Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are herepenulis / John Stott

John Stott


John Stott lahir di London pada tahun 1921, dari pasangan Tuan Arnold dan Nyonya Stott. Dia bersekolah di Rugby School, di sana dia menjadi anak yang menonjol, lalu melanjutkan ke Trinity College Cambridge. Di Trinity, dia meraih peringkat pertama untuk dua mata kuliah: Bahasa Perancis dan Teologi. Dia pun terpilih untuk mendapatkan beasiswa studi lanjutan.

John Stott mengajar kaum pendeta di Ridley Hall, Cambridge. Dia mendapat gelar kehormatan Lambeth di Jurusan Teologi pada tahun 1983 dan memperoleh gelar doktor dari sekolah-sekolah di Amerika, Inggris, dan Kanada.

Pertobatan

Meskipun John Stott diakui menjadi anggota Gereja Anglikan pada tahun 1936, dan berpartisipasi dalam tugas-tugas keagamaan di sekolah, dia tetap merasa gelisah secara rohani. Pada tanggal 13 Februari 1938, Eric Nash (yang lebih dikenal dengan nama Bash) datang untuk memberikan ceramah tentang Christian Union (Perhimpunan Kristen) di Rugby School. Setelah berbicara secara pribadi dengan Nash dan mengambil waktu sejenak untuk berpikir lebih jauh,

"Malam itu, di samping tempat tidurku, aku melakukan eksperimen iman dan "membuka pintu" bagi Kristus. Aku tidak melihat kilatan petir, bahkan aku tidak memiliki pengalaman emosional sama sekali. Aku merangkak ke tempat tidur dan tidur. Beberapa minggu kemudian, bahkan berbulan-bulan, aku masih bingung dengan apa yang kualami. Namun, semakin dewasa, cerita yang kutulis dalam buku harianku pada saat itu membuat semuanya jelas, memberikan pengertian yang lebih jelas, dan keyakinan yang lebih kuat akan keselamatan dan ke-Tuhanan Yesus Kristus."

Pengaruh Nasional

Ketika John Stott memulai pelayanannya yang sudah ditahbiskan, penginjilan mendapatkan sedikit pengaruh dari hierarki Gereja Anglikan. Dengan inisiatif pribadi seperti membentuk kembali Eclectic Society (kelompok persekutuan), Dr. Stott berupaya untuk membangkitkan pandangan dan moral penginjil-penginjil muda. Dari dua puluh dua anggota awal yang terdiri dari rekan-rekannya, kelompok ini bertumbuh menjadi 1.000 lebih anggota pada pertengahan tahun 1960-an. Berawal dari gerakan ini, muncullah banyak kelompok swadaya, yang paling menonjol adalah dua Kongres Nasional Anglikan Injili pada tahun 1967 dan 1977, yang dikepalai oleh Dr. Stott.

Dr. Stott juga menjadi ketua Dewan Injili Inggris (1967-1984) dan menjadi presiden dua organisasi Kristen yang berpengaruh -- British Scripture Union (1965-1974) dan British Evangelical Alliance (1973-1974). Dr. Stott menggabungkan komitmennya terhadap penginjilan dan membantu perkembangan para pemimpin Kristen masa depan, dengan melibatkan diri di Persekutuan Kristen Universitas dan Perguruan Tinggi (Persekutuan Mahasiswa Kristen -- PMK). Dia menjadi ketua selama empat periode antara tahun 1961 dan 1982. Ia juga melayani sebagai pendeta khusus (Chaplain) untuk Ratu Inggris (1959-1991) dan menerima kehormatan yang luar biasa -- dipilih menjadi pendeta emeritus (Extra Chaplain) pada tahun 1991.

John Stott sering merasa prihatin terhadap antiintelektualisme yang terlihat jelas pada beberapa orang Kristen. Sebaliknya, ia menekankan kebutuhan tersebut dengan kata-katanya, "untuk mengaitkan Firman pada masa lalu dengan dunia masa kini." Keyakinan inilah yang mendorongnya untuk mendirikan The London Institute for Contemporary Christianity pada tahun 1982, untuk "menawarkan kursus-kursus yang mempelajari interelasi antara iman, kehidupan, dan misi dalam pemikiran orang Kristen awam." Dr. Stott menjabat sebagai direktur pertama, kemudian menjadi presiden sejak tahun 1986 dan seterusnya.

David Edwards menyebut John Stott sebagai "pendeta paling berpengaruh di Gereja Inggris", selain William Temple, selama abad XX. Alister McGrath menyampaikan bahwa pertumbuhan penginjilan Inggris pascaperang (PD II) lebih pantas ditujukan kepada John Stott daripada orang lain.

Pengaruh Internasional

Sejak tahun 1970, Dr. Stott sudah menghabiskan kira-kira 3 bulan setiap tahun untuk memenuhi tugas berkhotbah di luar negeri (dengan tiga bulan selebihnya dihabiskan di The Hookses, tempatnya untuk menyendiri dan menulis di daerah Welsh). Ia mengadakan perjalanan secara berkala ke Amerika Serikat. Hubungan John Stott dengan para mahasiswa di seluruh dunia semakin diperkuat oleh kepemimpinannya di 50 universitas misi di Amerika, Australia, Selandia Baru, Afrika, dan Asia (1952-1977). Ia juga menjadi wakil presiden International Fellowship of Evangelical Students (1995-2003).

Satu dari sekian banyak sumbangsih yang diberikan oleh Dr. Stott bagi penginjilan dunia adalah melalui International Congress on World Evangelization yang diadakan di Laussanne, Swiss pada tahun 1974. Pada kongres tersebut, John Stott menjabat sebagai ketua panitia penyusunan Perjanjian Laussanne (pernyataan terbuka dari agama Kristen untuk menyelenggarakan penginjilan aktif di seluruh dunia), sebuah dasar penting dalam gerakan injili. Sebagai ketua Laussanne Theology and Education Group sejak tahun 1974 sampai 1981, ia memberi sumbangsih yang besar bagi pertumbuhan pemahaman injili terhadap hubungan antara penginjilan dan tindakan sosial. Sekali lagi ia menjadi ketua panitia penyusunan Manifesto Manila, sebuah dokumen yang dihasilkan dari Kongres Internasional yang kedua pada tahun 1989.

Komitmen John Stott bagi pembaharuan injili di Gereja-Gereja Anglikan di seluruh dunia, mendorongnya untuk terlibat dalam Evangelical Fellowship in Anglican Comunion (EFAC). Tahun 1960-1981, ia menjabat sebagai sekjen kehormatan. Tahun 1986-1990, ia menjabat sebagai Presiden EFAC. Hasratnya untuk memperkokoh hubungan di antara para teolog injili di Eropa adalah kekuatan kunci dalam pembentukan Fellowship of European Evangelical Theologians (FEET) pada tahun 1977.

Dr. Stott memiliki harapan khusus untuk pergi ke negara-negara berkembang. Kepeduliannya kepada orang-orang miskin di dunia menggerakkannya untuk terlibat di Tearfund dan ia menjabat sebagai presiden dalam organisasi tersebut (1983-1997), dia juga terlibat di Armonia, Meksiko sebagai pelindung organisasi. Melalui hubungannya dengan para pendeta di negara-negara berkembang, John Stott semakin yakin untuk menolong orang-orang miskin dalam penyediaan buku-buku dan beasiswa. Pelayanan ini banyak menyita waktunya pada tahun-tahun belakangan ini. Ia mendirikan Evangelical Literature Trust pada tahun 1971, yang banyak didanai dari royalti buku-bukunya, sehingga dapat mengirimkan buku-buku teologia kepada para pendeta, guru, dan mahasiswa teologia. Pada tahun 1974, penggalan dana beasiswa dibentuk (yang kemudian menjadi bagian yang membentuk Langham Trust) untuk memberikan beasiswa bagi para sarjana injili yang berprestasi dari negara-negara berkembang untuk meraih gelar doktor, dan kemudian mengembalikan mereka ke negara mereka masing-masing untuk mengajar di seminari-seminari. Evangelical Literautre Trust dan Langham Trust kini telah melebur menjadi Langham Partnership International yang diketuai oleh Dr. Chris Wright, sedangkan Dr. Stott tetap aktif sebagai presiden pendiri.

Langham Partnership International sekarang merangkul enam gerakan nasional (Australia, Kanada, Hong Kong, China, New Zeland, Inggris, Irlandia, dan Amerika -- John Stott Ministries). Bahkan, lebih dari belasan Dewan Regional telah dibentuk, sehingga para pemimpin gereja di negara-negara berkembang dapat memberikan pemikiran dan petunjuk bagi pelayanan Langham di negara mereka. Saat ini tiga program Langham (Langham Scholars, Langham Literature, Langham Preaching) melanjutkan usaha-usaha yang telah dipelopori oleh John Stott 30 tahun yang lalu.

Mungkin sumbangsih terbesar John Stott bagi dunia adalah melalui tulisannya, yang berciri khas yang jelas, seimbang, alkitabiah, dan logis. Karier kepenulisan John Stott bermula pada tahun 1954, ketika ia diminta untuk menulis buku panduan puasa tahunan bagi uskup di London. Lima puluh tahun kemudian, ia menulis lebih dari empat puluh judul buku dan ratusan artikel, serta sumbangsih-sumbangsih lainnya bagi literatur Kristen.

Karya Stott yang paling terkenal, "Basic Christianity", telah terjual sebanyak 2.000.000 kopi dan telah diterjemahkan ke dalam lebih dari enam puluh bahasa. Judul yang lain termasuk "The Cross of Christ", "Understanding the Bible", "The Contemporary Christian", "Evangelical Truth", "Issues Facing Christian Today", "The Incomparable Christ", 8 seri "Eksposisi Perjanjian Baru dalam The Bible Speaks Today", dan yang terbaru adalah "Why I Am a Christian". Bibliografi yang komprehensif atas karya-karyanya telah disusun oleh Timothy Dudley-Smith pada tahun 1995; seluruh daftar karya-karyanya dapat ditemukan dalam catatan tersebut.

Terbitnya literatur yang luar biasa itu terbantu oleh disiplin diri yang sungguh-sungguh dan dukungan terus-menerus dari Frances Whitehead, sekretarisnya selama hampir 50 tahun. John Stott tidak pernah menikah, walaupun menurut biografinya ia hampir menikah dua kali. Ia mengakui bahwa dengan tanggung jawab terhadap keluarga, ia tidak mungkin dapat menulis, bepergian, dan melayani seperti yang dilakukannya.

Untuk semua keberhasilan pelayanannya, Dr. Stott tetap melakukan hobinya dengan semangat yang besar. Sejak muda, ia sudah menjadi pemerhati burung dan fotografer yang hebat, dan selalu membawa teropong serta kameranya dalam setiap perjalanannya. Ia telah melihat sekitar 2.700 burung dari 9.000 spesies burung dunia; bukunya yang berjudul "The Birds Our Teachers", yang diterbitkan pada tahun 1999 diberi ilustrasi dengan foto-foto koleksinya. John Stott mendorong semua orang Kristen untuk tertarik pada berbagai bentuk sejarah alam. Dia juga menjadi pendukung setia dari A Rocha: Christians in Conservation sejak pendiriannya pada tahun 1983.

Billy Graham menyebut John Stott sebagai "pendeta paling dihormati di dunia masa kini," dan John Pollock menyebutnya sebagai "pemimpin teologi dunia penginjilan yang sebenarnya." Penulis biografi John Stott, Timothy Dudley-Smith, menulis:

Bagi orang-orang yang mengenal dan bertemu dengannya, rasa hormat dan kasih selalu ditunjukkan. Kesan tokoh dunia pun luluh di dalam persahabatan, kepedulian, kesahajaan, dan selera humor yang langka serta pesona. Sebaliknya, ia berpikir mengenai dirinya sendiri, seperti yang seharusnya dipikirkan oleh semua orang Kristen tapi hanya sedikit dari kita yang dapat melakukannya, sebagai seorang anak yang dikasihi Bapa surgawi; seorang hamba yang hina bagi Sahabat dan Tuannya, Yesus Kristus; seorang pendosa yang diselamatkan oleh anugerah bagi kemuliaan dan pujian Allah.

(t/Yudo)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Langham Partnership International
Alamat URL : http://www.langhampartnership.org/john-stott/biography/
Penulis : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 21 September 2011

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru