Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereMormon / Joseph Smith

Joseph Smith


Disusun oleh: R.S. Kurnia

Anda mungkin pernah melihat dua orang pria yang mengendarai sepeda melintas di depan rumah Anda. Pria-pria tersebut mengenakan setelan kemeja putih dan celana hitam. Dasi pun menghiasi setelan mereka tersebut. Dengan senyum yang ramah, mereka akan menghampiri dan Anda mendapati bahwa mereka menawarkan Kabar Baik kepada Anda. 

Mereka itu adalah orang-orang dari Gereja Yesus Kristus dan Orang-orang Suci di Zaman Akhir. Lazimnya, mereka disebut juga sebagai Mormon. Mormon merupakan salah satu aliran kekristenan yang dianggap sebagai bidah. Kebidahan mereka dapat dengan jelas kita kemukakan mengingat kaum Mormon ini tidak menerima Yesus sebagai Allah. Dalam hal ini, mereka cenderung menganut paham unitarianisme1.

LATAR BELAKANG JOSEPH SMITH JR.
Gereja Mormon memang tidak bisa dilepaskan dari pencetus sekaligus pendirinya, Joseph Smith. Sosok yang kharismatik ini menyebarkan ajaran yang diyakini sebagai ajaran yang paling benar daripada ajaran-ajaran Kristen lain yang berkembang pada masanya.

Joseph Smith Jr. dilahirkan pada 23 Desember 1805 di Sharon, Vermont. Ia merupakan anak ketiga dari sepuluh bersaudara keluarga dari pasangan Joseph Smith, Sr. dan Lucy Mack Smith. Ayahnya cenderung menganut deisme, sedangkan ibunya seorang Kristen primitif.

Sebelum berpindah ke New York, keluarga ini pernah berbagian dalam perang revolusi. Mereka pun pernah mengalami kemiskinan sehingga harus menyewa lahan di Vermont, lalu berpindah sebanyak tujuh kali dalam empat belas tahun pertama kehidupan Joseph Smith.

Pada awalnya, Joseph Smith memang tidak menunjukkan minat yang besar terhadap agama. Dalam kesaksian pribadi yang ditulis pada 1838, ia mengakui bahwa dirinya dibingungkan oleh berbagai ajaran dan praktik keagamaan, termasuk lewat berbagai kebaktian kebangunan rohani. Maka ia memutuskan untuk menyelidiki ajaran yang benar. Ia sangat yakin, tidak mungkin Allah menjadi sumber keruwetan yang ia lihat dalam berbagai bentuk ajaran dan kegiatan keagamaan tersebut.

SEJUMLAH PENGLIHATAN
Ketika masih berusia empat belas tahun, ia berkata kepada semua anggota keluarganya, ia mendapati bahwa gereja yang sejati tidak berada di dunia. Hal ini ia kemukakan setelah mendapatkan sebuah penglihatan. Dalam penglihatan tersebut2, ia mengaku didatangi oleh Allah Bapa dan Yesus Kristus, dengan salah seorang di antara mereka , "Inilah anak yang Kukasihi, dengarkanlah dia." Selain seruan agar Joseph Smith tidak mengikuti agama maupun ajaran apa pun -- karena semuanya merupakan ajaran yang keliru, melalui penglihatan itu, Joseph Smith dijanjikan akan mendapatkan Injil yang sepenuhnya, yang akan dinyatakan kemudian.

Saat masih berusia tujuh belas tahun, Joseph mendapat kunjungan dari Moroni3 sebanyak lima kali. Dalam penampakan ini, Joseph mendapatkan informasi keberadaan sejumlah lempengan emas yang mengandung tulisan yang amat berharga, yang tersembunyi di bukit kecil dekat Palmyra. Bukit itu sendiri kemudian dinamakan Cumorah Hill oleh Joseph. Ia dilarang memindahkan lempengan tersebut sampai saatnya tiba. Selain itu, Joseph Smith diberi "perlengkapan dan kemampuan khusus" untuk menerjemahkan tulisan pada lempengan itu. Tulisan pada lempengan inilah yang kelak menjadi Kitab Mormon4.

Adapun Kitab Mormon ini merupakan himpunan dari lima belas kitab yang terdiri dari 1 Nefi, 2 Nefi, Yakub, Enos, Yarom, Omni, Sabda Mormon, Mosia, Alma, Helaman, 3 Nefi, 4 Nefi, Mormon, Eter, dan Moroni. Kitab ini diyakini bersambung dengan Perjanjian Lama. Isinya berkenaan dengan sejarah penghuni pertama benua Amerika, setidaknya sekitar 600 SM hingga 421 M. Tidak heran bila Thomas O'Dea (dalam Aritonang 1996) menyimpulkan tema utama Kitab Mormon ialah tiba dan bermukimnya orang-orang Ibrani di benua Amerika sebelum era kekristenan. Tema-tema kunci lainnya menyangkut masalah baik dan jahat, pertobatan, Amerika sebagai Tanah Terjanji, serta wawasan milenial berkaitan dengan pembangunan Sion di Amerika.

MENDIRIKAN GEREJA DAN PENGHAMBATAN
Sebelum mendirikan gereja, tepatnya pada 15 Mei 1829 kala menerjemahkan lempengan emas tersebut, Joseph dan Oliver Cowdery menerima Imamat Harun dari Yohanes Pembaptis di Harmony, Pennsilvania. Mereka saling membaptis, sebagaimana diinstruksikan. Kemudian sekitar Mei atau Juni di tahun yang sama, mereka berdua kembali mendapat kunjungan. Kali ini oleh Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Dalam kunjungan ini, mereka menerima Imamat Melkisedek.Pada kedua imamat inilah bersandar kuasa jabatan dalam Gereja Mormon. Di dalamnya terdapat wewenang untuk berkhotbah, mengajar, membaptis, dan melayankan berbagai kegiatan dan upacara lain dalam kepercayaan dan praktik Gereja Mormon.

Sembari menerjemahkan lempengan, Joseph Smith masih menerima sejumlah wahyu. Dalam masa-masa sampai selesainya penerjemahan, ia pun gencar mengumpulkan pengikutnya. Sampai akhirnya, pada 6 April 1830 Joseph Smith mendirikan gereja tersebut, sesuai dengan salah satu wahyu yang ia terima. Gereja ini dibentuk dengan ditandatangani oleh enam pria, sesuai dengan syarat minimal yang ditetapkan undang-undang di New York.

Selanjutnya, melalui sejumlah wahyu yang dinyatakan kepada Joseph Smith, dinyatakan pula sejumlah jabatan dalam Gereja Mormon. Joseph Smith sendiri dinyatakan sebagai "pelihat, penerjemah, nabi, rasul Yesus Kristus, dan penatua gereja". Oliver Cowdery diarahkan menahbiskan Joseph Smith menurut semua jabatan itu. Lalu Joseph Smith balik menahbiskan Cowdery sebagai "penatua bagi gereja Yesus Kristus", sesuai wahyu yang diterima kemudian.

Namun sejak berdirinya gereja ini, Joseph Smith dan para pengikutnya gencar menuduh gereja lain sebagai sesat, murtad, munafik, sambil menggunakan sejumlah ayat Alkitab yang mendukung. Tidak heran bila masyarakat sekitar marah dan mengambil reaksi keras. Tekanan masyarakat membuat Emma, istrinya, takut dan membujuk Joseph meninggalkan aktivitas keagamaannya demi keutuhan pernikahan mereka. Namun, ia mengatasi protes istrinya dengan mengumumkan wahyu baru, khusus untuk istrinya, yang isinya meminta Emma untuk terus mendukung sang suami.5

Dari New York, mereka pindah ke Kirtland pada 1831. Di sin, Joseph Smith mencanangkan pembangunan "Yerusalem Baru". Di sini pula mereka mendapat sambutan luar biasa. Banyak masyarakat menjadi anggota Gereja Mormon. Ibadah pun dilangsungkan dengan "Tata Tertib Henokh", mirip tata tertib gereja purba.

Namun, Kirtland dirasa bukan lokasi yang tepat sebagai "Yerusalem Baru". Maka mereka menjajaki lokasi baru dan melihat desa Independence, di negara bagian Missouri. Joseph Smith menyatakan bahwa di sinilah "Yerusalem Baru" akan dibangun, sekaligus tempat dimana Yesus Kristus akan datang untuk kedua kalinya.

Namun, kekacauan di Kirtland terjadi. Skandal politik diisukan terjadi di kalangan Mormon. Pertikaian di antara para pemimpinnya. Enam dari dua belas rasul memberontak sehingga Joseph Smith turun tangan dan mengirim pihak yang memberontak sebagai misionaris ke Inggris, sedang ia sendiri ke Kanada. Hanya saja, kemelut tak kunjung reda sehingga Joseph Smith, sepulang dari Kanada, bersama Sidney Rigdon terpaksa mengungsi ke Far West.

Di Far West, terjadi bentrokan lebih sengit. Mereka dicegah untuk berbagian dalam pemilihan umum. Lalu terjadi huru-hara yang memaksa tentara turun tangan. Bahkan Joseph Smith divonis untuk ditembak mati. Namun, komandan penembak jitu ternyata menaruh simpati pada kelompok ini sehingga membebaskan mereka.

AKHIR HIDUP JOSEPH SMITH
Selepas huru-hara tersebut, "orang-orang suci zaman akhir" ini pun berpindah lagi ke lahan berawa di tepi Sungai Mississippi, utara kota Quincy, Illinois. Daerah baru ini dinamakan Nauvoo oleh Joseph Smith, dari kata Ibrani yang berarti, 'perkebunan yang indah'. Dengan segera, wilayah ini berkembang menjadi kota baru dengan otonomi khusus, semuanya didokumentasikan dalam Nauvoo Charter 1840. Di sini pula Smith merumuskan beberapa ajaran baru, di antaranya tentang Allah dan manusia, tata ibadah baru, dan hubungan keluarga baru yang mengarah pada poligami.

Perkembangan pesat gereja ini mencemaskan warga non-Mormon. Dengan berbagai siasat, Joseph Smith diminta untuk menghadiri pengadilan di Carthage dengan tuduhan pengikutnya telah terlibat sejumlah kerusuhan. Bersama saudaranya, Hyrum Smith dan dua pengikutnya, mereka memenuhi panggilan. Sembari menanti, mereka diinapkan di penjara kota. Namun pada 27 Juni 1844, keempat pria ini diberondong tembakan oleh tentara yang bersekongkol dengan pengawal penjara.

Kematian dua bersaudara Smith ini memang meredakan pertikaian. Namun, kaum Mormon ini harus menentukan pengganti nabi mereka yang sudah tiada. Sidney Rigdon yang menyatakan diri layak, malah dikucilkan. Akhirnya, Brigham Young dipilih sebagai presiden dan nabi yang kedua setelah sebagian besar umat memilihnya. Sejak itu, posisi kedua belas rasul diperkokoh sebagai posisi tertinggi kedua dalam hierarki kepempimpinan Gereja Mormon.

SEJUMLAH AJARAN
Sepanjang hidupnya, Joseph Smith memang telah merumuskan berbagai hal yang menjadi titik tolak Gereja Mormon. Selain menerjemahkan tulisan pada lempengan-lempengan emas yang kemudian menjadi Kitab Mormon, Joseph Smith juga merumuskan Articles of Faith (Pasal-pasal Iman) pada 1835. Berikut ini dikemukakan beberapa butir ajaran yang dipertentangkan langsung dengan Alkitab.

1. Tentang Allah
Ada banyak kosakata Kristen yang bertebaran dalam lingkungan Mormon. Namun, kosakata Kristen tersebut tidak serta-merta membuat mereka sebagai Kristen. Alasan utama ialah karena mereka tidak mengakui ketritunggalan Allah. Mereka memahaminya sebagai pribadi yang terpisah.

"Sang Bapa memiliki tubuh dan daging dan tulang senyata yang ada pada manusia; sang Anak juga; tetapi Roh Kudus tidak memiliki tubuh dan daging dan tulang, melainkan adalah suatu pribadi Roh. Seandainya tidak begitu, Roh Kudus tak mungkin berdiam di dalam kita."

Ajaran ini tentu sangat bertentangan dengan Alkitab yang mengajarkan bahwa Yesus adalah Allah dalam ujud manusia (Yoh. 1:1), kekal (Yoh. 1:1,2,15), tidak diciptakan, namun dilahirkan di bumi (Kol. 1:15), serta pencipta segala sesuatu (Yoh 1:3; Kol. 1:16-17).

Mormon juga mengajarkan bahwa allah hanya salah satu dari sekian banyak allah lainnya, merupakan manusia dari planet lain dan menjadi allah dengan mengikuti hukum dan aturan allah dari dunia tersebut. Ia juga membawa salah satu istrinya ke dunia ini dan melahirkan anak-anak roh yang kemudian dilahirkan dalam rupa tubuh manusia. Anak yang pertama yang dilahirkan ialah Yesus. Kedua Setan, barulah kita semua.

2. Tentang Keselamatan
Mormon juga meyakini bahwa pengorbanan Kristus di kayu salib tidak cukup untuk menghapus dosa manusia. Mereka meyakini bahwa pengampunan akan segala dosa diperoleh melalui kerja sama dengan Allah. Oleh karena itu, kita harus hidup baik, mengikuti hukum dan aturan Gereja Mormon untuk memperoleh pengampunan. Tentang pembenaran hanya melalui iman, James Talmage, salah seorang tokoh Mormon yang penting menegaskan, "Itu menunjukkan pengaruh iblis." Padahal Alkitab mengajarkan bahwa keselamatan merupakan anugerah melalui iman (Rm. 5:1; 6:23; Ef. 2:8-9), sedangkan doktrin mengenai kerja bukanlah bagian dari keselamatan, melainkan hasil dari keselamatan (Rm. 4:5; Yak. 2:14-18).

3. Tentang Alkitab
Kaum Mormon tidak memandang Alkitab sebagai kaidah tertinggi. Mereka memang menyatakan menerima Alkitab sejauh diterjemahkan dengan tepat. Dalam hal ini mereka menerima King James Version, namun melakukan sejumlah revisi. Meski demikian, mereka lebih mengutamakan Kitab Mormon, Doctrine and Covenant (Ajaran dan Perjanjian), dan Pearl of Great Price (Mutiara yang Sangat Berharga).

Hal yang menarik, Joseph Smith pernah mengatakan bahwa Kitab Mormon merupakan kitab yang sempurna, tidak mengandung kesalahan. Faktanya, sejak 1830 hingga 1980-an, telah diadakan revisi sekitar tiga ribu kali.

Selain itu, meski mengakui memercayai Alkitab, mereka menggunakan praanggapan Mormon untuk menginterpretasikan isi Alkitab daripada membiarkan Alkitab berbicara demi dirinya sendiri. Contohnya, ketika Alkitab menegaskan bahwa tidak ada allah lain di seluruh alam semesta ini (Yes. 43:10; 44:6,8), kaum Mormon menginterpretasikannya sebagai "tidak ada allah lain di dunia ini".

Masih ada berbagai ajaran Mormon lain yang bertentangan dengan Alkitab (lihat, misalnya, dalam buku Jan S. Aritonang dalam bab Mormon). Meski demikian, harus diakui bahwa ada banyak hal positif yang bisa ditiru dari mereka. Sebut saja, misalnya, kesetiaan pada perkawinan dan keluarga, keuletan dan kerja keras, termasuk menjaga kesucian dan kesehatan tubuh.

 

Catatan akhir

  1. Unitarianisme merupakan paham yang menolak Trinitas, disebut juga Antitrinitarianisme. Bagi mereka, hanya ada satu Allah. Sir Isaac Newton (pernah diulas dalam Bio-Kristi Edisi 001, Agustus 2006), termasuk yang menganut unitarianisme.
  2. Joseph Smith mengaku menceritakan pengalamannya ini kepada seorang pendeta Methodis. Pendeta ini menganggap penglihatan Joseph tak lebih sebagai delusi Joseph sebagai seorang pemuda.
  3. Moroni merupakan putra Mormon, sekaligus penulis terakhir dalam Kitab Mormon.
  4. Penerjemahan baru dilakukan pada 22 September 1827, disaksikan dan melibatkan tiga orang rekan Joseph: Oliver Cowdery, David Whitmer, dan Martin Harris. Terjemahan baru rampung pada Juni 1829. Pencetakan dan penerbitannya sempat bermasalah karena tekanan para pencemooh Joseph, sampai Martin Harris menjual sebidang tanahnya dan mengurus pencetakan dan penerbitannya.
  5. Dalam perkembangan berikutnya, Joseph Smith selalu mengumumkan wahyu baru dalam rangka menyelesaikan berbagai masalah dan penentangan.

 

Bahan bacaan:

1. Aritonang, Jan S.. 1996. Berbagai Aliran di Dalam dan di Sekitar Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

2. Scherer, Mark A.. "An Introduction to Joseph Smith Jr.," dalam http://www.signaturebookslibrary.org/.

3. Shipps, Jan. "Joseph Smith and Mormonism," dalam http://www.lds-mormon.com/.

4. Slick, Matthew J.. 1996--2006. "Is Mormonism Christian?," dalam Christian Apologetics and Research Ministry http://www.carm.org/.

Berikut sumber-sumber lain yang baik untuk dicermati.

  • Situs berikut merupakan sumber informasi yang sangat baik untuk mempelajari Joseph Smith, Jr. secara lebih lanjut.
    http://josephsmith.net/
  • Diskusi seputar Mormon antara Dr. Albert Mohler dan Orson Scott Card.
    Are Mormons Christian? http://blog.beliefnet.com/blogalogue/mormondebate/
    Catatan: Alamat URL tidak berfungsi.

 

Sumber: Bio-Kristi 15

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru