Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereTahukah Anda / Referensi Alkitab dari Laura Ingalls

Referensi Alkitab dari Laura Ingalls


Referensi-referensi berikut ditulis oleh Laura Ingalls Wilder dalam Alkitabnya

Dalam menghadapi krisis; baca Mazmur 48

Besarlah TUHAN dan sangat terpuji di kota Allah kita! Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang permai, adalah kegirangan bagi seluruh bumi; gunung Sion itu, jauh di sebelah utara, kota Raja Besar. Dalam puri-purinya Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai benteng. Sebab lihat, raja-raja datang berkumpul, mereka bersama-sama berjalan maju; demi mereka melihatnya, mereka tercengang-cengang, terkejut, lalu lari kebingungan. Kegentaran menimpa mereka di sana; mereka kesakitan seperti perempuan yang hendak melahirkan. Dengan angin timur Engkau memecahkan kapal-kapal Tarsis. Seperti yang telah kita dengar, demikianlah juga kita lihat, di kota TUHAN semesta alam, di kota Allah kita; Allah menegakkannya untuk selama-lamanya. Sela. Kami mengingat, ya Allah, kasih setia-Mu di dalam bait-Mu. Seperti nama-Mu, ya Allah, demikianlah kemasyhuran-Mu sampai ke ujung bumi; tangan kanan-Mu penuh dengan keadilan. Biarlah gunung Sion bersukacita; biarlah anak-anak perempuan Yehuda bersorak-sorak oleh karena penghukuman-Mu! Kelilingilah Sion dan edarilah dia, hitunglah menaranya, perhatikanlah temboknya, jalanilah puri-purinya, supaya kamu dapat menceriterakannya kepada angkatan yang kemudian: Sesungguhnya inilah Allah, Allah kitalah Dia seterusnya dan untuk selamanya! Dialah yang memimpin kita!

Ketika merasa kecil hati; Mazmur 23&24.

TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai. Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia. Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub. Sela Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! Siapakah itu Raja Kemuliaan? TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan! Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?" TUHAN semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan! Sela

Kesepian atau ketakutan; baca Mazmur 27

TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar? Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku, mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh. Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itupun aku tetap percaya. Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu. Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN. Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku! Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN. Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka; Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku! Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku. Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku. Janganlah menyerahkan aku kepada nafsu lawanku, sebab telah bangkit menyerang aku saksi-saksi dusta, dan orang-orang yang bernafaskan kelaliman. Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

Merencanakan sebuah anggaran; baca Lukas pasal 19

Maka, masuklah Yesus dan melewati Kota Yerikho. Di sana ada seorang laki-laki bernama Zakheus, ia adalah kepala pengumpul pajak dan seorang yang kaya. Ia berusaha melihat Yesus, tetapi tidak dapat karena terhalang orang banyak; sebab tubuhnya pendek. Jadi, Zakheus berlari mendahului orang banyak dan memanjat sebuah pohon ara untuk melihat Yesus karena Ia akan melewati jalan itu. Ketika Yesus sampai di tempat Zakheus berada, Ia menengadah dan berkata kepadanya, “Zakheus, segeralah turun karena hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” Maka, Zakheus pun segera turun dan menerima Yesus dengan bersukacita. Namun, ketika semua orang melihat hal itu, mereka mulai menggerutu dan berkata, “Ia menjadi tamu di rumah seorang yang berdosa.” Kemudian, Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan, “Tuhan, lihatlah, separuh dari hartaku akan kuberikan kepada orang miskin, dan jika aku telah menggelapkan harta seseorang, aku akan mengembalikannya 4 kali lipat.” Maka, Yesus berkata kepada Zakheus, “Pada hari ini, keselamatan telah datang ke atas rumah ini karena orang ini juga anak Abraham. Sebab, Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” Sementara mereka mendengarkan semua ini, Yesus melanjutkan dengan menceritakan sebuah perumpamaan karena Ia sudah dekat dengan Yerusalem dan karena mereka menyangka bahwa Kerajaan Allah akan segera datang. Oleh karena itu, Ia pun berkata, “Seorang bangsawan pergi ke negeri yang jauh untuk diangkat menjadi raja, dan sesudah itu ia akan pulang. Kemudian, tuan itu mengumpulkan sepuluh orang pelayannya dan memberi mereka uang sebesar sepuluh mina. Katanya kepada mereka, ‘Berdaganglah menggunakan uang ini sampai aku kembali.’ Akan tetapi, orang-orang sebangsanya membenci dia dan mengirimkan perwakilan setelah ia berangkat untuk berkata, ‘Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami.’ Setelah diangkat menjadi raja, bangsawan itu kembali dan memerintahkan hamba-hamba yang telah diberinya uang itu dipanggil menghadapnya supaya ia dapat mengetahui berapa besar keuntungan yang mereka dapatkan dari berdagang. Pelayan yang pertama datang dan berkata, ‘Tuan, uang satu mina milikmu itu telah menghasilkan sepuluh mina lagi.’ Raja itu berkata kepadanya, ‘Bagus sekali, hai kamu hamba yang baik! Karena kamu setia dalam urusan yang kecil, kamu akan memerintah atas sepuluh kota.’ Pelayan yang kedua pun datang dan berkata, ‘Tuan, uang satu mina milikmu itu telah menghasilkan lima mina.’ Lalu, sang raja berkata kepada hamba itu, ‘Berkuasalah kamu atas lima kota.’ Kemudian, datanglah hamba yang satu lagi dan berkata, ‘Tuan, ini uang satu mina milikmu yang aku simpan dalam sapu tangan. Aku takut kepadamu sebab engkau orang yang keras. Engkau mengambil apa yang tidak pernah engkau simpan dan memanen apa yang tidak pernah engkau tanam.’ Kemudian, raja itu berkata kepadanya, ‘Aku akan mengadilimu sesuai dengan perkataanmu, hai kamu hamba yang jahat! Jadi, kamu tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah kusimpan dan memanen apa yang tidak aku tanam? Kalau begitu, mengapa kamu tidak menaruh uangku di tempat orang menjalankan uang sehingga ketika aku kembali, aku akan menerima uangku itu beserta dengan bunganya?’ Lalu, raja itu berkata kepada orang-orang yang berdiri di situ, ‘Ambil mina itu darinya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina.’ Namun, mereka berkata kepada sang raja, ‘Tuan, hamba itu sudah mempunyai sepuluh mina.’ Jawab raja itu, ‘Aku berkata kepadamu, setiap orang yang mempunyai akan diberi lebih, tetapi dari orang yang tidak mempunyai apa pun, semua yang dimilikinya akan diambil. Akan tetapi, tentang musuh-musuhku yang tidak menginginkan aku menjadi raja atas mereka, bawalah mereka kemari dan bunuhlah mereka di hadapanku.’ Setelah Yesus mengatakan hal-hal itu, Ia berjalan lebih dahulu menuju Yerusalem.

Untuk hidup berhasil dengan orang lain; baca Roma pasal 12

Karena itu, oleh kemurahan Allah, aku mendorong kamu, saudara-saudara, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah; itulah ibadahmu yang sejati. Janganlah menjadi sama dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan akal budimu, sehingga kamu dapat membedakan apa yang menjadi kehendak Allah, dan yang sempurna. Sebab, melalui anugerah yang telah diberikan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu supaya jangan memikirkan hal-hal yang lebih tinggi daripada yang harus ia pikirkan, tetapi supaya berpikir jernih sesuai ukuran iman yang telah Allah berikan kepada masing-masing. Sebab, seperti sebuah tubuh, kita memiliki banyak anggota, tetapi masing-masing tidak memiliki tugas yang sama. Begitu juga kita, walaupun banyak, tetapi adalah satu tubuh dalam Kristus. Dan, masing-masing kita adalah anggota bagi yang lain. Kita memiliki anugerah yang berbeda-beda menurut kasih karunia yang diberikan kepada kita. Jika untuk bernubuat, baiklah kita melakukannya sesuai dengan bagian iman kita. Jika untuk melayani, baiklah ia melayani, atau jika untuk mengajar, baiklah ia mengajar. Atau jika untuk menghibur, baiklah ia memberi penghiburan, jika untuk memberi, baiklah ia memberi dengan murah hati, jika untuk memimpin, baiklah ia memimpin dengan kesungguhkan, jika dengan menunjukkan belas kasih, baiklah ia melakukannya dengan suka cita. Hendaklah kasih tidak pura-pura. Bencilah yang jahat, dan berpeganglah pada apa yang baik. Hendaklah kamu saling mengasihi dengan kasih persaudaraan dan saling mendahului dalam memberi hormat, janganlah kerajinanmu kendor, hendaknya kamu menyala-nyala dalam roh dan layanilah Tuhan. Bersukacitalah dalam pengharapan, tabahlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! Ikutlah ambil bagian dalam mencukupi kebutuhan orang-orang kudus, berusahalah dalam menunjukkan keramahan. Berkatilah mereka yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk! Bersukacitalah dengan mereka yang bersukacita, dan menangislah dengan mereka yang menangis. Pikirkanlah hal yang sama satu sama lain. Jangan memikirkan hal-hal yang tinggi, melainkan arahkanlah kepada orang-orang yang dianggap rendah. Janganlah menganggap dirimu bijaksana! Janganlah membalas kepada seorang pun kejahatan dengan kejahatan. Lakukanlah yang baik di hadapan semua orang. Jika mungkin, sekiranya hal itu tergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang. Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah. Sebab ada tertulis, “Pembalasan adalah hak-Ku, Akulah yang akan membalasnya,” firman Tuhan. “Akan tetapi, jika musuhmu lapar, berilah ia makan, dan jika musuhmu haus, berilah ia minum. Dengan melakukan ini, kamu akan menumpukkan bara api di atas kepalanya.” Jangan kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan.

Sakit atau menderita; baca Mazmur 91

Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai." Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok. Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang. Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik. Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu. Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga. "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku."

Ketika Anda bepergian, bawalah bersama Anda Mazmur 121

Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel. Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam. TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.

Ketika sangat letih, bacalah Matius 11:28 & 30 dan Roma 8:31-39

Datanglah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, dan Aku akan memberimu kelegaan.

Sebab, kuk yang Kupasang itu mudah dan beban-Ku ringan.

Jadi, apa yang akan kita katakan tentang semua ini? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang melawan kita? Dia yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimana mungkin Ia bersama-sama dengan Dia tidak mengaruniakan segala sesuatu bagi kita? Siapakah yang akan mendakwa orang-orang pilihan Allah? Allah yang membenarkan mereka. Siapakah yang akan memberi hukuman? Yesus Kristus yang telah mati, bahkan yang telah dibangkitkan dari kematian, duduk di sebelah kanan Allah untuk bersyafaat bagi kita. Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Apakah penindasan, atau kesulitan, atau penganiayaan, atau kelaparan, atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis, "Demi Engkau, kami berada dalam bahaya maut sepanjang waktu; kami dianggap sebagai domba-domba sembelihan." Akan tetapi, dalam semuanya ini, kita lebih daripada para pemenang oleh Dia yang mengasihi kita. Sebab, aku diyakinkan bahwa bukan kematian maupun kehidupan, bukan juga malaikat-malaikat maupun pemerintah-pemerintah, bukan juga hal-hal yang sekarang maupun yang akan datang, kekuasaan, bukan pula yang ada di atas maupun yang ada di bawah, ataupun suatu ciptaan lainnya, mampu memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Yesus Kristus, Tuhan kita.

Ketika keadaan yang buruk menjadi lebih buruk, 2 Timotius 3

Perhatikanlah bahwa pada hari-hari terakhir, masa-masa kesukaran akan datang. Sebab, orang akan menjadi pencinta diri sendiri, pencinta uang, pembual, sombong, penghujat, tidak taat kepada orang tua, tidak tahu berterima kasih, tidak suci, tidak tahu mengasihi, tidak suka berdamai, suka memfitnah, tidak bisa mengendalikan diri, kejam, tidak menyukai apa yang baik, pengkhianat, ceroboh, angkuh, lebih mencintai hawa nafsu daripada mencintai Allah, kelihatan saleh tetapi menyangkali kuasanya. Jauhilah orang-orang seperti ini. Sebab, di antara mereka ada orang-orang yang menyusup ke dalam jemaat dan menawan perempuan-perempuan lemah yang dibebani dengan banyak dosa dan menyeret mereka dengan berbagai hawa nafsu. Perempuan-perempuan seperti itu selalu belajar, tetapi tidak pernah bisa sampai kepada pengenalan akan kebenaran. Sama seperti Yanes dan Yambres yang melawan Musa, demikian juga orang-orang ini yang melawan kebenaran. Pikiran mereka telah rusak dan iman mereka tidak tahan uji. Akan tetapi, mereka tidak bisa lebih jauh lagi karena kebodohan mereka akan nyata bagi setiap orang, sama seperti kedua orang itu. Namun, kamu telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, tujuan hidupku, imanku, kesabaranku, kasihku, dan ketekunanku, seperti penganiayaan dan penderitaan yang kualami di Antiokhia, Ikonium, dan Listra. Aku bertahan dalam penganiayaan, dan Tuhan menyelamatkanku dari semua itu. Sesungguhnya, semua orang yang ingin hidup saleh dalam Yesus Kristus akan dianiaya, sedangkan orang-orang jahat dan para penipu akan menjadi lebih buruk lagi, mereka menyesatkan dan disesatkan. Sedangkan untuk kamu, lanjutkanlah dengan apa yang telah kamu pelajari dan telah kamu yakini karena kamu tahu dari siapa kamu mempelajarinya, sebagaimana sejak kecil kamu sudah mengenal Kitab Suci yang sanggup memberimu hikmat kepada keselamatan melalui iman dalam Yesus Kristus. Semua Kitab Suci dinapasi oleh Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik dalam kebenaran. Dengan demikian, manusia milik Allah akan cakap dan diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.

Ketika teman-teman kembali pada Anda, peganglah 1 Korintus 13

Jika aku dapat berbicara dalam bahasa-bahasa manusia dan para malaikat, tetapi tidak mempunyai kasih, aku adalah gong yang berbunyi dan canang yang gemerincing. Jika aku mempunyai karunia bernubuat dan mengetahui semua rahasia dan semua pengetahuan, dan jika aku memiliki semua iman untuk memindahkan gunung-gunung, tetapi tidak mempunyai kasih, aku bukanlah apa-apa. Jika aku memberikan semua hartaku untuk memberi makan kepada orang miskin, dan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada gunanya bagiku. Kasih itu bersabar dan bermurah hati, kasih itu tidak cemburu, tidak memegahkan diri, dan tidak sombong, tidak melakukan yang tidak pantas, tidak mencari kepentingan diri sendiri, tidak mudah marah, tidak memperhitungkan kesalahan orang lain, tidak bersukacita atas ketidakbenaran, melainkan bersukacita bersama kebenaran. Kasih itu tahan menanggung segala sesuatu, mempercayai segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, dan sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak pernah berakhir. Namun, jika ada nubuatan-nubuatan, akan ditiadakan; jika ada bahasa-bahasa, akan dihentikan; dan jika ada pengetahuan, akan dilenyapkan. Sebab, kita mengetahui sebagian saja dan kita bernubuat sebagian saja. Namun, ketika yang sempurna tiba, yang sebagian itu akan dilenyapkan. Ketika aku kanak-kanak, aku berbicara seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak, dan menghitung-hitung seperti kanak-kanak. Ketika aku menjadi dewasa, aku meninggalkan hal-hal yang kanak-kanak itu. Karena sekarang kita melihat dalam cermin secara samar-samar, tetapi kemudian muka dengan muka. Sekarang, aku hanya mengenal sebagian, tetapi kemudian aku akan mengenal sepenuhnya, seperti aku juga telah dikenali sepenuhnya. Jadi, sekarang ketiga hal ini yang tetap tinggal, yaitu iman, pengharapan, dan kasih; tetapi yang terbesar dari ketiganya adalah kasih.

Untuk kedamaian di dalam hati, Yohanes pasal 14

“Janganlah hatimu menjadi gelisah; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku ada banyak tempat tinggal; jika tidak demikian, Aku tentu sudah mengatakannya kepadamu karena Aku pergi untuk menyediakan sebuah tempat bagimu. Dan, jika Aku pergi dan menyediakan sebuah tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawamu kepada-Ku supaya dimana Aku berada, kamu pun berada. Dan, kamu tahu jalan ke tempat Aku pergi.” Lalu Tomas berkata kepada-Nya, “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi, bagaimana kami tahu jalan itu?” Yesus berkata kepadanya, “Akulah jalan, dan kebenaran, dan kehidupan. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Jika kamu telah mengenal Aku, kamu juga telah mengenal Bapa-Ku; mulai sekarang, kamu telah mengenal Bapa dan telah melihat Dia.” Filipus berkata kepada-Nya, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, dan itu sudah cukup bagi kami.” Yesus menjawab dia, “Filipus, sudah sekian lama Aku bersama-sama kamu, dan kamu masih belum mengenal Alu? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa, bagaimana kamu bisa berkata, ‘Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami?’ Apakah kamu tidak percaya bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Perkataan-perkataan yang Aku katakan kepadamu, Aku tidak mengatakannya dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa yang tinggal di dalam Akulah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Dengan sesungguhnya, Aku mengatakan kepadamu, setiap orang yang percaya kepada-Ku, pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, dia juga akan melakukannya; dan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada semua ini karena Aku pergi kepada Bapa. Apa pun yang kamu minta dalam nama-Ku, itu akan Aku lakukan supaya Bapa dimuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta apa pun kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya. Jika kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti semua perintah-Ku. Aku akan meminta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu Penolong yang lain, supaya Ia bersamamu selamanya, yaitu Roh Kebenaran, yang tidak dapat diterima dunia, karena dunia tidak melihat Dia atau mengenal Dia; tetapi kamu mengenal Dia karena Ia tinggal bersamamu dan akan ada di dalammu. Aku tidak akan meninggalkanmu seperti yatim piatu; Aku akan datang kepadamu. Tidak lama lagi, dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu akan melihat Aku; karena Aku hidup, kamu pun akan hidup. Pada hari itu, kamu akan tahu bahwa Aku di dalam Bapa-Ku, dan kamu di dalam Aku, dan Aku di dalam kamu. Siapa pun yang memegang perintah-Ku dan melakukannya, dia mengasihi Aku; dan orang yang mengasihi Aku dan dikasihi oleh Bapa-Ku, dan Aku akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.” Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepadanya, “Tuhan, bagaimana Engkau akan menyatakan diri-Mu kepada kami dan bukan kepada dunia?” Yesus menjawab dan berkata kepadanya, “Jika seseorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku; dan Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya dan tinggal bersamanya. Akan tetapi, orang yang tidak mengasihi Aku, tidak menuruti firman-Ku. Dan, firman yang kamu dengar itu bukan dari-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku. Semua hal ini telah Aku katakan kepadamu selama Aku masih bersamamu. Akan tetapi, Penolong itu, yaitu Roh Kudus, yang akan Bapa utus dalam nama-Ku, Dia akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu, dan akan mengingatkanmu pada semua yang telah Kukatakan kepadamu. Damai sejahtera Kutinggalkan bersamamu; damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, bukan seperti yang dunia berikan yang Aku berikan kepadamu. Jangan biarkan hatimu gelisah ataupun gentar.

Untuk menghindari kemalangan, Matius 7:24-27

Karena itu, semua orang yang mendengar perkataan-perkataan-Ku ini dan melakukannya akan menjadi seperti orang bijaksana yang membangun rumahnya di atas batu. Lalu, turunlah hujan dan datanglah banjir, dan angin bertiup menerpa rumah itu, dan rumah itu tidak roboh karena didirikan di atas batu. Dan, setiap orang yang mendengar perkataan-ku ini dan tidak melakukannya akan menjadi seperti orang bodoh yang membangun rumahnya di atas pasir. Lalu, turunlah hujan dan datanglah banjir, dan angin bertiup menerpa rumah itu, dan rumah itu roboh, dan sangat besar kerusakannya.

Untuk catatan tentang apa yang dapat dilakukan dalam percaya kepada Tuhan, Ibrani 11

Iman adalah jaminan atas segala sesuatu yang kita harapkan, dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kelihatan. Sebab, oleh iman merekalah orang-orang pada zaman dulu memperoleh pujian. Oleh iman, kita mengerti bahwa alam semesta diciptakan dengan firman Allah. Jadi, apa yang kelihatan tidak terbuat oleh apa yang kelihatan pula. Oleh iman, Habel mempersembahkan kepada Allah kurban yang lebih baik daripada yang dipersembahkan Kain. Melalui persembahannya itu, Habel memperoleh kesaksian yang baik dari Allah sebagai orang yang benar; Allah memberikan kesaksian itu dengan menerima kurban persembahannya. Dan oleh imannya, meskipun ia mati, Habel masih dapat berbicara. Oleh iman, Henokh diangkat supaya ia tidak harus mengalami kematian dan ia tidak ditemukan karena Tuhan telah mengangkatnya; karena sebelum diangkat, ia mendapat kesaksian sebagai orang yang menyenangkan Allah. Tidak mungkin menyenangkan Allah tanpa iman, sebab siapa pun yang mendekat kepada Allah harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi pahala kepada mereka yang mencari Dia. Oleh iman, setelah diperingkatkan oleh Allah tentang peristiwa yang belum ia lihat, Nuh dengan gentar dan taat membangun sebuah bahtera untuk menyelamatkan keluarganya. Dengan ini, Nuh menghukum dunia dan menjadi pewaris kebenaran yang sesuai dengan imannya. Oleh iman, Abraham ketika dipanggil Tuhan, taat untuk pergi ke suatu tempat yang akan diberikan sebagai milik pusakanya. Dan, ia berangkat, walaupun tidak tahu ke mana ia akan pergi. Oleh iman, ia pergi dan tinggal di tanah yang dijanjikan seperti tinggal di tanah asing, yaitu di dalam kemah bersama Ishak dan Yakub; para pewaris dari janji yang sama, sebab Abraham sedang menantikan sebuah kota yang mempunyai fondasi, yang perancang dan pembangunnya adalah Allah. Oleh iman, Sara menerima kemampuan untuk mengandung dan melahirkan anak, meskipun ia mandul dan sudah terlalu tua untuk melahirkan, sebab Sara menganggap Ia yang telah berjanji kepadanya adalah setia. Karena itulah, dari satu orang yang sudah sangat tua dan hampir mati, lahirlah keturunan yang banyaknya seperti bintang di langit dan yang jumlahnya tak terhitung seperti butiran pasir di pantai. Mereka semua ini telah mati dalam iman dengan tidak mendapat apa yang dijanjikan, tetapi mereka memandang dan menyambut janji-janji itu dari jauh, dengan mengetahui bahwa mereka adalah para pendatang dan orang asing di bumi. Perkataan mereka yang demikian itu menunjukkan dengan jelas bahwa mereka sedang mencari sebuah tanah air bagi mereka. Karena, jika yang mereka pikirkan adalah negeri yang mereka tinggalkan sebelumnya, maka mereka bisa saja kembali lagi ke sana. Namun, mereka merindukan suatu negeri yang lebih baik, yaitu negeri surgawi. Oleh karena itulah, Allah tidak malu disebut sebagai Allah mereka sebab Ia sudah menyediakan sebuah kota bagi mereka. Oleh iman, ketika Tuhan mengujinya, Abraham menyerahkan Ishak sebagai kurban; ia yang sudah menerima janji-janji itu rela mempersembahkan anak tunggalnya. Tentang anak itu, Allah pernah berkata, “Dengan nama Ishaklah keturunanmu akan disebut.” Abraham menaruh percayanya kepada Allah, bahkan ia percaya bahwa Allah sanggup membangkitkan orang mati. Ibaratnya, Abraham telah mendapatkan Ishak kembali dari kematian. Oleh iman, Ishak memberkati masa depan Yakub dan Esau. Oleh iman, Yakub, menjelang kematiannya, memberkati anak-anak Yusuf. Ia menyembah kepada Allah dengan bersandar pada kepala tongkatnya. Oleh iman, Yusuf, pada akhir hidupnya, berbicara tentang keluarnya bangsa Israel dari Mesir dan memberi perintah sehubungan dengan tulang-tulangnya. Oleh iman, Musa, ketika ia lahir, disembunyikan selama tiga bulan oleh orang tuanya. Mereka melihat bahwa Musa adalah bayi yang sangat manis, dan mereka tidak takut kepada perintah raja. Oleh iman, Musa, setelah tumbuh ia dewasa, menolak disebut anak dari putri Firaun. Ia lebih memilih menderita bersama umat Allah daripada menikmati kesenangan dosa yang hanya sementara. Ia menganggap bahwa kehinaan Kristus lebih berharga daripada seluruh kekayaan Mesir sebab Musa memandang kepada pahala yang akan datang. Oleh iman, Musa meninggalkan Mesir tanpa rasa takut terhadap murka raja Firaun seolah-olah ia dapat melihat Dia yang tidak kelihatan itu. Oleh iman, Musa melaksanakan Paskah dan pemercikan darah sehingga malaikat kematian jangan menyentuh bangsa Israel. Oleh iman, bangsa Israel berjalan menyeberangi Laut Merah, seakan-akan berjalan di tanah kering. Namun, ketika orang-orang Mesir mencoba melakukan hal yang sama, mereka ditenggelamkan. Oleh iman, tembok Yerikho runtuh setelah dikelilingi selama tujuh hari. Oleh iman, Rahab, pelacur itu, tidak dibunuh bersama dengan orang-orang yang tidak taat karena ia menerima mata-mata Israel dengan damai. Dan, apalagi yang harus kukatakan? Aku tidak punya cukup waktu untuk menceritakan kepadamu tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud, Samuel, dan para nabi, yang oleh iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, melakukan kebenaran, mendapatkan janji-janji, dan mengatupkan mulut singa-singa, memadamkan kobaran api, terlepas dari mata pedang, dikuatkan dari kelemahan mereka, gagah perkasa dalam pertempuran, dan menghalau bala tentara asing. Para perempuan menerima kembali orang-orang mati mereka melalui kebangkitan, tetapi ada pula yang dianiaya dan menolak untuk menerima pembebasan supaya mereka mendapatkan kebangkitan dalam kehidupan yang lebih baik. Sementara itu, ada pula yang dihina dan dicambuk, bahkan dibelenggu dan dipenjarakan. Mereka dirajam, digergaji menjadi dua, dan dibunuh dengan pedang. Ada pula yang mengembara dengan mengenakan pakaian dari kulit domba atau kulit kambing; mereka sangat miskin, ditindas, dan diperlakukan semena-mena. Dunia ini tidak pantas bagi mereka, mereka mengembara di padang gurun dan gunung-gunung, tinggal di celah-celah gunung, dan gua-gua di bawah tanah. Walaupun mendapat kesaksian yang baik karena iman yang mereka miliki, mereka tidak menerima apa yang dijanjikan. Sebab, Allah menyediakan sesuatu yang lebih baik untuk kita, sehingga tanpa kita, mereka tidak akan menjadi sempurna.

Jika Anda harus membalas, Efesus bagian yang terakhir

Akhirnya, jadilah kuat dalam Tuhan dan dalam kuat kuasa-Nya. Pakailah seluruh perlengkapan senjata Allah supaya kamu dapat berdiri melawan tipu daya Iblis. Sebab, perjuangan kita bukan melawan daging dan darah, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, kekuatan-kekuatan dunia kegelapan ini, dan melawan kekuatan roh dari si jahat yang ada di langit. Karena itu, pakailah seluruh perlengkapan senjata Allah supaya kamu dapat tetap bertahan saat hari yang jahat itu datang, dan setelah semuanya selesai kamu tetap berdiri. Jadi, berdirilah teguh, dengan mengencangkan ikat pinggang kebenaran di seputar pinggangmu dan pakailah baju zirah keadilan, dan pasanglah alas kakimu dengan kesiapan Injil damai sejahtera. Dalam segala hal, ambillah perisai iman untuk kamu dapat memadamkan semua panah api dari si jahat. Ambillah ketopong keselamatan serta pedang Roh, yaitu firman Allah, sambil berdoa setiap waktu dalam Roh dengan semua doa dan permohonan. Dalam doamu itu, berjaga-jagalah dengan segala ketekunan sambil menaikkan semua permohonan bagi semua orang kudus. Berdoalah juga untuk aku supaya ketika aku membuka mulutku, perkataan dikaruniakan kepadaku sehingga aku dengan berani memberitakan rahasia Injil. karena Injil itulah, aku menjadi utusan yang terbelenggu. Doakanlah agar aku dapat memberitakannya dengan berani sebagaimana seharusnya aku berbicara. Tikhikus, saudara seimanku yang terkasih dan pelayan yang setia dalam Tuhan, akan memberitahukan segala sesuatu kepadamu supaya kamu juga tahu bagaimana keadaanku dan apa yang aku perbuat. Aku memang mengutus dia kepadamu untuk tujuan ini, yaitu supaya kamu tahu kabar kami dan supaya ia dapat menghibur hatimu. Damai sejahtera bagi saudara-saudara seiman, dan kasih dengan iman dari Allah Bapa dan Tuhan Yesus Kristus. Anugerah menyertai semua orang yang mengasihi Tuhan kita, Kristus Yesus, dengan kasih yang tidak akan binasa.

Ketika Anda telah berbuat dosa, baca 1 Yoh. 3:1-21

Perhatikanlah betapa besarnya kasih yang Bapa karuniakan kepada kita sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu, dunia tidak mengenal kita sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudara yang kukasihi, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi seperti apa keadaan kita nanti belumlah tampak. Namun, kita tahu bahwa ketika Ia datang, kita akan menjadi seperti Dia karena kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang memiliki pengharapan ini di dalam Kristus, ia menyucikan dirinya, sama seperti Kristus adalah suci. Setiap orang yang melakukan dosa juga melanggar hukum karena dosa adalah pelanggaran terhadap hukum. Kamu tahu bahwa Kristus dinyatakan untuk menghapus dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa. Setiap orang yang tinggal di dalam Dia tidak berbuat dosa; tak seorang pun yang berdosa telah melihat atau mengenal Dia. Anak-anakku, janganlah biarkan seorang pun menyesatkanmu. Orang yang melakukan kebenaran adalah orang benar, sama seperti Kristus adalah benar. Orang yang berbuat dosa berasal dari setan karena setan telah berdosa sejak semula. Anak Allah datang untuk tujuan ini: menghancurkan perbuatan-perbuatan setan. Tidak seorang pun yang lahir dari Allah berbuat dosa karena benih Allah tinggal di dalam dirinya; dan ia tidak dapat berbuat dosa karena ia telah dilahirkan dari Allah. Dengan demikian, siapakah anak-anak Allah dan siapakah anak-anak Iblis menjadi jelas. Orang yang tidak melakukan kebenaran tidak berasal dari Allah, demikian juga orang yang tidak mengasihi saudara-saudaranya. Sebab, inilah berita yang sudah kamu dengar sejak semula, yaitu kita harus saling mengasihi. Jangan menjadi seperti Kain, yang berasal dari yang jahat dan yang membunuh adiknya. Dan, mengapa Kain membunuh adiknya? Sebab, perbuatan Kain jahat dan perbuatan adiknya benar. Saudara-saudaraku, jangan terkejut kalau dunia ini membencimu. Kita tahu bahwa kita sudah keluar dari kematian menuju kehidupan karena kita mengasihi saudara-saudara. Orang yang tidak mengasihi saudaranya tinggal di dalam kematian. Setiap orang yang membenci saudaranya adalah seorang pembunuh, dan kamu tahu bahwa tidak ada pembunuh yang mempunyai hidup kekal di dalam dirinya. Beginilah kita mengenal kasih: Yesus Kristus telah menyerahkan hidup-Nya untuk kita. Jadi, kita juga harus menyerahkan hidup kita untuk saudara-saudara kita. Namun, apabila orang memiliki harta duniawi, dan melihat saudaranya sedang membutuhkan, tetapi menutup hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimana mungkin kasih Allah ada di dalam hatinya? Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan kata-kata atau lidah, melainkan dengan perbuatan dan kebenaran. Dengan ini, kita akan tahu bahwa kita berasal dari kebenaran dan kita akan meneguhkan hati kita di hadapan Allah. Sebab, apabila hati kita menyalahkan kita, Allah lebih besar daripada hati kita, dan Ia mengetahui segala sesuatu. Saudara-saudaraku yang kukasihi, jika hati kita tidak menyalahkan kita, kita memiliki keyakinan diri di hadapan Allah.

Dan, jadikan Mazmur 51 sebagai doa Anda

Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu. Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku. Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku. Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju! Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali! Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku! Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela! Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu. Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu! Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu! Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem! Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar, korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya; maka orang akan mengorbankan lembu jantan di atas mezbah-Mu.(t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : liwfrontiergirl.com
Alamat situs : http://liwfrontiergirl.com/bibleref.html
Judul asli artikel : Laura Ingalls Wilder's Bible
Penulis : Laura Ingalls
Tanggal akses : 23 Maret 2017

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru