Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

You are hereKarya / Rees Howells: Kemenangan Iman Seseorang Selama Krisis Global

Rees Howells: Kemenangan Iman Seseorang Selama Krisis Global


"Saya ingin memahami bahwa pekerjaan Roh Kudus lebih kuat dibandingkan pekerjaan iblis dalam sistem Nazi. Ini merupakan pertempuran zaman dan kemenangan di sini berarti kemenangan bagi jutaan orang." Rees Howells
(Grubb 274)

Kutipan yang diambil dari jurnal Rees Howells selama Perang Dunia II ini menyoroti iman yang luar biasa. Suatu kehidupan doa dan sebuah visi yang sangat perlu dibangkitkan kembali oleh gereja di masa ini. Allah menggunakan Tuan Howells dan orang-orang muda yang bersamanya di Bible College of Wales dengan cara yang luar biasa untuk membentuk peristiwa-peristiwa internasional dan nasib bangsa-bangsa melalui doa-doa mereka. Dunia berada dalam krisis dan kumpulan orang percaya yang dipenuhi iman ini menjadi pendoa syafaat yang berkomitmen penuh untuk menjadi bagian dari solusi.

Pelajaran Iman dan Kesatuan

Gambar: Rees Howells

Setiap pemimpin besar dalam kehidupan iman mereka telah belajar satu pelajaran yang universal: tidak ada jalan pintas. Pemimpin seperti ini tidak dibuat dalam sehari, tetapi setiap hari. Tak terkecuali Rees Howells dalam aturan itu. Ia dipimpin oleh Roh Kudus untuk membangun kehidupan iman yang dipelajari melalui pengalaman. Kesaksian besar datang melalui pertumbuhan iman Anda melalui hal-hal kecil dalam hidup, yaitu saat kita menunjukkan kesediaan untuk mendengarkan Roh Kudus dan mengikuti ke mana pun Ia memimpin.

"Iman adalah dasar atas hal-hal yang kita harapkan, dan bukti dari hal-hal yang tidak kelihatan." (Ibrani 11:1, AYT)

Allah menyukai proses pengungkapan diri-Nya dalam kehidupan kita sehari-hari, tetapi api kesulitan harus menguji kita. Rees Howells akan berkata, "Anda dapat mengkhotbahkan apa saja dan segalanya tanpa membuktikan apa pun, yang tidak lain adalah teori yang spektakuler! Iman harus menjadi substansi sebelum menjadi bukti." (Maton, "Samuel, Son and Successor" 73) Dalam ujian iman kita, kita belajar bahwa Allah itu benar-benar seperti yang dikatakan-Nya. Kita membutuhkan pengetahuan akan pengalaman tentang Allah karena teori tidak mungkin bersandar pada hari-hari yang gelap.

Roh Kudus memimpin Rees Howells ke dalam kehidupan iman yang dibangun hal kecil demi hal kecil, pengalaman demi pengalaman. Kita harus belajar mengenali pimpinan Roh Kudus setiap hari dan menanggapinya dengan tinggal di dalam Dia dan janji-janji-Nya. Hanya iman yang teguh yang dapat mengatasi tantangan bagi ketaatan kita.

"Jika kamu tetap tinggal di dalam Aku dan perkataan-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu inginkan, dan itu akan dikabulkan bagimu. Bapa-Ku akan dimuliakan dengan hal ini, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian, kamu adalah murid-murid-Ku." (Yohanes 15:7-8, AYT)

Membuktikan Allah dalam hal-hal kecil -- kemudian hal-hal yang lebih besar -- meningkatkan iman untuk berdiri di hadapan rintangan yang tak dapat diatasi. Salah satu area iman yang diuji di sepanjang hidup Howells adalah aspek berdoa dalam hal penyediaan keuangan secara supranatural.

"Jika Anda dapat membuktikan bahwa Allah akan memberikan jawaban ketika keadaan darurat dan ketika menghadapi ujian, Anda tidak lain sedang bicara soal hal yang sangat besar. Si 'orang tua' ini terdengar sangat meyakinkan, tetapi ia tidak sedang memperlihatkan kebodohannya. Anda tidak akan pernah bisa menguji iman yang sejati untuk mendapat 100 poundsterling, kecuali Anda hanya mendapatkan 50 pound sterling. Atau, mendapatkan 50 poundsterling, tetapi Anda telah membuktikan Allah hanya menyediakan 20 poundsterling. Atau, mendapatkan 10 poundsterling, tetapi Anda telah membuktikan Allah hanya menyediakan 5 poundsterling. Anda hanya memberikan persetujuan mental dan membayangkan hal-hal ini, kecuali jika Anda memiliki pengalaman dengan Allah dalam hal yang mustahil. Ekstremitas bagi manusia adalah kesempatan bagi Allah." (Maton, "Samuel, Son and Successor" 73)

Proses pertumbuhan iman yang sederhana ini membawa Howells pada pengejaran yang terus dan terus bertambah ketika ia mengikuti pimpinan Tuhan memasuki dunia yang akan menghadapi ledakan perang dunia kedua.

Berjalan dalam Ketaatan

Ketika saya membaca kehidupan orang ini, saya melihat ketaatan yang sederhana, tetapi radikal. Ketika Roh Kudus akan menyatakan bimbingan-Nya kepada Rees, ini akan menjadi pergumulan yang nyata bagi dagingnya yang lemah untuk memasuki kehidupan yang benar-benar dipimpin oleh Roh.

"Roh memang penurut, tetapi daging lemah." (Matius 26:41, AYT)

Entah kita mengakuinya atau tidak, kita terlalu mengkhawatirkan pendapat manusia, kesejahteraan pribadi kita, cara hidup yang lebih mudah, dan bebas dari bahaya. Ketakutan ini adalah hambatan bergerigi di jalur ketaatan. Keputusan berdasarkan rasa takut sebenarnya meningkatkan tingkat bahaya dalam hidup kita, meskipun mereka dengan mudah menyamar menjadi sesuatu yang disebut kebijaksanaan.

Tempat teraman adalah berada di pusat kehendak Allah. Sekali lagi, ini semua hanyalah teori yang spektakuler sampai hal ini diuji.

Pada tahun 1915, Rees dan istrinya Elizabeth menjawab panggilan Tuhan untuk bermisi tepat di saat Perang Dunia I telah dimulai. Jerman telah menyatakan bahwa perairan di sekitar Inggris sebagai zona perang dan setiap kapal laut dianggap sebagai target musuh. Dua bulan sebelum Howells berangkat ke Afrika, sebuah U-boat Jerman menembakkan torpedo dan menenggelamkan kapal penumpang Lusitania.

Dapatkah Anda membayangkan kepanikan yang meluas karena harus melakukan perjalanan di atas kapal dengan ancaman tak terlihat dari kapal selam Jerman yang bersembunyi di bawah perairan berombak di sekitarnya? Baca kisah yang diberikan tentang perjalanan kapal mereka:

"Ketika mereka berangkat dari Inggris, banyak penumpang lain yang takut kapal mereka akan tenggelam seperti Lusitania. Namun, Rees meyakinkan setiap orang yang membutuhkan keyakinan bahwa Allah akan melindungi mereka. Untuk percaya bahwa Allah akan menjaga kapal mereka dari kapal selam Jerman, serta mengumumkannya kepada mereka yang ketakutan, merupakan lompatan iman yang hanya dimiliki sedikit orang. Ujian lain datang dalam perjalanan ketika kapten kehilangan keberanian dan takut akan keselamatan mereka. Akan tetapi, mereka terus meyakinkan kapten tentang perjalanan yang aman melalui perairan yang dipenuhi U-boat karena Allah membawa mereka ke Afrika untuk melayani-Nya." (Maton, "Samuel Rees Howells" 18)

Betapa pentingnya untuk patuh kepada Tuhan dan tetap berada di pusat kehendak-Nya. Itu tidak hanya berdampak pada kehidupan Anda sendiri. Hal itu kemungkinan juga memengaruhi nasib banyak kehidupan di sekitar Anda.

Iman Untuk Memindahkan Gunung

Pada tahun 1924, Rees Howells mendirikan Bible College of Wales dengan tujuan melatih dan mengirim para pekerja ke ladang tuaian yang telah belajar tidak hanya teologi, tetapi juga praktik kehidupan iman. Siswa diminta untuk "berdoa dengan sungguh-sungguh" untuk kemenangan atas kebutuhan dan beban sehari-hari, baik itu untuk sikat gigi yang dibutuhkan maupun untuk biaya kuliah. Terinspirasi oleh George Muller, Rees menetapkan standar bagi komunitasnya saat ia yakin dalam doa untuk mendapatkan lahan besar yang dibutuhkan untuk mendirikan sekolah.

Leonard Ravenhill memberikan wawasan tentang kehidupan iman, ketaatan, dan doa Rees yang tersembunyi di area ini:

"Setelah saya berbicara pada sebuah sesi di Sekolah Alkitab Wales, Nyonya Rees Howells menelepon saya untuk berbicara secara pribadi. Kami berdiri di beranda rumahnya yang menghadap ke Teluk Swansea yang indah. Saya dapat melihat jarinya terangkat ketika ia berkata, 'Banyak pembicaraan bahwa suami saya membeli tempat ini seharga satu shilling (empat belas sen) di sakunya. Hal yang mereka lupakan adalah bahwa ia berdoa dua belas jam sehari selama sebelas bulan untuk mengetahui pikiran Allah.' Saudara-saudara, itulah disiplin!" (Ravenhill)

Janji-janji dua dimensi yang tertulis dalam halaman-halaman Alkitab Anda harus menjadi realitas tiga dimensi dalam kehidupan Anda yang hancur, terlepas dari kegagalan dan kelemahan Anda. Kita harus belajar bahwa Allah adalah kasih; Allah adalah seorang bapa; Allah adalah penyembuh; Allah adalah penyedia.

Masing-masing pewahyuan ini menuntut kesaksian pribadi tentang kebenaran-Nya yang sudah terbukti. Tanpa pengetahuan secara langsung tentang realitas ini, iman akan menggelepar dan tidak memiliki kekuatan yang dibutuhkan untuk misi akhir zaman. Indahkan peringatan Rasul Paulus dan tolak untuk menjadi pribadi pada hari-hari akhir yang puas menjadi "kelihatan saleh tetapi menyangkali kuasanya." (2 Timotius 3:5, AYT).

Allah ingin membangkitkan orang-orang yang berkomitmen penuh untuk pekerjaan-Nya terlepas dari tantangan yang akan datang.
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. WhatsApp
  4. Telegram

Tidak lama setelah sekolah itu didirikan, Allah memanggil Rees Howells ke dalam jalan iman dan ketaatan yang tertinggi, yaitu pemberitaan Injil kepada setiap makhluk (Markus 16:15). Ia menjadi seorang pria dengan visi dunia. Tidak lama setelah ia mengerahkan imannya untuk melihat tugas itu selesai pada generasinya, para diktator jahat dan sistem pemerintahan yang jahat muncul untuk menghentikan kemajuan Injil. Perang Dunia II dimulai.

Sesuatu yang sudah dibuat untuk menjadi pusat pelatihan dan pengutusan berubah menjadi perusahaan pendoa syafaat yang dipenuhi iman dalam wajah mereka hari demi hari, tahun demi tahun, menghadapi krisis perang. Melalui itu semua, visi mereka tetap sama -- "Visi Setiap Makhluk" -- sembari mereka berjuang untuk tujuan Allah di bumi dan agar hambatan global disingkirkan demi kemajuan Injil. Namun, kisah dan kesaksian mereka tentang cara mereka memengaruhi dunia melalui doa-doa mereka sulit untuk dipahami, kecuali Anda terlebih dahulu memahami kehidupan iman, ketaatan, dan kesatuan mereka yang efektif.

Perhatikan kembali kutipan pembuka dan dengarlah seruan penuh tekad dari seorang pria yang iman serta doanya meluas hingga mencakup bangsa-bangsa, para pemimpin dunia, sistem pemerintahan, dan kelompok-kelompok masyarakat yang belum terjangkau. Biarkan kata-katanya memengaruhi hati Anda dan menciptakan rasa lapar yang sama untuk jenis iman semacam itu. Mari kita ikuti teladan hamba Tuhan yang rendah hati ini, yang hidupnya telah mengilhami ribuan pendoa syafaat di seluruh dunia.

Awan gelap terbentuk di cakrawala, tetapi tuntutan kerajaan tetap sama: "Pergilah!" Allah ingin membangkitkan orang-orang yang berkomitmen penuh untuk pekerjaan-Nya terlepas dari tantangan yang akan datang. (t/N. Risanti)

Karya dikutip dari:

  • Grubb, Norman. Rees Howells, Intercessor" Fort Washington: Christian Literature Crusade, 1952. 274. Print.
  • Maton, Richard. Samuel, Son and Successor of Rees Howells: Director of the Bible College of Wales: A Biography. Poole: ByFaith Media, 2012. 73. Print.
  • Maton, Richard. Samuel Rees Howells: A Life of Intercession. ByFaith Media, 2012. 18. Print.
  • Ravenhill, Leonard. Today's Sleeping Giant. Ravenhill. Leonard Ravenhill, 1994. Web. 11 November 2015. < https://www.ravenhill.org/sleepgnt.htm >.
Diterjemahkan dari:
Nama situs : Justice House of Prayer DC
Alamat situs : https://www.jhopdc.com/rees-howells-part-1
Judul asli artikel : Rees Howells: How One Man's Faith Prevailed During Global Crisis
Penulis artikel : Matt Lockett

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru