Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

You are hereMusisi Kristen / Keith Green

Keith Green


Keith Green berusia 15 tahun ketika pertama kali dia kabur dari rumah. Dia mulai menulis jurnal selama bertahun-tahun dia mencari petualangan musikal dan kebenaran rohani. Keith memiliki latar belakang Yahudi, tetapi saat tumbuh dewasa dia membaca Perjanjian Baru. Dia menyebutnya "kombinasi aneh" yang membuatnya berpikiran terbuka, namun tidak merasa puas. Pencarian jati dirinya membuatnya lari kepada obat-obatan, praktik mistik, dan seks bebas.

Ketika Keith berumur 19 tahun, dia bertemu dengan teman sesama musisi yang bernama Melody. Mereka pun menikah setahun kemudian, tetapi pencarian rohaninya terus berlanjut. Kemudian, ketika dia hampir kehilangan harapan, Keith menemukan kebenaran yang dia cari. Semenjak berusia 21 tahun, dia tidak kembali lagi kepada kehidupan lamanya.

Apa yang dulu pernah membingungkannya, kini menjadi masuk akal. Dengan bangga dia berkata kepada dunia, "Saya seorang Kristen Yahudi." Tidak lama setelah Keith membuka hatinya untuk Yesus, dia dan Melody juga membuka rumah mereka untuk pelayanan. Siapa pun yang membutuhkan, ingin lepas dari obat-obatan, atau meninggalkan jalanan, disambutnya. Tentu saja, mereka juga mendengar banyak hal tentang Yesus.

Bukan hanya hidup Keith yang mengalami perubahan radikal, namun sebagai penulis lagu dan musisi hebat, musiknya pun berubah. Keinginannya untuk mengejar popularitas berakhir. Lagu-lagunya kini mencerminkan kesungguhan hati yang besar untuk menemukan Yesus dan menyadari bahwa hidupnya sendiri telah berubah secara radikal. Kualitas kerohanian Keith tidak hanya membuatnya keluar dari zona nyaman, tetapi juga membawanya melampaui kapasitasnya sendiri.

Meskipun agak enggan, Keith terdorong untuk terlibat dalam pelayanan "Yohanes Pembaptis", yang mengajak orang-orang percaya untuk sadar diri, bertobat, dan hidup seperti apa yang mereka percayai. Keith merasa dia pasti telah lebih dulu bertemu dengan Yesus seandainya ia tidak menjalani kehidupan ganda. Dia membuat jemaat terusik dengan berkata, "Jika Anda memuji dan menyembah Yesus dengan mulut Anda, namun hidup Anda tidak memuji dan menyembah Dia, pasti ada sesuatu yang salah!"

Komitmen radikal yang dikhotbahkannya menjadi kerinduan hatinya. Dia berkata, "Mengasihi Dia harus menjadi perkara kita. Dia dapat mengurus banyak perkara lain tanpa kita, tetapi Dia tidak dapat membuat kita mengasihi Dia dengan segenap hati kita. Ini tugas yang harus kita kerjakan. Hal-hal lainnya hanyalah kepalsuan."

Lagu-lagu Keith sering lahir di tengah-tengah masa pergumulan rohaninya. Dia menunjuk dirinya sendiri, dengan menulis lirik yang jujur dan pedas, namun dia menyediakan ruang bagi Allah untuk menyadarkan sebagian dari kita juga. Dia tahu perjalanan ke surga sering kali memutar melalui lembah berlumpur dan dia tidak melihat sesuatu yang bernilai dalam menggambarkan hal sebaliknya.

Dengan kejujuran Keith, dia pasti terganggu oleh pemahaman semu tentang hidupnya