Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereRenungan / Belajar dari Kehidupan Daud dalam Perjanjian Lama

Belajar dari Kehidupan Daud dalam Perjanjian Lama


Ada pelajaran yang dapat kita ambil dari kehidupan Daud dalam Perjanjian Lama dibandingkan dengan tokoh-tokoh yang lain. Kemungkinan ada begitu banyak pelajaran sehingga tidak mungkin bisa fokus pada semua hal dalam satu perikop. Meskipun demikian, pelajarilah beberapa pelajaran yang bermanfaat.

  1. Mulailah membaca tentang Daud dan kehidupannya dalam Perjanjian Lama atau lihatlah referensi yang terkait. Mintalah Allah agar membantu Anda memahami apa yang bisa Anda pelajari dari kehidupan Raja Israel ini. Buatlah catatan. Anda bisa mulai dari 1 Samuel 16 hingga bagian terakhir dari kitab ini. Bagian-bagian lain dari Alkitab yang berisi bagian utama dari kehidupan Daud termasuk 2 Samuel, 1 dan 2 Raja-raja -- dengan 2 Raja-raja yang sebagian besar membicarakan masa sesudah Daud, serta 1 dan 2 Tawarikh. Beberapa ayat tersebut adalah mengenai kehidupan Daud dan beberapa ayat lainnya berkenaan dengan Israel setelah kematiannya, namun ayat terkait bisa membantu Anda untuk membedakannya.

  2. Ketika Samuel pergi untuk mengurapi salah seorang dari anak-anak Isai untuk menjadi raja di Israel, baik dia maupun Isai tidak tahu yang manakah yang akan menjadi raja. Samuel dan Isai merasa bahwa Allah telah memilih salah satu dari antara anak-anak yang lain karena penampilan atau perawakannya. Akan tetapi, Allah menolak semua anak Isai yang lain dan berfirman bahwa Dia melihat hati, bukan penampilan luar, seperti yang manusia lihat. Daud, si anak gembala, masih berada di ladang menggembalakan domba, karena tak seorang pun yang menduga dia bisa menjadi seseorang yang dimaksud, yang dipilih menjadi calon raja. Dari sini, kita bisa belajar bahwa apa pun yang Tuhan tentukan bagi kita, besar atau kecil, kita bisa menyelesaikannya. Tidak peduli apa yang orang pikirkan tentang kita, seperti apakah kita, atau apakah kelihatannya kita memiliki talenta atau kecakapan yang hebat.

  3. Ketika Saul masih menjadi raja setelah Daud diurapi menjadi raja selanjutnya, dia terus-menerus berikhtiar untuk membunuh Daud. Daud melihat kelengahan Saul lebih dari satu kali dan mendapat kesempatan untuk membunuhnya. Bahkan hamba-hambanya juga menginginkannya. Daud menolak dan berkata bahwa dia tidak mau menyakiti orang yang diurapi Allah, karena Saul telah dipilih menjadi raja. Dari sini, kita bisa belajar tentang penghormatan kepada pemimpin yang telah Allah pilih. Kita juga bisa belajar bahwa kita tidak boleh balas dendam. Serahkan semuanya kepada Allah. Meskipun Daud hidup pada masa Perjanjian Lama, dia melakukan perintah dalam Perjanjian Baru yang diajarkan Yesus, yaitu kasihilah musuhmu, dan ajaran Paulus dalam Perjanjian Baru, yaitu taatilah pemerintah yang berkuasa.

  4. Daud, si anak gembala, membunuh Goliat dengan ketapel dan beberapa butir batu. Dari sini, kita bisa belajar bahwa kita bisa mengerjakan apa pun yang Allah kehendaki untuk kita lakukan. Kita hanya perlu mengikuti ke mana Dia menuntun dan melayani di mana Dia kehendaki. Kita tidak perlu takut.

  5. Daud, orang yang di dalam Alkitab disebut "orang yang berkenan di hati Allah", melakukan perzinahan dengan Batsyeba. Ketika dia mengandung, Daud mencoba menyuruh suaminya, seorang panglima tentara, untuk pulang ke rumahnya dan tidur dengan Batsyeba, supaya kelihatan bahwa suaminyalah ayah dari anak yang dikandung Batsyeba. Ketika dia tidak mau meninggalkan pasukannya, Daud mengutus orangnya, Uria, untuk pergi ke barisan depan dalam pertempuran tempat dia terbunuh. Orang yang begitu mengasihi Allah telah melakukan perzinahan dan pembunuhan. Dari sini, kita bisa belajar bahwa apa pun yang telah kita lakukan untuk Allah, kita tidak boleh berpikir bahwa kita sudah terbebas dari dosa atau kejatuhan.

  6. Allah mengampuni Daud atas dosanya, tapi anak hasil perzinahan mati. Kerajaan Daud juga tidak lagi penuh kedamaian dan anak-anaknya sendiri memperebutkan kekuasaannya. Satu orang mati. Dari sini, kita bisa belajar bahwa ada konsekuensi dari dosa, tapi Allah benar-benar sudah mengampuni. (t/Setya)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : e-How.com
Judul asli artikel : How to Learn From the Life of David
in the Old Testament
Penulis : Imikewhite
Alamat URL : www.ehow.com
Tags

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru