Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereProfesi / Pendeta / Pendeta

Pendeta


Andrew Murray

Andrew Murray merupakan anak kedua dari Andrew Murray Sr. (1794 -- 1866), seorang misionaris Gereja Reformasi Belanda yang dikirim dari Skotlandia ke Afrika Selatan. Andrew Murray lahir pada 9 Mei 1828 di Graaff Reinet, Afrika Selatan. Ibunya memiliki koneksi dengan kaum Huguenot Perancis dan Lutheran Jerman.

Dietrich Bonhoeffer

Dietrich Bonhoeffer adalah seorang pendeta gereja protestan Lutheran dan teolog yang aktif dalam perlawanan Jerman terhadap berbagai kebijakan Hitler dan Nazi.

Akibat perlawanannya terhadap rezim Nazi, Bonhoeffer ditangkap dan dieksekusi di kamp konsentrasi Flossian, di akhir-akhir bulan masa perang. Ia dikenang sebagai sebuah simbol penting dari perlawanan terhadap Hitler, dan pandangannya terhadap kekristenan semakin berpengaruh.

Henry Francis Lyte

Diringkas oleh: Berlin B.

Henry Francis Lyte lahir di desa Ednam, di dekat Kelso, Skotlandia, pada tanggal 1 Juni 1793. Ia adalah anak kedua dari Kapten Thomas Lyte dan istrinya, Anna Maria. Ia memiliki dua saudara laki-laki: Thomas dan George.

Pada tahun 1793, Inggris berperang melawan para pendukung Napoleon Perancis. Pada tahun 1796, Inggris tengah prihatin mengenai isu pemberontakan di Irlandia dan mengenai kekuatan Perancis yang sedang mencoba mendarat di Teluk Bantry untuk mendukung para pemberontak Irlandia. Tahun 1798, pemberontakan Irlandia pecah, dan Kapten Thomas Lyte menjadi salah seorang dari pasukan yang dikirim Inggris ke Sligo untuk memadamkan pemberontakan di wilayah itu. Anna Maria dan ketiga putranya menyusul kemudian.

Theodore Hesburgh -- Pendeta

"Prinsip dasar saya adalah bahwa Anda bukanlah mengambil keputusan-keputusan karena mudah, murah, atau populer; melainkan karena benar."

Ho Lukas Senduk

Pdt. Prof. Dr. Ho Lukas Senduk, yang lebih dikenal dengan sebutan H.L. Senduk atau Oom Ho, dilahirkan di Ternate, 4 Agustus 1917 dengan nama Ho Liong Seng.

Roy L. Smith -- Pendeta

"Kesulitan terbesar dunia bukanlah kemampuannya untuk menghasilkan sesuatu, tetapi ketidakmauan untuk berbagi."

Oswald Chambers

Oswald Chambers adalah seorang pendeta dan guru yang sangat terkenal dengan renungan hariannya, "My Utmost for His Highest". Ketenarannya muncul setelah kematiannya dan dapat dianggap sebagai andil istrinya yang merangkum bahan khotbah dan ceramahnya yang panjang dari catatan singkat yang ditulis istrinya tersebut dengan cepat.

"Perkataan Yesus yang agung kepada para murid-Nya telah diabaikan. Ketika Allah membawa kita ke dalam hubungan murid, kita harus siap menaati firman-Nya; percaya kepada-Nya dengan sepenuh hati dan mengerti bahwa ketika Dia membawa kita kepada ketaatan, kita dimampukan untuk menjalaninya."

Awal Mula Pertobatan Oswald Chambers

Sebagai seorang murid yang memiliki talenta istimewa, Chambers pernah mengajar dan membentuk komunitas lokal yang didedikasikannya untuk Robert Browning, penyair favoritnya. Pada waktu itu, Chambers tidak menemukan kepuasan dalam kekristenan. Menurutnya, Alkitab merupakan buku yang "menjemukan" dan tidak memberi inspirasi. Namun, setelah mengalami kekeringan rohani selama 4 tahun, Chambers menyadari bahwa dia tidak mampu menyucikan dirinya.

John Witherspoon

Rev. John Witherspoon bisa dianggap sebagai sesepuh dari para pelopor dalam sejarah Amerika. Beliau bukan hanya seorang pendeta terkemuka di Gereja Presbiterian, namun juga salah satu tokoh terpenting berdirinya negara Amerika Serikat. Meskipun sekarang beliau tidak terlalu dikenal, tetapi hidup dan karyanya sangat layak untuk dipelajari.

John Witherspoon lahir pada tanggal 5 Februari 1722 di Skotlandia. Ayahnya adalah seorang pendeta di Paroki Yester di Skotlandia. Ketika berumur 14 tahun, John Witherspoon kuliah di Universitas Edinburg dan memperoleh izin untuk mengajarkan Injil saat berumur 21 tahun. Beliau ditahbiskan sebagai pendeta di Paroki Beith, di Skotlandia Barat, pada tahun 1745. Tidak lama kemudian, beliau menikahi Elizabeth Montgomery.

Kontribusi Witherspoon Bagi Amerika Serikat

Dukungan John Witherspoon terhadap kiprah bangsa Amerika tidaklah mengejutkan. Beliau menganut filsafat politik John Locke dengan sepenuh hati, begitu juga paham psikologinya. Beliau juga membawa gagasan kuat tentang "kemerdekaan Inggris" dari Skotlandia, yang dianggapnya sangat terancam karena kebijakan Inggris. Ketika John Adams singgah di Princeton dalam perjalanannya menuju pertemuan pertama Kongres Kontinental pada tahun 1774, dia bertemu Witherspoon dan menyebut beliau sebagai "Putra Kemerdekaan, seorang yang penting di Amerika Serikat."

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru