Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereTIDAK AKAN MENJAUH DARI KEBENARAN KRISTUS

TIDAK AKAN MENJAUH DARI KEBENARAN KRISTUS


By admin - Posted on 12 October 2017

Oleh: Julius Manullang

“Mari, mengenal tokoh Reformasi Gereja John Hus melalui diskusi di FB Grup Bio-Kristi!” Saya langsung tertarik dengan undangan diskusi dari Mbak Okti ini karena John Hus adalah salah satu tokoh awal pergerakan reformasi gereja yang ikut menyalakan api reformasi gereja di Jerman (oleh Martin Luther), di Swiss (oleh John Calvin), dan di seluruh dunia.

Saya teringat dengan isi buku “Penginjilan Puritan” tentang satu drama singkat dari salah satu penginjil Puritan, John Rogers, kepada jemaatnya ketika mereka mengabaikan Alkitab yang tergeletak di rumah-rumah dengan sangat berdebu dan bersarang laba-laba. Lalu, ia memerankan tindakan Allah seolah-olah akan mengambil Alkitab itu dari kehidupan jemaat, dan beralih memerankan permohonan jemaat supaya Allah jangan mengambil Kitab Suci-Nya dari kehidupan mereka. Akhir dari drama, Allah akan membiarkan Alkitab-Nya ada pada mereka sebentar lagi. Dia akan melihat bagaimana mereka menggunakannya, apakah mereka akan mencarinya dengan lebih lagi, mengasihinya dengan lebih lagi, menelitinya dengan lebih lagi, dan menurutinya dengan lebih lagi. Kesalehan pribadi dan kemurnian hidup John Hus sangat dipengaruhi oleh tulisan-tulisan tokoh pergerakan reformasi lainnya, John Wycliffe, yang menekankan pembaruan hidup. Hus berkomitmen untuk menempatkan Alkitab sebagai otoritas tertinggi dalam hidupnya dan pelayanannya, dan bahkan seharusnya dalam pelayanan gereja. Dari titik inilah akan dimulai perjuangan reformasi Hus sampai akhir.

Diskusi dimulai ketika John Hus, sebagai seorang pendeta di Kapel Bethlehem di Praha, menentang sistem hierarki gereja pada saat itu. Pola hidup Hus yang berpusat pada otoritas Alkitab dan gaya khotbahnya yang terus terang menyebabkan Uskup Agung Praha dan Paus tidak senang dan melarang seluruh pelayanan khotbah dan pengajarannya karena dia berani menentang gaya hidup para imam yang tidak bermoral dan boros. Dia menyatakan bahwa Kristuslah yang menjadi satu-satunya kepala jemaat bukan Paus. Dia menentang diterbitkannya Surat Penghapusan Dosa karena hanya Allah yang berkuasa mengampuni dosa. Dia meyakini bahwa seluruh pelayanan khotbah dan pengajaran paus dan uskup harus sesuai dengan Alkitab. Dan, dia juga menekankan bahwa semua orang Kristen sejati harus sungguh-sungguh belajar Alkitab sehingga mereka tidak mematuhi begitu saja perintah dari para imam kalau bertentangan dengan Alkitab. Hus melukiskan pada dinding kapel kebobrokan gaya hidup dan integritas kerohanian para pemimpin gereja (para paus) pada waktu itu dengan gambaran perbedaan yang sangat tajam antara perilaku mereka dengan Yesus: para paus dilukiskan sedang naik kuda sementara Yesus berjalan tanpa alas kaki dalam melaksanakan tugas pengabaran Injil, lalu Yesus dilukiskan sedang membasuh kaki para murid sementara para paus dicium kakinya oleh para umat.

Pelajaran paling penting yang bisa kita dapatkan dari diskusi ini adalah kesetiaan Tuhan Yesus Kristus memegang kasih setia dan menjaga perjanjian kekal-Nya sampai selama-lamanya. Dalam setiap zaman, Dia mengutus hamba-hamba-Nya untuk menjaga kemurnian pengajaran Injil keselamatan-Nya. John Hus adalah seorang hamba Tuhan yang diberikan kasih karunia memiliki kesalehan pribadi dan kemurnian hidup (pola hidup kaum puritan), mengikuti jejak hidup dan gerakan pembaruan John Wycliffe. Alkitab menjadi otoritas tertinggi dalam hidup pribadi dan setiap pelayanan khotbah dan pengajaran yang dipercayakan kepadanya. Dengan berani, dia memproklamirkan bahwa Kristus sendirilah yang menjadi kepala jemaat, yang membuat dia berdiri teguh menentang hidup pribadi dan kepemimpinan rohani para pemimpin gereja dan sistem hierarki gereja pada waktu itu, yang bobrok dan tidak sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. John Hus bersyukur dilayakkan mengalami persekusi (penganiayaan) dalam segala hal karena pemberitaan Injil Yesus Kristus. Saat api pada kayu sula mulai membakar tubuhnya, dia menyanyikan lagu pujian kepada Tuhannya, "Kristus, Engkau Anak Allah yang Hidup, kasihanilah aku". Kematian martirnya sungguh-sungguh telah ikut menyalakan api nasionalisme dan reformasi gereja pada setiap jaman. Roh Kristus yang menguatkan hati John Hus menjadi hamba Tuhan yang setia sampai mati juga memimpin hati kita semua dan generasi anak-anak Tuhan pada masa mendatang untuk berdiri teguh menegakkan kebenaran Injil Yesus Kristus dalam setiap kegerakan kebangunan rohani dan reformasi sampai Dia datang kedua kalinya. "Kristus, Engkau Anak Allah yang Hidup, kasihanilah jemaat-Mu".

Demikian tulisan blog mengenai pengalaman serta pelajaran yang saya dapatkan melalui setiap sesi diskusi Bio-Kristi tentang hidup dan pelayanan John Hus. Terima kasih untuk grup ini dan pendapat dari semua rekan anggota grup. Tuhan Yesus memberkati. (JM)

Soli Deo Gloria.

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru