Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

You are hereRiwayat / Dorothy Day

Dorothy Day


Tergugah oleh rasa ingin tahu tentang keyakinan Katolik selama bertahun-tahun, Dorothy Day bertobat di tahun 1927. Di tahun 1933, dia bersama-sama mendirikan The Catholic Worker, sebuah surat kabar yang mengangkat ajaran Katolik yang menjadi sangat sukses dan menelurkan Catholic Worker Movement (Gerakan Pekerja Katolik), yang menangani isu-isu keadilan sosial. Day juga membantu mendirikan rumah-rumah khusus untuk menolong orang miskin.

Nama: Dorothy Day

Pekerjaan: Tokoh religius, Aktivis, Editor, Aktivis Hak-hak Wanita, Aktivis Anti-Perang, Jurnalis

Tanggal kelahiran: 08 November 1897

Tanggal Kematian: 29 November, 1980

Pendidikan: University of Illinois

Tempat Kelahiran: New York, New York

Tempat Kematian: New York, New York

Kehidupan Awal

Penulis, editor, dan pembaharu sosial, Dorothy Day, lahir pada 08 November 1897, di kota New York. Day adalah seorang radikal di zamannya, mengerjakan tujuan-tujuan sosial seperti cinta damai dan hak-hak perempuan. Dia adalah anak ketiga dari lima anak yang lahir dari orangtua bernama Grace dan John, yang bekerja sebagai jurnalis. Keluarga itu pindah ke California karena pekerjaan ayahnya saat Dorothy berusia 6 tahun. Mereka kemudian tinggal di Chicago.

Karena kepandaiannya, Day diterima di Universitas Illinois. Dia mendaftar studi di sana dari tahun 1914 sampai 1916, tetapi kemudian meninggalkan studinya untuk pindah ke kota New York. Di sana, Day tergabung dengan kumpulan sastrawan dan liberal di lingkungan Greenwich Village di kota. Playwright Eugene O'Neill adalah salah satu temannya waktu itu. Day bekerja sebagai jurnalis, menulis untuk beberapa kaum sosial dan penerbitan yang berkembang di tahun 1910 an dan 20an. Dia mewawancarai sejumlah tokoh publik yang terkenal, termasuk Leon Trotsky.

Jurnalis dan Aktivis

Day yang aktif secara sosial dan politik ditangkap beberapa kali karena terlibat dalam unjuk rasa. Dia bahkan melanjutkan sebuah aksi mogok makan setelah dipenjara karena melakukan unjuk rasa di depan Gedung Putih di tahun 1917 sebagai bagian dari usaha untuk menjamin hak pilih bagi perempuan.

Dalam kehidupan pribadinya, Day mengalami ketidaklancaran. Dia berhubungan dengan penulis Lionel Moise suatu waktu. Setelah Day hamil, dia menuruti paksaan Moise untuk melakukan aborsi, tetapi hubungan itu tidak bertahan lama. Day kemudian menikah dengan seorang promotor sastra bernama Berkeley Tobey, yang melakukan tur ke Eropa bersamanya, tetapi mereka berpisah dalam setahun itu.

Dengan menggunakan pengalamannya sebagai aktivis yang maju dan hidup sebagai seniman yang bebas mengembara, Day menulis The Eleventh Virgin, sebuah novel yang diterbitkan di tahun 1924. Di sekitar waktu itulah dia memulai sebuah hubungan dengan Forster Batterham, seorang ahli biologi dan anarkis. Meskipun mereka tidak menikah, mereka memiliki seorang putri bernama Tamar Teresa, dan Day membaptiskan anak itu di sebuah gereja Katolik – sebuah keputusan yang mengawali jalannya menuju kebangkitan rohani. Di akhir tahun 1927, dia bertobat menjadi Katolik dan meninggalkan Batterham, meskipun tidak bahagia karena tidak berada di sampingnya untuk jangka waktu yang lama.

The Catholic Worker

Day bertemu dengan Peter Maurin, seorang imigran Perancis dan dulunya adalah seorang Saudara Kristen, di tahun 1932. Tahun-tahun berikutnya, mereka mendirikan The Catholic Worker, sebuah surat kabar yang mengangkat ajaran Katolik dan menyelidiki isu-isu sosial. Publikasinya menjadi sangat sukses dan menelurkan Catholic Worker Movement, yang berdasarkan prinsip-prinsip religiusnya menangani isu-isu keadilan sosial. Sebagai bagian dari keyakinan gerakan yaitu keramahtamahan, Day membantu mendirikan rumah-rumah khusus untuk membantu orang miskin.

Selain tulisannya untuk The Catholic Worker, Day juga menulis beberapa karya autobiografis. Dia menjelaskan pertobatan rohaninya di From Union Square to Rome di tahun 1938, menuliskan buku sebagai surat kepada adiknya, seorang komunis yang kuat. Di tahun 1952, Day mengeluarkan autobiografinya yang kedua, The Long Loneliness.

Kematian dan Warisan

Dorothy Day mengabdikan hampir seluruh hidupnya untuk melayani tujuan keyakinan sosialnya dan iman yang dianutnya. Dia meninggal pada 29 November 1980, di kota New York, di Maryhouse – salah satu rumah perkampungan Katolik, tenpat di mana dia membantu membangunnya. Gerakan yang diciptakannya masih berjaya hingga hari ini, dengan lebih dari 200 komunitas di seluruh Amerika Serikat dan 28 komunitas di luar.

Selama bertahun-tahun, kisah kehidupan Dorothy telah menjadi tema dari banyak buku dan film. Di tahun 1996, Moira Kelly berperan sebagai dirinya di film Entertaining Angels: The Dorothy Day Story. Martin Sheen berperan sebagai Peter Maurin, rekan pendiri Catholic Worker, di film itu. Day juga pernah diangkat menjadi sebuah film dokumenter di tahun 2006, Dorothy Day: Don't Call Me a Saint.

Walaupun judul film dokumenternya seperti itu, banyak orang yang mengusulkan agar Day diberi gelar orang suci karena aktivisme sosialnya dan komitmennya atas imannya. Di tahun 2015, Paus Francis menyebutnya sebagai salah satu dari “Empat besar Orang Amerika,” berdampingan dengan Abraham Lincoln, Martin Luther King Jr., dan Thomas Merton.(t/Jing-jing)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Biography
URL : https://www.biography.com/people/dorothy-day-9268575/.
Judul asli artikel : Dorothy Day Biography
Penulis artikel : Editor Biography
Tanggal akses : 28 Juni 2017

Komentar


Cari semua situs SABDA

Loading
Cari misalnya: 'alkitab'
Akan membuka halaman baru

Join Us

Ulang Tahun YLSA ke-24

24 Tahun SABDA
Merayakan 24 tahun
melayani bersama


Aplikasi Android Kristen


android.sabda.org

Navigation

Follow Us

 

Member login

Permohonan kata sandi baru