Skip to main content

Franklin Delano Roosevelt

Siapakah Franklin D. Roosevelt?

Franklin Delano Roosevelt adalah presiden yang memimpin AS selama masa Depresi Besar dan Perang Dunia II. Ia mengalami kelumpuhan dari pinggang ke bawah setelah serangan penyakit polio, tetapi ia dapat mengatasi kekurangannya itu dan terpilih sebagai Presiden AS selama 4 periode berturut-turut; sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Masa Kecil Franklin D. Roosevelt

Franklin D. Roosevelt dilahirkan di sebuah rumah perkebunan milik keluarganya di Springwood, Hyde Park -- New York sebagai anak tunggal dari kedua orang tuanya yang kaya raya; James Roosevelt dan Sara Ann Delano. James Roosevelt, yang pernah menikah sebelumnya dan memiliki anak dari pernikahan terdahulu (James Roosevelt Jr.), sudah cukup tua ketika Franklin lahir (kala itu, James telah berusia 53 tahun). Sara, ibunya, melahirkan Franklin pada umur 27 tahun dan sangat memanjakannya. Sampai kematiannya pada tahun 1941 (hanya berselang 4 tahun sebelum kematian Franklin), Sara memiliki peran penting dalam kehidupan putranya tersebut, bahkan peran itu dianggap sebagai peran yang terlalu mengatur dan posesif oleh beberapa orang.

Franklin D. Roosevelt menghabiskan masa kecilnya di rumah keluarganya di Hyde Park. Karena diajar di rumah, ia pun tidak pernah memiliki banyak waktu untuk bermain dengan teman-teman sebayanya. Pada tahun 1896, ketika berusia 14 tahun, Roosevelt dikirim untuk pertama kalinya ke sekolah formal di Grotton, Massachusetts. Dan, selama belajar di Grotton, Roosevelt dianggap sebagai murid yang biasa-biasa saja.

Kehidupan Kuliah dan Pernikahan

Pada tahun 1900, Roosevelt belajar di Harvard University. Ketika Franklin baru menjalani beberapa bulan pada tahun pertamanya di Harvard, ayahnya meninggal dunia. Selama tahun-tahun perkuliahannya, Roosevelt terlibat aktif dengan surat kabar kampus bernama "The Harvard Crimson", ia bahkan menjadi editor pelaksananya pada tahun 1903.

Pada tahun yang sama, Franklin D. Roosevelt juga bertunangan dengan sepupu kelimanya, Anna Eleanor Roosevelt (nama Roosevelt dipakainya selama lajang dan tetap disandangnya setelah menikah). Franklin dan Eleanor menikah dua tahun kemudian, pada hari raya Santo Patrick, 17 Maret 1905. Dan, selama 11 tahun pernikahan, mereka dikaruniai 6 orang anak, 5 di antaranya bertahan hidup melewati masa bayi mereka.

Masa Awal Karier Politik

Pada tahun 1905, Franklin D. Roosevelt berkuliah di Columbia Law School, tetapi ia keluar dari sekolah hukum itu tepat setelah ia lulus dari ujian hukum yang diadakan oleh New York State Bar (asosiasi pengacara di New York -- Red.) pada tahun 1907. Selama beberapa tahun, Roosevelt bekerja di beberapa kantor pengacara di Carter, Ledyard, dan Milburn; dan pada tahun 1910, Franklin D. Roosevelt diminta menjadi wakil untuk mengisi kursi senat atas nama Partai Demokrat di Duchess County, New York. Meskipun Roosevelt dibesarkan di Duchess County, kursi senat tersebut telah lama dikuasai oleh wakil dari Partai Republik. Meskipun mendapat banyak kesulitan, Roosevelt memenangkan kursi senat tersebut pada tahun 1910, dan lagi pada tahun 1912.

Karier Roosevelt sebagai senator negara bagian pun terhenti pada tahun 1913 karena ditunjuk oleh Presiden Woodrow Wilson untuk menjabat sebagai Asisten Sekretaris di Angkatan Laut. Jabatan ini menjadi semakin penting ketika AS memulai persiapan mereka untuk berperang pada Perang Dunia I.

Franklin D. Roosevelt Sebagai Kandidat Wakil Presiden AS

Franklin D. Roosevelt memiliki keinginan untuk terjun semakin dalam di dunia politik seperti sepupu kelimanya (yang sekaligus adalah paman Eleanor), Presiden Theodore Roosevelt. Meskipun karier Franklin D. Roosevelt terlihat menjanjikan, ia tidak memenangkan setiap pemilihan. Pada tahun 1920, Roosevelt dipilih menjadi kandidat wakil presiden dari Partai Demokrat, bersama James M. Cox sebagai calon presidennya. FDR dan Cox kalah dalam pemilihan itu.

Setelah mengalami kekalahan itu, Roosevelt memutuskan untuk mundur sejenak dari dunia politik dan kembali berkecimpung dalam dunia bisnis. Beberapa bulan kemudian, Roosevelt jatuh sakit.

Serangan Polio

Eleanor menelepon sejumlah dokter untuk datang dan memeriksa suaminya, tetapi penyakit itu baru terdiagnosis pada 25 Agustus oleh Dr. Robert Lovett. Dari diagnosis tersebut, diketahui bahwa Roosevelt mengidap penyakit poliomyelitis (polio). Sebelum vaksin polio ditemukan pada tahun 1955, virus ini dianggap sebagai virus biasa, tetapi dalam bentuk terparahnya dapat menyebabkan kelumpuhan. Pada usia 39 tahun, Roosevelt kehilangan kekuatan pada kedua kakinya. (Pada tahun 2003, sejumlah ilmuwan menyatakan bahwa kemungkinan besar, Roosevelt mengidap sindrom Guillain-Barre, bukan penyakit polio).

Roosevelt tidak ingin dirinya dibatasi oleh kekurangannya. Karena itu, untuk mengatasi kelemahannya dalam bergerak, ia membuat penahan kaki yang terbuat dari baja, yang dapat dikunci untuk membuat kakinya lurus. Dengan penahan kaki yang