Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are herePengajar / Anne Sulivan

Anne Sulivan


Pada minggu pertama ini kita akan bersama-sama menghayati kehidupan seorang yang menyandang cacat secara fisik namun memiliki hati dan semangat yang luar biasa. Orang itu adalah Helen Keller. Tetapi dibalik kesuksesan Helen Keller, ada seorang Anne Sullivan yang mendukungnya. Perjuangan Sullivan mendampingi dan menjadikan Helen Keller menjadi seorang yang mampu berkarya bagi sesamanya, khususnya orang-orang penderita cacat fisik.

Helen Keller adalah seorang buta, tuli, dan lambat pertumbuhannya. Karena fisiknya ini, maka dia tumbuh mnejadi anak yang nakal dan liar dalam berperilaku. Keluarganya pun sudah berputus asa menangani dan mencari pertolongan bagi dia. Saat dia berumur 6 tahun, keluarganya membawanya kepada Alexander Graham Bell yang sangat terkenal, dia adalah guru dari orang-orang tuli. Menantu laki-lakinya adalah kepala sekolah Perkins Institut untuk orang buta dan tuli.

Bell menyarankan agar mereka membayar Anne Sullivan sebagai guru untuk Helen. Anne berumur 21 tahun, tamatan dari Perkins Institut. Anne adalah orang yang sangat pandai berkomunikasi dengan Helen melalui huruf-huruf manual yang ada dalam genggamannya. Anne juga nyaris buta dan tuli akibat demam panas yang sangat tinggi pada saat ia masih kecil.

Anne membantu Helen untuk berbicara, merasakan getaran di dalam tenggorokannya, serta menggerakan mulutnya. Mereka berdua pun lama kelamaan menjadi dekat dan mereka sangat terkenal. Helen Keller tamat dengan cumlaude di Perguruan Tinggi Ratcliffe, dan semua itu berkat bimbingan dari gurunya -- Anne Sullivan.

Anne Sullivan adalah seorang Kristen dengan nama Johanna Sullivan. Dia lahir pada tahun 1886 di Feeding Hills, Massachusetts. Ketika dia berumur 8 tahun, ibunya meninggal dunia, dan dua tahun kemudian ayahnya pun meninggal dunia. Pada tahun 1880, ia masuk ke Institut Perkins, lalu setahun kemudian penglihatannya mulai membaik. Pada tahun 1886, ia tamat dengan nilai yang terbaik di kelasnya.

Sullivan menikah dengan John Albert Macy pada tahun 1905. Albert adalah seorang kritikus sastra, dan ia juga yang membantu Helen Keller untuk menulis autobiografinya dari Helen. Namun sayangnya, pernikahan mereka mengalami masalah sehingga mereka bercerai pada tahun 1913.

Anne Sullivan menerima penghargaan dari universitas Temple pada tahun 1932. Nella Brady menulis buku tentang Anne, yang diterbitkan pada tahun 1933. Helen Keller juga menulis buku tentangnya sebagai guru tanpa tanda jasa: Anne Sullivan Macy. Buku itu kemudian diterbitkan pada tahun 1955, dan dicetak kembali pada tahun 1959. Lalu pada tahun 1962, buku itu difilmkan. Pada tahun 1976, gubernur Massachusetts -- Michael Dukakis memproklamirkan bahwa pada tanggal 17-23 Oktober adalah minggu Anne Sullivan. Dan pada tanggal 16 Oktober 1977, datang lagi penghargaan dari tanah kelahirannya. Dibuatlah monumen Anne Sullivan di Feeding Hills Center. Pada tahun 1980, Joseph P. Lash menerbitkan buku tentang Anne dan Helen, yang dicetak kembali pada tahun 1997.

Sesungguhnya pada tahun 1935, Anne kembali buta. Namun hal ini tidak membuatnya putus asa. Bersama dengan muridnya, Helen Keller, dia tetap bersemangat melayani orang-orang penyandang cacat fisik sampai akhir hidupnya. Anne meninggal dunia pada tahun 1936.

Seorang yang cacat tetapi memiliki semangat hidup dan menjalani kehidupannya dengan penuh harapan. Bagaimana dengan kita -- orang-orang yang sehat, bahkan memiliki Yesus dalam hidup kita? Bagaimana cara kita memandang dan menjalani hidup ini?

Diambil dari:

Judul artikel : Anne Sulivan: Guru Tanpa Tanda jasa
Judul buletin : Suara Gembala
Edisi : Februari 2005
Penulis : Tidak dicantumkan
Penerbit : Gereja Kalam Kudus Indonesia
Halaman : 4 -- 6

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru