Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereBio-Kristi No. 163 Agustus 2016 / Iman Puritan Oliver Cromwell

Iman Puritan Oliver Cromwell


Ditulis oleh: N. Risanti

Cromwell adalah seorang puritan yang sangat religius, yang percaya bahwa setiap orang harus menjalani kehidupan mereka sesuai dengan apa yang ditulis di dalam Alkitab. Imannya yang sangat puritan tersebut tampak ketika ia melarang perayaan Natal di Inggris pada tahun 1647. Untuk tujuan tersebut, ia sampai memerintahkan para tentara di London untuk berpatroli di sepanjang jalan-jalan dan jika perlu mengambil dengan paksa makanan yang dimasak untuk perayaan Natal. Baginya, Natal adalah masa-masa untuk memikirkan tentang kelahiran Kristus dibanding hanya sekadar makan dan bermabuk-mabukan, sehingga ia menginginkan Natal kembali menjadi perayaan yang religius dan bukan sebagai perayaan untuk menikmati kesenangan. Selain itu, karena bagi orang-orang puritan hari Minggu adalah hari yang sangat istimewa, maka di bawah kekuasaannya, segala bentuk pekerjaan dilarang untuk dilakukan pada hari Minggu, bahkan untuk berjalan-jalan jika bukan untuk pergi ke gereja.


Gambar: Larangan untuk merayakan NatalPengumuman pelarangan perayaan Natal di Boston

Ada berbagai larangan lagi yang terjadi di Inggris pada masa ia berkuasa sebagai pemimpin. Kata Puritan berasal dari kata "Pure" yang berarti murni, sehingga para penganutnya berusaha menjalankan kehidupan mereka secara saleh. Cromwell sendiri percaya bahwa teladannya sebagai seorang puritan patut ditiru oleh masyarakat Inggris. Meski demikian, ia meninggalkan catatan yang kelam di Irlandia. Untuk menekan pertumbuhan populasi rakyat Irlandia, Cromwell membuat kebijakan mengirimkan mereka ke Hindia Barat untuk bekerja pada perkebunan tebu, yang membuat kebanyakan dari mereka tidak dapat bertahan dan mati. Berpotensi untuk menjadi ancaman bagi Inggris menjadi alasan mendasar dari Oliver Cromwell untuk menjalankan kebijakan yang tidak berdasar pada kasih tersebut kepada rakyat Irlandia. Tepatlah apa yang dikatakan oleh Teolog Jonathan Edwards ketika menyatakan bahwa ketika tujuan tertinggi dari seseorang adalah kebaikan bangsa, suku, maupun rasnya, maka ia akan menjadi seorang yang rasis atau nasionalis, atau dengan perkataan lain tidak/kurang memiliki kasih.

Sumber referensi:
1. James. 2013. "Who Was Oliver Cromwell? Facts and Informations". Dalam
http://primaryfacts.com/3285/oliver-cromwell-facts-and-information/
2. C. N., Trueman. "Life in England under Oliver Cromwell". Dalam
http://primaryfacts.com/3285/oliver-cromwell-facts-and-information/"
3. Keller, Timothy. "Rasio Bagi Allah". Penerbit Momentum, Surabaya 2013.

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru