidupan Adam dan daerah yang tepat di mana ia hidup, masih diteliti.

Dalam Perjanjian Baru

Nama Adam muncul 9 kali, 8 kali mengacu kepada manusia pertama (Luk 3:38; Rm 5:14 (2); 1 Kor 15:22,45; 1 Tim 2:13, 14; Yud 14) dan satu kali mengacu kepada Kristus (1 Kor 15:45). Namun, dalam beberapa kejadian, ada acuan kepada Adam, manusia pertama itu, kendati tidak disebut (Mat 19:4-8; Mrk 10:6-8; Rm 5:12, 15, 16, 17 (2), 19). Beberapa kesimpulan diambil berdasarkan petunjuk-petunjuk berikut.

a. Adam digambarkan sebagai manusia pertama (1 Kor 15:45, 47). Asalnya yang unik tanpa bapak atau ibu diperkenalkan guna menarik perhatian kepada fakta, bahwa apabila semua orang lain pada genealogi manusia dikatakan adalah anak atau keturunan dari nenek moyang dalam setiap garis ihwal terkait, maka Adam dikatakan adalah anak Allah (Luk 3:38). Adam tidak datang melalui keturunan manusia.

b. Adam memulai dan mengembangkan hubungan unik bagi keturunan manusia. Hal itu dapat dipadankan dengan hubungan Kristus sebagai Adam akhir dengan orang-orang yang sudah ditebus. Pada kedua hubungan yang unik inilah didasarkan sejarah perjalanan keturunan umat manusia (1 Kor 15:45-49; Rm 5:12-19). Tidak ada orang satu pun sebelum Adam, karena dialah orang pertama. Tidak ada Adam yang lain antara zaman Adam dan Kristus, karena Kristus adalah Manusia kedua. Tidak ada Adam yang lain sesudah Kristus, karena Ia adalah Adam terakhir. Karena itu, Adam adalah gambaran dari Dia yang akan datang, yakni Kristus.

c. Oleh Adam dosa dan maut masuk ke dalam dunia. Ungkapan yang terus terang mengenai 'pelanggaran Adam' dalam Rm 5:14, membuat jelas bahwa 'satu orang' yang disebut dalam Rm 5:12 adalah Adam, dan yang disebut dosa di situ adalah dosanya yang pertama.

d. Dalam Adam, semua orang berdosa dan mati. Karena ketidaktaatan Adam seorang, maka semua orang menjadi orang berdosa (Rm 5:19), melalui penghakiman atas pelanggaran yang satu itu, hukuman tertimpa atas segenap umat manusia (Rm 5:16, 18) dan maut berkuasa atas segenap umat manusia (Rm 5:15, 17; 1 Kor 15:22).

e. Persekutuan dan keterhisaban dengan Adam dalam dosanya, hukumannya dan kematiannya adalah pola persekutuan dengan Kristus oleh dan melalui mana orang-orang percaya terhisab (masuk dalam hitungan, terhitung) beroleh keadilan, pembenaran dan hidup (Rm 5:15-19; 1 Kor 15:22,45,49). Dalam hukum yang dibuat Allah, solidaritas keterhisaban dengan Adam meletakkan dasar bagi kasih karunia yang berlimpah-limpah berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal (Rm 5:21).

Sumber:

Kamus Alkitab: http://alkitab.sabda.org/dictionary.php?word=ADAM

Baca pula:
1. Berapa luasnya paralel yang terbentang antara Kristus dengan Adam?
2. Mungkinkah manusia dapat hidup sempurna seperti Adam sebelum jatuh dalam dosa?
3. Jika Adam sebagai manusia lahiriah memakan buah terlarang, mengapa jiwanya harus menderita?
4. Apakah Adam orang berkulit merah?
5. Benarkah Adam dan Hawa memakan buah, atau ini hanya sekadar perumpamaan?
6. Berapa lama setelah kejatuhan Adam penyembahan berhala berawal?
7. Bahasa apa yang dipakai Adam dan Hawa?
8. Apakah Adam diciptakan sebelum Hawa?
9. Pencarian kata "Adam" di situs-situs SABDA

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru