Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereEverett Koop / Charles Everett Koop

Charles Everett Koop


"Berada di ruang operasi merupakan masa-masa paling bahagia bagiku. Saya suka pembedahan/operasi karena saya sangat mengagumi tubuh manusia, mengagumi bagaimana seluruh organ anatominya memungkinkan tubuh itu berfungsi."

Charles Everett Koop lahir pada 14 Oktober 1916 dan dibesarkan di Brooklyn, New York. Ayahnya bernama John Everett Koop, seorang eksekutif bank. Sedangkan ibunya bernama Helen Apel.

Sejak berusia enam tahun, Koop terinspirasi keluarganya yang di kemudian hari memengaruhi profesinya. Kakeknya, seorang pengukir amatir yang terampil, memengaruhi Koop dalam menggunakan tangannya sebagai seorang pembedah. Ibunya, Helen, membantu dalam sejumlah operasi yang dilakukan di rumah di lingkungan mereka dengan mengurusi masalah anestesi (pembiusan), peran yang biasa dilakonkan oleh orang awam.

Sebagai anak muda, Koop telah terbiasa dengan alat-alat atau sarana-sarana medis ortopedi. Lalu pada usia empat belas tahun, dengan bantuan teman dan mahasiswa Columbia University`s College of Physicians and Surgeons, ia menyusup ke ruang pengamatan kamar bedah untuk menyaksikan jalannya suatu pembedahan. Di ruang bawah rumahnya, bersama ibunya yang mengurus anestesi, Koop sering melakukan operasi terhadap kelinci, tikus, dan kucing. Pada usia enam belas tahun, Koop menjadi sukarelawan musim panas di Mather Memorial Hospital dan St. Charles Hospital for Crippled Children dekat rumah liburan keluarganya di Port Washington di Long Island.

Pada tahun 1938, ia menikah dengan Elizabeth "Betty" Flanagan. Dari pernikahannya ini, mereka dikaruniai empat orang anak -- Allen Koop (kelak menjadi profesor sejarah, lahir tahun 1944), Norman Koop (menjadi Pendeta Presbyterian, 1946), dan David Charles Everett Koop (1948, namun meninggal tahun 1968 karena kecelakaan mendaki gunung), dan Elizabeth Koop Thompson (1951).

Pada musim panas 1941, Koop menjadi tenaga praktik di Pennsylvania Hospital, Philadelphia. Tahun 1942, dia memulai pembedahan yang bertempat di rumah dinasnya, di University of Pennsylvania Hospital. Karena dua tuntutan, yakni kebutuhan pembedahan korban Perang Dunia II dan melihat keterampilan alami Koop dalam melakukan operasi, penasehatnya, Isidor S. Ravdin, mengizinkan Koop melengkapi praktiknya menjadi 4,5 tahun. Seharusnya masa praktiknya itu diikuti selama sembilan tahun.

Pada akhir tahun 1945, Ravdin menyarankan agar Koop menerima penunjukannya sebagai kepala ahli bedah di Children`s Hospital of Philadelphia; saat itu ia baru berusia 29 tahun. Hal ini tentu saja menjadi kehormatan baginya, sekaligus pengakuan akan kemampuan bedahnya. Namun pada saat yang sama, itu menjadi tantangan karena saat itu pembedahan anak (paediatric surgery) belum dianggap sebagai bidang khusus dalam ilmu kedokteran. Lagipula, seperti kebanyakan dokter lainnya, dia hanya mendapatkan pelatihan tentang ilmu pediatri (kesehatan anak-anak) yang sangat minim; hanya enam kali dalam kelas kedokteran dan tidak pernah mendapatkannya lagi selama praktik kedokterannya, yang kemudian disusul dengan operasi yang sesekali dia lakukan untuk anak-anak, namun ia tidak pernah menolong proses kelahiran selama masa praktiknya itu. Meskipun demikian, Koop menjawab tantangan itu. Dia melengkapi dan mengembangkan dirinya melalui pelatihan pediatri selama satu tahun dengan pendiri bedah anak Amerika, William E. Ladd dan Robert E. Gross, di Children`s Hospital di Boston.

Ketika kembali ke Philadelphia akhir tahun 1946, ia mengalami penolakan dari beberapa dokter anak dan bedah umum dalam institusinya yang baru. Mereka beranggapan, rumah sakit tidak membutuhkan spesialis bedah anak. Koop segera meyakinkan mereka dengan keterampilannya, dan lebih dari tiga dekade telah membantu pembedahan anak dengan dasar bahwa tubuh anak bukanlah miniatur tubuh dewasa karena memiliki perbedaan anatomi dan fisiologi, dan karenanya membutuhkan prosedur pembedahan khusus.

Pendekatan ini mendorong Koop untuk lebih giat lagi meningkatkan pengobatan melalui operasi pada anak-anak, khususnya bayi. Sebagai tambahan dari penemuan anestesinya, Koop menjadi satu-satunya ahli bedah yang paling sering melakukan operasi pada anak, mengobati hernia, mengurangi rasa sakit, dan melakukan pembedahan dengan irisan yang lebih pendek dan dengan menempatkan jahitan pada kulit, bukan melalui kulit. Ia juga mengembangkan teknik untuk mengobati "esophageal atresia", sebuah cacat bawaan yang menyebabkan esofagus (tabung/tube berotot yang dilalui sewaktu makanan mengalir dari bagian mulut ke dalam lambung) tidak tersambung secara normal ke perut. Selama kariernya, ia telah menyelamatkan hampir lima ratus pasien. Ia juga menunjukkan kondisi kritis lain yang masih dapat diselamatkan, termasuk "hydrocephalus" yaitu, akumulasi cairan kepala di tengkorak kepala dan "diapraghmatic hernia", di mana organ-organ yang berhubungan dengan perut terdorong hingga ke dada melalui suatu lubang yang terdapat pada diafragma anak.

Pada tahun 1977, ia menjadi pusat perhatian dunia ketika menjadi ahli bedah pertama yang berhasil memisahkan dua jantung bayi kembar siam yang bergabung, dan ia berhasil menyelamatkan salah satu bayi tersebut. Keberhasilan operasi tersebut tidak terlepas dari upayanya merintis bidang ini sekaligus mendirikan unit perawatan intensif pembedahan pada anak yang baru lahir pada tahun 1956.

Koop tumbuh dalam sebuah keluarga Kristen. Namun, ia baru mengalami kebangunan rohani pada tahun 1948 setelah ia bergabung dengan Tenth Presbyterian Church of Philadephia. Dalam autobiografinya yang berjudul "Koop: The Memoirs of America`s Family Doctor" (dipublikasikan pada 1991), ia menulis, "Sebagai seorang yang sedang dilatih dan mengalami iman yang penuh di dalam sains, saya datang untuk melihat suatu peristiwa kebenaran yang tertinggi. Dari situ, saya melihat koeksistensi antara sains dan Allah." Koop dan Betty, istrinya, mendapat ujian iman ketika putra mereka, David, meninggal dalam kecelakaan pendakian tahun 1968.

Pada tahun 1973, Mahkamah Agung Amerika memutuskan untuk mengesahkan undang-undang aborsi. Hal ini mendorong Koop untuk menyatakan kekhawatirannya kepada publik. Ia khawatir aborsi akan merendahkan nilai hidup manusia, sekaligus mengendurkan kecaman moral pada pembunuhan bayi dan eutanasia dari anak-anak yang membutuhkan ketergantungan, seperti bayi yang terlahir cacat, orang yang cacat, sampai kaum lansia. Ia mengungkapkan keprihatinannya ini dalam bukunya "The Right to Live, The Right to Die", yang diterbitkan pada 1976, dan dalam "Whatever Happened to the Human Race?", sebuah proyek mulitimedia -- berisi lima film disertai dengan ceramah dan seminar -- yang diproduksi atas kerja sama dengan seorang teolog terkemuka, Francis Schaeffer, pada 1978.

Melalui berbagai pidato, seminar, dan film, Koop menjadi seorang yang terkemuka di kalangan aktivis antiaborsi, sekaligus menarik perhatian Presiden AS yang baru terpilih, Ronald Reagen, yang juga dikenal sebagai musuh para pendukung aborsi. Reagen menominasikan Koop untuk menjabat Kepala Ahli Bedah Nasional (U.S. Surgeon General; panggung berotoritas yang melaluinya bangsa dididik dalam masalah kesehatan, pencegahan penyakit, dan penanganan ancaman bahaya kesehatan). Posisi itu akhirnya dipercayakan kepadanya pada tahun 1981. Selama dua periode masa jabatannya sebagai Kepala Ahli Bedah Nasional, Koop menjadi juru bicara pemerintah yang sangat menonjol, khususnya dalam isu-isu yang merusak kesehatan masyarakat Amerika, meskipun menurut undang-undang ia hanya memiliki sedikit otoritas dengan bujet yang minim.

Iman Kristen dan komitmen profesinya untuk menyelamatkan hidup anak-anak yang baru lahir mendorongnya untuk menjadi pembicara yang gigih dalam menentang aborsi. Namun, ia kemudian membuat jarak dengan kaum konservatif dengan menyatakan bahwa aborsi merupakan masalah moral, bukan salah satu dari kesehatan publik sehingga harus berada di luar tanggung jawab resminya. Pada saat yang sama, ia menemukan kesamaan landasan pikiran dengan kaum liberal dalam menekankan pentingnya kebebasan mendapatkan informasi kesehatan, memerhatikan industri tembakau, dan mendorong peran pemerintah yang lebih besar lagi dalam melawan AIDS.

Koop mengundurkan diri pada bulan Oktober 1989, sebulan sebelum masa jabatannya yang kedua berakhir. Ia kemudian menjadi pembicara dalam National Safe Kids Campaign, sebuah upaya untuk mengurangi kecelakaan pada anak-anak. Selama tahun 90-an, Koop terus berbicara secara luas tentang pembaharuan perawatan kesehatan dan mempromosikan penggunaan Internet untuk menyebarkan informasi kesehatan. Ia tinggal dengan istrinya di Hanover, New Hampshire, di mana ia menjabat sebagai sarjana senior di the C. Everett Koop Institute di Dartmouth College.

Diringkas dari:

Judul artikel : The C. Everett Koop Papers: Biographical Information
Penulis : Tidak dicantumkan
Nama situs : Profiles in Science National Library of Medicine
Alamat URL : http://profiles.nlm.nih.gov/

 

Diringkas oleh: Riwon Alfrediansyah

Sumber: Bio-Kristi 19

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru