Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

You are hereFeed aggregator

Feed aggregator


Graduation Quotes

RSS dari SABDA Space - Jum, 29/10/2021 - 17:42

BEHIND YOU all your memories

BEFORE YOU all your dreams

AROUND YOU all who love you

WITHIN YOU all you need

Di atas adalah graduation quotes yang ditampilkan oleh principal (kepala sekolah) SJI, pada saat memberikan pesan untuk para murid SJI yang lulus hari ini.

read more

Pursuit of Excellence

RSS dari SABDA Space - Jum, 29/10/2021 - 17:20

Pursuit of Excellence ini adalah tema komisi keluarga muda bulan ini (July), tema tentang (pendidikan) anak, parenting menjadi salah satu tema yang cukup penting bagi gereja, saya rasa jika sebuah gereja melakukan pemuridan, tetapi jemaat (orang tua) yang dimuridkan tidak dapat membimbing anak-anaknya, alangkah sungguh ironisnya :(

read more

Christian Wellness, Kondisi Penting Bagi Para Pelayan Tuhan

Terbaru dari Blog SABDA - Kam, 21/10/2021 - 00:00

Pada hari Selasa, 5 Oktober 2021, program Live Zoom EMDC hadir dengan mengetengahkan topik Spiritual Wellness. Setelah senantiasa menghadirkan isu yang terkait dengan media serta penginjilan, topik kali ini cukup berbeda. Namun, meski tidak berbicara tentang pelayanan media atau penjangkauan, topik ini merupakan isu yang cukup penting untuk dibahas. Mengingat ada banyak pelayan Tuhan yang memiliki persoalan ini di tengah hidup dan pelayanannya. Dengan mengangkatnya, diharapkan setiap peserta dapat semakin terbuka wawasannya tentang Spiritual Wellness, sekaligus mampu menghadapi tantangan yang terkait dengan isu tersebut.

Dibawakan oleh Ibu Yulia Oeniyati, presentasi diawali dengan definisi dari Christian Wellness. Apa sih sebenarnya Christian Wellness itu? Menurut Ibu Yulia, itu bukan sekadar kondisi rohani yang sehat, melainkan kebugaran rohani dari orang-orang percaya untuk dapat bertumbuh dan berbuah. Definisi ini beliau ambil berdasarkan dua ayat Alkitab, yaitu 2 Petrus 3:18 dan Yohanes 15:8. Jadi, Christian Wellness bukan hanya berbicara tentang kondisi rohani orang percaya yang baik-baik saja, melainkan suatu kondisi yang memampukan diri mereka untuk terus bertumbuh dan menghasilkan buah seperti yang Allah kehendaki. Dengan demikian, kita akan menyadari bahwa kita tidak sedang "well" secara spiritual jika kita mengalami kemandekan/stagnansi dalam kerohanian kita dan tidak menghasilkan buah dalam hidup maupun pelayanan kita.

Ada banyak hal yang menyebabkan ketidakbugaran rohani ini bagi orang percaya. Masalah pribadi, keluarga, pelayanan, bahkan pandemi yang sedang kita alami saat ini dapat menjadi penyebabnya. Dan, sedihnya, ada banyak pelayan atau hamba Tuhan yang mengalaminya sehingga menjadi mandek secara spiritual. Meski dari luar tampak baik-baik saja, tetapi sesungguhnya kondisi mereka sangat rentan dan membutuhkan perhatian. Kondisi ini kemudian diperparah dengan ketidakterbukaan mereka untuk membagikan beban, kondisi, atau permasalahannya kepada yang lain. Sebagai pemimpin jemaat, pelayanan, maupun komunitas kristiani, mereka mungkin terbelenggu oleh stigma bahwa pemimpin harus baik-baik saja dan memiliki iman yang lebih. Atau, mungkin ada banyak orang tidak nyaman untuk terbuka dengan persoalannya, karena takut dihakimi, dinilai, atau dibandingkan dengan yang lain. Jika tidak dibereskan, masalah ini dapat mengancam kehidupan pelayanan dan kerohanian pelayan Tuhan dan orang-orang percaya.

Dari sana, peserta diajak untuk memeriksa kebugaran rohaninya dengan spiritual check up. Di dalamnya, terdapat beberapa poin pertanyaan yang perlu dijawab untuk mengetahui seberapa jauh kondisi kebugaran rohani orang percaya. Kita pun perlu membantu orang-orang yang tengah bergumul dengan masalah ini, agar mereka mendapat dukungan yang tepat untuk menyelesaikan permasalahannya. Bagaimana caranya? Bukan dengan menghakimi, menyalahkan, atau memberikan khotbah, melainkan dengan kepedulian, doa, dan perhatian kita. Orang-orang yang tengah mengalami masalah dan tidak sedang bugar rohaninya perlu mendapat sapaan, kasih, dan perhatian kita. Mereka perlu dibantu untuk melihat kasih Tuhan, melalui keberadaan kita.

Agar semakin relate dengan topik yang dipresentasikan, peserta kemudian masuk dalam sesi Breakout Rooms untuk diskusi peserta dalam kelompok-kelompok kecil. Dalam kelompok yang terdiri dari 4-5 orang, peserta diajak untuk menjawab dua pertanyaan ini kepada peserta yang lain: how are you? dan how's your ministry?. Dalam sesi ini, tiap peserta dapat menceritakan kondisi kerohaniannya saat ini sekaligus mengetahui masalah pribadi maupun pelayanan yang tengah dialami oleh peserta lain. Sesi yang hanya berlangsung sekitar 10 menit ini kemudian dilanjutkan dengan presentasi perwakilan kelompok dalam grup besar. Melaluinya, kami dapat melihat bahwa terdapat beberapa pergumulan yang sedang dialami oleh peserta, sehingga kami diajak turut mendukung mereka dalam doa.

Ada banyak pelajaran yang saya dapat melalui EMDC Zoom live kali ini. Selain memahami lebih dalam tentang isu Christian Wellness, saya juga belajar tentang bagaimana kita bisa mengalami kondisi tidak "well" dalam kerohanian tanpa disadari. Spiritual check up menjadi alat bantu yang berguna dalam menunjukkan bagaimana sesungguhnya kondisi kerohanian kita. Sebab, sebagai orang Kristen, kita tidak selalu akan mengalami grafik yang terus naik dalam kehidupan kerohanian kita. Penting untuk mengetahui kondisinya secara tepat, agar kita dapat mengevaluasi diri, berubah, berbenah, dan terus bertumbuh serta menghasilkan buah dalam hidup dan pelayanan. Tidak lupa, kita juga perlu peka dan peduli pada mereka yang tengah mengalami persoalan ini agar mereka memperoleh dukungan yang diperlukan untuk terus maju.

Mari kita terus memeriksa kondisi kerohanian kita, berbagi beban dan pergumulan, serta mengalami pertolongan Tuhan yang memammpukan kita untuk terus bertumbuh dan berdampak bagi kerajaan-Nya.

Lepaskanlah kami dari Si Jahat: Demonologi 101

RSS dari SABDA Space - Sab, 16/10/2021 - 23:11

Lepaskanlah kami dari Si Jahat: Demonologi 101

 

Shalom aleikhem,

read more

Jadilah pembawa kehidupan dan pohon kehidupan

RSS dari SABDA Space - Sab, 16/10/2021 - 22:57

Jadilah pembawa kehidupan dan pohon kehidupan

 

read more

Kaum Awam “Membangun” Situs, Bisa Tidak Ya?

Terbaru dari Blog SABDA - Kam, 14/10/2021 - 11:44

Sebanyak 14 staf SABDA berkumpul di ruang training pada Jumat, 10 September 2021, untuk mendapat penjelasan mengenai training membuat situs yang bisa diikuti oleh orang-orang dengan berbagai latar belakang, tidak harus dari bidang IT. Training ini diadakan oleh Yayasan Kalaam Media, yang merupakan penyedia layanan pembuatan web dan hosting untuk situs web multibahasa dan aplikasi seluler. Pelayanan ini bertujuan untuk memungkinkan akses digital ke konten literasi, budaya, dan spiritual bagi anggota komunitas dalam berbagai bahasa di seluruh dunia. Bagi saya, ini menjadi hal baru karena saya belum pernah mengenal Yayasan Kalaam Media.

Bersyukurnya dalam mengerjakan situs ini, kami dibagi menjadi dua kelompok, yaitu tim cewek dan tim cowok, yang masing-masing terdiri dari tujuh orang. Pertemuan awal ini dimulai dengan perkenalan Kalaam Media dan pelayanan yang dikerjakannya. Sistemnya disebut Wildfire. Rasanya mustahil untuk membangun sebuah situs tanpa seorang ahli IT. Karena itu, saya sempat ragu apakah saya dan teman-teman akan bisa membuat situs dalam waktu singkat. Hal ini mengingatkan saya tentang bahtera Nuh yang dibangun dengan rasa percaya kepada Tuhan. Nuh pada awalnya tidak tahu seperti apa bentuk sebuah bahtera yang akan dia bangun. Dia hanya percaya dan membangun sebuah bahtera yang begitu kuat dan tangguh. Bukan untuk memamerkan kemampuannya, melainkan untuk menyatakan betapa hebatnya hikmat Tuhan yang disampaikan kepada Nuh. Keraguan itu pun memudar saat David Johnson (trainer dari Kalaam yang berasal dari California) mengajari kami cara membuat sebuah situs.

Untuk memahami pengerjaan situs, kami diperkenalkan dengan beberapa situs yang bisa menjadi gambaran/contoh/inspirasi dalam membuat situs, istilah umum dalam situs, dan seni mendesain situs. Kemudian, kami diajarkan bagaimana mengatur pembagian tugas dan merencanakan pengerjaannya. Penjelasan yang diberikan sangat jelas dan akurat sehingga tidak sulit bagi kami untuk mengatur strategi. Setelah setiap kelompok memiliki beberapa ide untuk membuat situs, kami mengerjakannya berdua-dua. Mengapa? Karena setiap kelompok akan memiliki user untuk membuat situs sendiri sampai mendengarkan penjelasan dari David. Strategi pelatihan ini menurut saya sangat baik sehingga tidak ada satu pun dari kami hanya menjadi orang yang ikut-ikutan, melainkan benar-benar saling mencoba dan memahami sistem Wildfire.

Pada pertemuan kedua, kami membuat halaman web, memasukan gambar ke dalam situs, cara mengedit halaman template, dan membuat halaman baru serta menu-menu yang ditawarkan oleh Wildfire. Semua hal itu dijelaskan dengan begitu baik, dan pertanyaan dari peserta training sangat menolong lain untuk membangun situs ini. Untuk memastikan peserta mencoba mengerjakan dan mengenali situs, mereka menyediakan video tutorial dan tugas-tugas yang membantu kita mengetahui sudah sampai mana kita menguasai situs. Tugas-tugas itu kami kerjakan pada hari Selasa dan Rabu. Pada Kamis, kami harus mengikuti Zoom Meeting dengan tim Kalaam dan peserta training lainnya. Banyak pertanyaan diajukan dan kami mendengarkannya sembari mengerjakan situs. Kadang ada beberapa hal yang tidak kami pahami, bersyukur ada Kak Hadi (salah seorang staf ITS SABDA) yang membantu kami. oh ya, nama situs yang kami bangun adalah "Spiritual Wellness". Walau "bangunan" situs belum kokoh, tetapi kami bisa melihat ada harapan situs ini akan baik. Sebab, kami bisa membangun situs tanpa menghafalkan rumus coding atau menguasai bahasa pemrograman yang sangat asing bagi saya.

Mengikuti training ini membuat kami kagum. Betapa baiknya mereka yang bersedia menyediakan training untuk menolong pelayan Tuhan di Asia untuk membangun sebuah situs. Kami yang sangat awam dengan situs akhirnya bisa mendesain situs hanya dalam waktu seminggu. Seminggu kemudian, kami mendesain situs dalam kelompok besar yang terdiri dari kelompok cewek dan cowok. Tim kami (cewek) akhirnya mengatur strategi untuk mengisi situs yang kami buat, dengan berbagai pertimbangan dan diskusi. Kami harus mengerjakannya sebelum hari Kamis tiba. Teman-teman bersemangat mengerjakan situs ini hingga situs ini memiliki beberapa kategori/menu.

Saat “sesi show and tell”, Mbak Pingkan mewakili tim kami menyampaikan penjelasan hasil dan progress situs dalam bahasa Inggris. Penjelasan dipaparkan dengan sangat baik, dan ada rasa lega sekaligus gairah yang membuat saya tidak sabar untuk melihat hasil jadi dari situs yang sedang kami kerjakan. Ya, bahtera yang kami bangun sudah mulai terlihat bentuknya. Namun, apa yang kami kerjakan masih harus dilengkapi dan diselesaikan. Doakan pengerjaan situs ini supaya dapat diselesaikan dengan baik dan menjadi wadah yang tepat untuk menolong setiap orang percaya memiliki “kesehatan rohani” yang baik. Sekian sharing dari saya. Tuhan Yesus memberkati.

Kabar Baik dan orang-orang yang berdalih

RSS dari SABDA Space - Rab, 13/10/2021 - 22:34

Kabar Baik dan orang-orang yang berdalih

 

Shalom aleikhem,

Bapak ibu dan saudara-saudari terkasih dalam Tuhan Yesus, semoga para pembaca sekalian dalam keadaan sehat.

read more

Ratapan Yeremia Adalah Ratapan Kita

Terbaru dari Blog SABDA - Kam, 07/10/2021 - 10:27

Sebelum Bedah Kitab Ratapan dimulai, saya terlibat dalam proses rekaman promosi kelas ini. Saat membaca kalimat pengantar yang memperkenalkan kelas ini, saya bisa merasakan beban Tuhan atas umat-Nya. Namun, ternyata itu hanya sedikit rasa yang dihadirkan dalam Bedah Kitab Ratapan. Tidak lama setelah itu, saya ditunjuk untuk menjadi admin kelas BK_Ratapan 2, yang beranggotakan 22 peserta.

Pada Rabu, 22 September, kelas pun dimulai dengan perkenalan peserta. Senang rasanya bisa mengenal lebih banyak sahabat dalam sesi perkenalan dalam kelas tersebut. Selaku admin, saya juga bertanggung jawab untuk mengingatkan dan mengiring peserta untuk saling mengenal. Sungguh disayangkan karena pada hari kedua dan ketiga, delapan orang peserta harus dikeluarkan dari grup diskusi karena tiga orang mengalami kesibukan kerja dan lima orang tidak mengirimkan hasil penggalian kitab Ratapan. Rasanya sedih kehilangan delapan orang dalam diskusi.

Diskusi hari demi hari berjalan, peserta saling menimpali sharing dari peserta lainnya. Walau peserta yang saling berbagi, tetapi saya selaku admin pun ikut membaca dan belajar dari hasil penggalian yang mereka berikan. Betapa hancurnya hati Yeremia terhadap bangsa pilihan Tuhan yang melakukan dosa. Dia melihat bagaimana Yerusalem diruntuhkan dan banyak dari mereka dilenyapkan dan dibawa menjadi budak. Tuhan menunjukkan keadilan-Nya atas umat-Nya. Dia membenci dosa dan menentang musuh-musuh yang menghina-Nya. Perlu kita perhatikan bahwa Allah bukan hanya adil, tetapi juga penuh kasih. Dia menghibur umat-Nya dengan menjanjikan keselamatan atas dosa dan perbudakan yang terjadi. Saya juga melihat bagaimana Yeremia, seorang nabi yang dipakai Tuhan pada masa itu, tidak berfokus pada kesukaran yang dia alami. Sebaliknya, hatinya tertuju pada kesengsaraan orang lain/jiwa-jiwa.

Dalam kelas ini, setiap anggota tidak hanya diajak untuk menambah pengetahuan dengan menggali firman Tuhan, tetapi juga melihat relevansi dari hasil penggalian tersebut pada masa kini. Dari relevansi tersebut, saya bisa melihat hati setiap peserta, bukan hanya di BK_Ratapan 2, tetapi juga di grup-grup diskusi lainnya. Saya bisa melihat bagaimana Tuhan menunjukkan betapa banyak gereja Tuhan yang terlelap membiarkan keruntuhan yang sedang terjadi. Mengapa saya menuliskan seperti ini?

Hampir keseluruhan gereja pada masa kini dilakukan secara online karena pandemi. Meski gereja sudah dibuka kembali, banyak umat-Nya sudah tidak merindukan Dia. Bahkan, ibadah online pun terkadang dihadiri sambil makan dan bermain gawai, bahkan tiduran. Betapa hati Tuhan bersedih karena umat-Nya tidak menyadari keilahian-Nya. Banyak yang tidak menyadari bahwa bisa saja pandemi ini terjadi karena murka Allah atas umat-Nya, yang memilih hidup sesuai keinginan mereka, bukan seturut kehendak-Nya, dan tidak mau peduli dengan hati Tuhan.

Saya sendiri menyadari bahwa ratapan untuk suatu bangsa seharusnya dirasakan oleh setiap gereja Tuhan, yaitu kita sendiri. Gereja Tuhan terasa semakin sepi. Banyak orang tidak merasakan ada yang hilang meski dia tidak datang kepada Tuhan atau tidak memberikan diri untuk datang beribadah. Dalam keseharian, kita juga lebih memilih untuk memikirkan masalah-masalah hidup yang kita alami dibandingkan memikirkan segala pekerjaan tangan Tuhan yang dipercayakan kepada kita, yaitu untuk memberikan diri untuk berdoa bagi bangsa dan pemimpin-pemimpin negeri. Meski kita menyadari bahwa setiap orang memiliki penderitaannya masing-masing, ketika kita saling mendoakan, di situlah kita mengakui keberadaan serta kemahakuasaan Tuhan dalam mengatur setiap kehidupan. Namun, kita tidak boleh memungkiri keadaan Yeremia saat melayani Tuhan kala itu, saat menyampaikan Firman kepada bangsanya. Dia tertolak dan kesepian, tetapi tidak menjadi kecewa akan Tuhan, melainkan terus berharap kepada Tuhan akan adanya pemulihan bagi bangsanya.

Jika saat ini kita merasa tertolak atau kesepian, padahal kita bekerja di ladang Tuhan, mari tidak mudah kecewa ataupun menyerah karena untuk segala sesuatu ada masanya. Mari terus bergiat mengerjakan ladang Tuhan meski buahnya tidak terlihat, meski banyak orang tidak menyukainya, karena prinsip injil Kristuslah yang kita tegakkan. Allah kita adalah Allah yang tidak akan menyerah terhadap umat-Nya. Dia akan terus mengingatkan, menegur, dan mengajar hingga umat-Nya menyadari keberadaannya dan berbalik kepada Tuhan. Jangan biarkan ratapan itu hanya sebatas kesedihan, tetapi biarlah ratapan itu dibawa kepada Tuhan.

Jadilah Yeremia-Yeremia yang tidak lekas lelah untuk memperjuangkan umat-Nya dalam doa dan mengajar umat Israel akan kebenaran Firman Allah.

#SABDA27: Celebration of God’s Faithfulness!

Terbaru dari Blog SABDA - Jum, 01/10/2021 - 13:22

Puji Tuhan! Puji Tuhan!

Seruan itu bahkan tak cukup untuk menyatakan ucapan syukur saya dan seluruh pelayan Tuhan di SABDA memasuki Oktober 2021 ini! Bulan ini menjadi momen istimewa dalam tahun 2021 karena SABDA merayakan ulang tahunnya yang ke-27 kalinya (#SABDA27)! Tidak terhitung kebaikan dan kesetiaan Tuhan dalam memimpin kami melakukan pekerjaan-Nya, khususnya dalam dua tahun terakhir ini.

COVID-19 juga cukup memengaruhi SABDA dalam menjalankan pelayanannya. Kami harus menyesuaikan rencana kerja agar tetap relevan dengan perkembangan yang terjadi. Bersyukur karena hikmat dan bijaksana dari Tuhan mendasari setiap keputusan yang harus kami ambil dengan cepat dan tepat. Kami juga bersyukur karena pemeliharaan dan kesetiaan Tuhan nyata melalui setiap dukungan untuk pelayanan SABDA. Oleh karena itu, dalam event #SABDA27 ini, kami mengadakan Celebration of God's Faithfulness yang kami kemas dalam berbagai event. Event utamanya, sekaligus tema #SABDA27, adalah Wellness and Family/Ministry!

Sebagai ungkapan syukur kami, berikut ini adalah video ucapan syukur staf SABDA dalam rangka #SABDA27. Selamat menyimak dan kiranya menjadi berkat!

Video Ucapan Syukur Staf SABDA

Selamat Ulang Tahun untuk SABDA yang ke-27!

27 tahun bukan sekadar hitungan usia!
27 tahun rajutan cerita tentang Tuhan, Sang Pemilik Masa.
27 tahun berkomitmen mempersembahkan teknologi bagi kemuliaan Allah,
menjawab tantangan "Apa peran teknologi bagi Kerajaan Allah?"

Sang Arsitek Agung merancang segalanya, membuat sesuatu yang vital,
dimulai dengan membangun "bahtera SABDA", mengarungi "samudra digital".
Ketika "tsunami digital" datang, menghantam dengan keras,
Tuhan menopang kami agar tak terhempas!

Berselancar di tengah gelombang tsunami digital yang ganas, berkomitmen menjadi fasilitator, katalisator, dan infrastruktur bagi tubuh Kristus,
agar tetap lancar bersahabat, dekat, erat dengan SABDA-Nya yang berotoritas.

Lalu, pandemi datang memorakporandakan tatanan hidup lama,
tetapi Tuhan memimpin dan mendorong kami untuk bergerak cepat,
ketika semua tak lagi sama,
di tengah perubahan yang pesat.

Kesetiaan Tuhan nyata dalam panggilan-Nya bagi kami,
menjadi e-servant yang tegar dan berenergi,
agar tubuh Kristus tetap bugar dalam "tsunami digital" dan pandemi.

Kami tidak dapat melakukannya sendiri,
sebab pekerjaan Tuhan bukan untuk dilakukan seorang diri!

Karena itu, mari berkolaborasi guna menghadirkan "wellness" bagi keluarga, pelayanan, dan dunia di tengah tsunami digital dan pandemi ini bersama TUHAN!

Mari rayakan kesetiaan Tuhan!

Memoderasi Kelas Pembentukan Disiplin Rohani (PDR) Sungguh Spesial

Terbaru dari Blog SABDA - Rab, 29/09/2021 - 19:23

Hai pembaca Blog SABDA yang terkasih, senang sekali dapat menyapa Anda kembali dalam kesempatan ini. Kiranya pembaca sekalian dalam keadaan baik karena Tuhan selalu baik dalam hidup kita. Sekalipun keadaan hari-hari ini kurang baik, kita harus terus menyadari bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita dan akan selalu melindungi kita. Nah, kali ini saya mau membagikan pengalaman saya sebagai salah satu moderator dalam kelas Pembentukan Disiplin Rohani (PDR). Kelas PDR ini merupakan kelas ketiga yang dilakukan dalam semester dua ini setelah kelas Persiapan Pernikahan Kristen (PPK) dan Kelas Bedah Kitab Yakobus.

Pembukaan kelas berlangsung melalui Zoom dan YouTube pada Rabu, 8 September 2021. Dalam acara ini, saya menyampaikan ringkasan materi dari modul PDR kepada seluruh peserta kelas. Puji Tuhan, semua berjalan dengan baik, jaringan lancar, dan tidak ada gangguan. Sore harinya, kelas PDR dibagi menjadi empat kelas dengan moderator PDR 1 oleh Ibu Evie, PDR 2 oleh saya, PDR 3 oleh Kak Bima, dan PDR 4 oleh Kak Santi. Dalam setiap kelas, kami dibantu oleh rekan admin yang setia di MLC, yaitu Kak Mei dan Melisa. Setelah kelas terbentuk, peserta mulai saling berkenalan. Sebanyak 81 orang mengikuti kelas PDR ini. Puji Tuhan!

Selanjutnya, pada Kamis, 9 -- 14 September 2021, diskusi berlangsung dalam kelas masing-masing. Seru! Saya memoderasi kelas PDR 2 dengan para peserta yang masih muda dan rindu belajar tentang disiplin rohani. Saya bersyukur karena peserta-peserta muda ini berdiskusi dengan antusias. Bahkan, dinamika diskusi berkembangan baik dengan adanya saling merespons. Terlihat sekali saat mendiskusikan pelajaran terakhir tentang kedewasaan rohani. Sambil berdiskusi, mereka juga mengecek seberapa dewasa mereka secara rohani. Rata-rata peserta mengungkapkan bahwa mereka masih berproses menuju dewasa secara rohani. Memang banyak tahap yang dihadapi saat menuju dewasa rohani, termasuk adanya banyak tantangan, masalah, dan pergumulan yang akhirnya membuat seseorang menjadi sakit secara rohani. Hal-hal inilah yang membuat rata-rata peserta mengatakan bahwa mereka masih berproses menuju dewasa secara rohani.

Diskusi PDR berakhir pada Selasa, 14 September 2021. Keesokan harinya, peserta memberikan testimoni selama mengikuti kelas PDR yang sudah berjalan. Selain menyampaikan testimoni, pada hari itu juga dilakukan evaluasi kelas PDR untuk semua kelas. Melalui live Zoom dan YouTube, moderator dan perwakilan dari peserta PDR memberikan evaluasi terkait kelas, baik dari sisi sistem, platform, peserta, diskusi, dll.. Sungguh luar biasa! Semua peserta bisa mendapat berkat dari testimoni yang mereka berikan. Puji Tuhan, melalui kelas PDR ini semua peserta semakin crosscheck lagi mengenai kehidupannya dalam menjalankan disiplin-disiplin rohani yang ada. Setelah acara evaluasi berlangsung, peserta juga memberi evaluasi melalui form yang dibagikan admin kepada peserta. Melalui form evaluasi tersebut, tim MLC bisa melihat bagian mana yang bisa dikembangkan dan diperbaiki ke depannya. Dan, akhirnya semua peserta yang memenuhi syarat kelas bisa dinyatakan lulus dan mendapatkan e-sertifikat. Puji Tuhan, sebanyak 66 peserta lulus mengikuti kelas dan layak mendapatkan e-sertifikat.

Dari pengalaman saya ini, hanya satu hal yang bisa saya katakan tentang semuanya itu. Saya ingin mengatakan bahwa saya sangat bersyukur karena bisa menjadi moderator untuk menolong peserta PDR dan bisa saling bertumbuh dalam diskusi. Saya banyak mengintrospeksi diri saya sendiri bagaimana selama ini saya menjalankan disiplin rohani, apakah sekadar rutinitas biasa atau memang kebutuhan mendasar bagi kehidupan saya. Saya sungguh ditegur, diingatkan, dan dievaluasi dari kelas ini. Harapan saya, semua peserta yang mengikuti diskusi ini tidak berhenti hanya sampai diskusi saja. Namun, mereka semua bisa semakin bertumbuh dan berproses dalam Tuhan dalam iman mereka melalui disiplin rohani yang dilakukan. Tuhan Yesus sungguh baik menyertai semua proses diskusi ini. Semua kemuliaan hanya bagi Tuhan!

Suatu permenungan: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.”

RSS dari SABDA Space - Sab, 25/09/2021 - 19:46

Suatu permenungan: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.” 

read more

Suatu permenungan: Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal

RSS dari SABDA Space - Sab, 25/09/2021 - 19:45

Suatu permenungan: Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal

read more

Belajar proses regenerasi kepemimpinan dari Yesus

RSS dari SABDA Space - Sab, 25/09/2021 - 19:29

Belajar proses regenerasi kepemimpinan dari Yesus

read more

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru