Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

You are hereKarya / Hizkia

Hizkia


Hizkia, dalam Bahasa Ibrani Hizqiyya, dalam Bahasa Yunani: Ezekias, (berjaya di akhir abad ke-8 dan awal abad ke-7 SM), anak dari Raja Ahas, dan penerus ke-13 dari Daud sebagai raja Yehuda di Yerusalem. Penanggalan pemerintahannya sering dituliskan sekitar tahun 715–686 SM, tetapi ketidakkonsistenan dalam pencatatan di Alkitab dan tulisan-tulisan kuno Asyur mengakibatkan lebarnya jangka waktu mengenai kemungkinan penanggalannya.

Hizkia berkuasa saat kerajaan Asyur menggabungkan kendalinya atas Palestina dan Siria. Pada masa pemerintahan ayahnya Yehuda ada di bawah kekuasaan raja Asyur di tahun 735 SM. Hizkia mungkin ikut serta dalam pemberontakan melawan Raja Sargon II dari Asyur (memerintah pada tahun 721-705 SM), yang rupanya Asyur hancur di tahun 710. Ketika Senackerib naik (tahun 705-681 SM), pemberontakan selanjutnya terjadi dan memecah seluruh kerajaan Asyur. Hizkia diperkirakan pemimpin pemberontakan di Palestina, yang meliputi negara-kota Askalon dan Ekron dan mendapatkan dukungan dari Mesir. Dalam mempersiapkan pertempuran Asyur yang tak terelakkan untuk mengambil alih Palestina, Hizkia memperkuat pertahanan ibu kotanya, Yerusalem, dan membuat lubang perlindungan terowongan Siloam yang terkenal (2 Raja-raja 20:20, 2 Tawarikh 32:30), yang mengalirkan air dari mata air Gihon ke waduk di dalam tembok kota.

Senackerib kemudian mengakhiri pemberontakan pada tahun 701 SM, menyerbu Yehuda, menaklukkan 46 kota temboknya, dan menempati banyak wilayah Yehuda yang dikalahkan di bawah kendali negara-negara tetangga. Sementara Senackerib mengepung kota Lasik, Hizkia berusaha untuk mengamankan Yerusalem dengan membayar upeti berupa emas dan perak kepada raja Asyur, yang tentu saja menghendaki penyerahan kota tanpa syarat. Pada saat itu, Yerusalem diselamatkan secara ajaib oleh wabah yang menimpa pasukan Asyur. Peristiwa ini membangkitkan kepercayaan Yehuda bahwa Yerusalem tidak dapat diganggu gugat, sebuah kepercayaan yang bertahan sampai akhirnya kota itu jatuh ke tangan Babel seabad kemudian. Penanggalan tentang penyerangan Senackerib yang berbeda ditulis di Kitab Raja-raja, dan diperkirakan dia menyerang Yehuda untuk kedua kalinya sekitar masa kekuasaan Hizkia.

Dalam pembaharuan religiusnya, Hizkia menegaskan tradisi dan praktek warisan Ibrani Yehuda yang menentang pemujaan terhadap dewa-dewa Asyur. Kemudian, dia berusaha untuk mendapatkan kemerdekaan secara politik dan agama dari Yehuda, tetapi bencana pada tahun 701 SM menyebabkan keinginan yang salah di antara orang-orangnya untuk memiliki seorang raja ideal guna memulihkan masa kejayaan raja Daud. (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Encyclopaedia Britannica
Alamat URL : https://www.britannica.com/biography/Hezekiah
Judul asli artikel : Hezekiah
Penulis artikel : Editor Encyclopedia of Britannica
Tanggal akses : 20 April 2018

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru