Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereBio-Kristi No.104 Desember 2012 / Bio-Kristi No.104 Desember 2012

Bio-Kristi No.104 Desember 2012


Kontribusi Doddridge di Bidang Pendidikan dan Kerohanian

Berdasarkan pada kebebasan beragama, Philip Doddridge menolak tawaran yang akan menuntunnya ke dalam pelayanan Anglican atau kariernya di bidang hukum. Pada tahun 1719, ia memilih untuk masuk ke akademi Dissenting di Kibworth, Leicestershire. Di tempat itu, ia diajar oleh John Jennings, yang membantu Doddridge meraih sukses dengan cepat pada tahun 1723. Setahun kemudian, dalam pertemuan umum para pelayan nonkonformis, Philip Doddridge dipilih menjadi pemimpin akademi yang baru saja didirikan beberapa kilo meter dari Pasar Harborough, yang kemudian dikenal dengan nama Akademi Daventry. Pada tahun yang sama, ia menerima sebuah undangan untuk menjadi pendeta di sebuah jemaat independen di Northampton. Di sinilah, kepopulerannya sebagai seorang pengkhotbah menjadi pokok pembicaraan, terutama karena ia memiliki "perasaan yang sangat mudah tersentuh, ditambah dengan kelebihan fisik, dan ketulusan yang sempurna". Ciri khas khotbahnya sangat praktis dan tujuannya adalah untuk membina para pendengarnya tentang bingkai pikiran rohani dan ketaatan.

Philip Doddridge

Philip Doddridge lahir pada tahun 1702, ia adalah anak ke-20 bagi ayah dan ibunya. Namun, ia disisihkan karena lahir prematur. Meski demikian, ia dapat bertahan dan menjadi seorang pendeta yang terkenal. Pada usia 13 tahun, Doddridge kehilangan ayahnya. Pada tahun yang sama, ia masuk ke sekolah swasta di St. Albans. Di kota tersebut, ia berkenalan dengan Dr. Samuel Clark, pendeta dari gereja nonkonformis [gereja yang tidak sealiran dengan Gereja Inggris (Church of England) - Red]. Dr. Clark sangat baik kepada Doddridge, dan bahkan perlakuannya kepada Doddridge seperti ayah kedua baginya. Beberapa tahun kemudian, Doddridge bergabung dengan Gereja Inggris di St. Albans. Pada suatu hari Minggu, ia membuat sebuah perjanjian dengan Allah dan menuliskan isinya. Dari tahun ke tahun, dia terus memperbaruinya dan memohon ampunan kepada Allah atas kegagalannya melakukan perjanjiannya setepat yang ia inginkan.

Michael Josephson -- Dosen, Pembicara

"Integritas pribadi itu penting; bukan karena integritas membuat kita mendapatkan apa yang kita inginkan, melainkan karena integritas membantu kita untuk menjadi seperti yang kita inginkan." Michael Josephson -- Dosen, Pembicara

Pengantar Bio 104 Desember 2012

Salam damai dalam Yesus Kristus,

Allah memiliki rencana yang indah bagi setiap anak-Nya, sehingga Ia memanggil dan melengkapi setiap anak-Nya untuk menggenapi rencana-Nya. Hal itu juga yang dapat kita lihat di dalam diri seorang hamba Tuhan yang bernama Philip Doddridge. Allah memanggilnya menjadi hamba-Nya, memberi dia kemampuan untuk menjadi seorang gembala dan menjadi seorang penulis beberapa himne yang menguatkan iman. Bahkan, lebih dari itu, ia adalah hamba Tuhan yang memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Allah sampai akhir hayatnya. Ingin tahu kisah hidup penulis himne ini? Simaklah sajian kami dalam edisi ini.

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru