Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are herePenerjemahan Alkitab / Eugene A. Nida

Eugene A. Nida


Perkembangan Alkitab selama lima belas tahun terakhir pada abad ke-20 menyingkapkan bahwa kini jutaan orang dapat membaca Alkitab dengan cara yang sebelumnya dirasa sebagai hal yang mustahil.

Hal itu merupakan akibat dari meningkatnya proyek penerjemahan Alkitab ke dalam berbagai bahasa dan revolusi yang terjadi dalam bidang penerjemahan Alkitab. Saat sumber baru tersedia, metode penerjemahan yang baru segera diajarkan, dan para penerjemah dididik dengan lebih baik, pembaca Alkitab di seluruh dunia akan diuntungkan dengan penerjemahan yang jelas, dapat dipahami, dan tidak menyalahi makna teks asli.

Eugene A. Nida merupakan salah seorang dari beberapa yang berjasa dalam revolusi penerjemahan Alkitab sehingga mencapai apa yang dicapai sekarang. Ia muncul sebagai perintis dan ahli dalam pengembangan teori dan praxis (proses pengaplikasian teori dalam praktik).

Lahir pada 11 November 1914, di Oklahoma City, Oklahoma, Eugene Nida dan keluarganya pindah ke Long Beach, California ketika ia berumur lima tahun. Ia mulai mempelajari bahasa Latin di bangku SMA dan tidak sabar untuk mampu menjadi misionaris yang tugasnya menerjemahkan Alkitab. Keinginannya itu semakin dekat untuk menjadi kenyataan saat ia meraih gelar kesarjanaan dalam bidang bahasa Yunani pada tahun 1963 dari University of California di Los Angeles dengan menyandang predikat "summa cum laude". Setelah itu, ia melanjutkan studinya ke Summer Institute of Linguistics (SIL) dan menemukan karya-karya ahli bahasa seperti Edward Sapir dan Leonard Bloomfield. Nida kemudian meraih gelar doktoral dalam bidang Perjanjian Baru berbahasa Yunani di University of Southern California. Pada tahun 1941, ia mulai mencoba merengkuh gelar Ph.D. dalam bidang ilmu bahasa di University of Michigan. Ia menyelesaikan studinya itu dua tahun kemudian. Disertasinya, "A Synopsis of English Syntax", pada saat itu adalah sebuah analisa pertama yang menganalisa bahasa Inggris secara menyeluruh menurut teori "konstituen langsung" (immediate constituent).

Tahun 1943 adalah masa-masa sibuk bagi Eugene Nida. Ia ditasbihkan di Northern Baptist Convention untuk dapat benar-benar menyandang gelar Ph.D.. Ia menikahi Althea Sprague dan bekerja di American Bible Society (ABS) sebagai ahli bahasa. Meskipun pada awalnya, perekrutannya sebagai staf ABS hanyalah sebagai suatu percobaan, Nida akhirnya menjadi wakil sekretaris untuk divisi Versi Alkitab (Versions), dan kemudian menjadi sekretaris eksekutif untuk divisi Penerjemahan Alkitab (Translations) sampai ia pensiun pada awal tahun 1980-an.

Sesaat setelah bekerja di ABS, Dr. Nida langsung dikirim ke serangkaian misi di Afrika dan Amerika Latin. Pada masa itu, ia bekerja dengan para misionaris penerjemah untuk menyelesaikan masalah kebahasaan dan mencari penerjemah lokal yang potensial. (Dalam melakukannya, ia sering kali memanfaatkan koneksinya dengan SIL.) Dalam perjalanannya itu, ia menyadari bahwa perannya yang paling penting untuk divisi Penerjemahan Alkitab ABS tidak hanya sebatas memeriksa sebuah terjemahan sebelum diterbitkan, namun mendidik para penerjemah dan memberi mereka suatu cara menerjemahkan yang lebih baik, sumber, pelatihan, dan pengorganisasian untuk meningkatkan efektivitas penerjemahan. Ia melakukan semua itu melalui kunjungan langsung ke daerah-daerah, lokakarya pengajaran dan pelatihan, serta membangun jaringan penerjemahan dan struktur organisasi yang akhirnya mendunia -- United Bible Societies Translations Program. Ratusan bahasa daerah di seluruh dunia sedang diterjemahkan dengan tiada henti-hentinya dalam program tersebut.

Nida diharuskan untuk menciptakan suatu teori yang dapat membuat Injil dapat dikomunikasikan dengan lebih efektif, menggilas segala macam hambatan budaya dan masalah kebahasaan. Bukunya, Toward a Science of Translating (Brill, 1964) dan kemudian The Theory and Practice of Translation (Brill, 1969, dengan C.R. Taber), membantu penulis yang produktif ini untuk mencapai tujuannya tersebut.

Dua buku yang berpengaruh tersebut adalah buku-buku pertamanya yang ditulis untuk menguraikan teorinya yang ia sebut sebagai penerjemahan padanan dinamis yang tidak mengubah makna (Dynamic Equivalence Translation), yang kemudian disebut Kesepadanan Fungsional (Functional Equivalence). Teorinya ini sangat penting, revolusioner, dan meyakinkan. Buktinya, ratusan penerjemahan dapat dilakukan dengan efektif karena menerapkan teori tersebut. Intinya, teorinya memampukan penerjemah untuk menangkap makna dan semangat yang diusung oleh bahasa sumber tanpa harus terikat dengan struktur bahasanya.

Bukunya yang ditulis dengan Jan de Waard, From One Language to Another (Nelson, 1986), berisi uraian tambahan mengenai teori Kesepadanan Fungsional (Functional Equivalence). Setelah bertahun-tahun menulis banyak buku dan artikel yang mengandung subjek-subjek penting, seperti penafsiran (exegesis), semantik, struktur wacana, serta analisa semantik menyeluruh terhadap perbendaharaan kata dalam Perjanjian Baru berbahasa Yunani, Nida dan Louw menerbitkan sebuah kamus bahasa Yunani-Inggris untuk Perjanjian Baru berdasar pada aspek semantiknya -- The Greek-English Lexicon of the New Testament based on Semantic Domains (UBS, 1988).

Karya Nida dalam bidang penerjemahan bahasa daerah telah menunjukkan bahwa untuk menjangkau orang-orang yang sama sekali belum pernah mengenal Injil, penerjemahan harus menempatkan aspek kejelasan komunikasi dalam bahasa dan gaya bahasa yang mudah dipahami pada prioritas yang paling utama. Maka di bawah kepemimpinan William Wonderly yang adalah seorang penerjemah, Perjanjian Baru berbahasa Spanyol, yang disebut sebagai Version Popular, sebuah penerjemahan modern, diterbitkan pada tahun 1966.

Pada waktu hampir bersamaan, Alkitab Perjanjian Baru Kabar Baik (Good News Bible New Testament) dan Today`s English Version (TEV), tersusun di bawah kepemimpinan Robert G. Bratcher, rekan Nida. Kedua versi Alkitab itu merupakan sebuah karya yang sangat sukses -- lusinan juta salinannya tejual bahkan sebelum terbit pada tahun 1976.

Kesuksesan tersebut membuat banyak gereja mengakui efektivitas teori Kesepadanan Fungsional (Functional Equivalence) dalam mengomunikasikan isi Alkitab dengan jelas. Pada tahun 1986, United Bible Societies (UBS) dan Vatikan bekerja sama untuk menerapkan prinsip-prinsip Kesepadanan Fungsional (Functional Equivalence) dalam ratusan proyek penerjemahan Alkitab yang sedang dikerjakan. Lagi-lagi, Nida berperan penting dalam terwujudnya kerja sama tersebut.

Eugene A. Nida merupakan seorang pelajar, guru, pemimpin, tokoh berpengaruh, penyusun konsep, inovator, dan penyusun teori yang berpengaruh. Ia juga merupakan tokoh yang tiada duanya, baik dalam sejarah perkembangan Komunitas Alkitab (Bible Society) maupun dalam hal dampak di seluruh dunia. Karya, organisasi, dan gagasannya menentukan arah perkembangan dan penerjemahan Alkitab. Terima kasih untuknya; dunia penerjemahan Alkitab dan penelitian penerjemahan telah diperkaya dan ditantang menjadi sebuah bidang studi dan wacana yang menarik untuk digeluti.

Sejak pensiun pada awal tahun 1980-an, Dr. Nida kini tinggal di Brussel, Belgia. (t/Dian)

Diterjemahkan dari:

Judul asli artikel : Brief Biography of Eugene Nida
Penulis : Tidak dicantumkan
Nama situs : Eugene A. Nida Institute for Biblical Scholarship
Alamat URL : http://www.nidainstitute.org/

 

Sumber: Bio-Kristi 16

Komentar


Cari semua situs SABDA

Loading
Cari misalnya: 'alkitab'
Akan membuka halaman baru

Navigation

Tokoh Wanita

Follow Us

 

Member login

Permohonan kata sandi baru