Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereBio-Kristi No.100 Oktober 2012 / Bagi Albert Schweitzer, Tuhan Yesus adalah Tuan

Bagi Albert Schweitzer, Tuhan Yesus adalah Tuan


Schweitzer dibesarkan sebagai seorang penganut Lutheran. Ayahnya adalah seorang pendeta Lutheran, tetapi pemakaian gedung gereja di desanya dibagi dengan pastor Katolik Roma dan jemaatnya. Sejak kecil, Schweitzer terpesona dengan kisah-kisah Alkitab, namun sekaligus merasa bingung. Ia ingin tahu mengapa keluarga Yesus bisa sangat miskin sementara mereka telah diberi hadiah berupa emas, kemenyan, dan mur oleh para majus dari Timur.

Ketika ia bertambah besar, pertanyaan sulit ini menjadi semakin serius dan akhirnya membuatnya menerbitkan dua buku penting yang sangat tebal, "The Mystery of the Kingdom of God" dan "The Quest of the Historical Jesus". Kedua buku ini membuat terkejut dan menimbulkan sedikit kepahitan pada rekan-rekannya sesama pendeta dan profesor di Universitas Strasbourgh.

Kesimpulan yang ia peroleh setelah mempelajari Alkitab secara mendalam adalah bahwa Yesus, seorang guru agama Yahudi, berharap setelah disalibkan, Dia akan bangkit pada hari yang ke-3 sebagai Tuhan semesta alam yang bertransformasi ke dalam kedamaian dan kesempurnaan total. Hal ini tepat seperti Kerajaan Allah yang dinubuatkan oleh para nabi.

Jadi, Yesus telah keliru. Gereja Kristen telah menghabiskan 2.000 tahun berikutnya untuk mencoba menjelaskan kegagalan ini, dengan mengatakan bahwa Yesus berbicara tentang kerajaan rohani yang ada di dalam hati manusia, bukan secara fisik. Akan tetapi, konsep ini adalah konsep yang sangat asing bagi pemikiran orang-orang Yahudi pada masa itu, sehingga jika yang dimaksud Yesus dengan Kerajaan Allah adalah kerajaan yang ada dalam hati manusia, maka ia akan mengatakannya dengan terus terang. Tetapi Dia tidak mengatakannya demikian.

Paradoks yang tampak dari hal ini adalah semakin banyak Schweitzer mempelajari tentang Yesus, semakin banyak dia merasa bahwa Yesus adalah Pribadi yang Mahabesar dan Mahasempurna, sehingga bagi Schweitzer Yesus adalah "Tuanku" selamanya. (t/Setya)

Sumber: http://www.albertschweitzer.info/christianity.html

 

Sumber: Bio-Kristi 100

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru