Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereTahukah Anda / Tahukah Anda

Tahukah Anda


Kolom Tahukah Anda Publikasi Bio-Kristi

R. G. Letourneau -- Menabur Untuk Tuhan

R. G. LeTourneau memahami tujuan Tuhan memberkatinya secara finansial. Sebagai seorang penemu alat-alat berat, LeTourneau mencapai sebuah titik dalam hidupnya sehingga ia mempersembahkan 90 persen dari pendapatannya kepada Tuhan, seperti yang dikatakannya, "Aku menyekop uang itu, dan Tuhan menyekopnya kembali, hanya saja Tuhan memunyai sekop yang lebih besar dariku."

Henry Clay Morrison -- Sang Orator yang Hebat

"Suara trompet,
berseru ke seluruh dunia,
meminta hati manusia bersukacita,
di dalam Dia yang mati untuk semua!
Bagi semua Tuhanku disalibkan;
bagi semua, bagi semua, Juru Selamatku telah mati."

Dr. Morrison adalah seseorang yang memiliki bakat alami. Ia dilahirkan sebagai seorang orator alami, sama seperti Spurgeon, Parker, Bascom, dan para pengkhotbah besar lainnya. Perawakannya gagah, kepalanya dimahkotai dengan rambut seputih salju dalam usia senjanya. Wajah dan air mukanya seperti yang digambarkan oleh George Whitefield dalam karyanya yang berjudul "A Magazine of Eloquence". Suaranya bersemangat, nadanya lembut seperti suara seorang anak, tetapi nyaring bagai trompet. Whitefield berkata, "Aku menyukai orang-orang yang menggunturkan firman Allah karena saat ini dunia Kristen sedang tertidur lelap, dan tidak ada yang dapat membangunkan mereka dari tidur itu kecuali seruan yang nyaring."

Sejarah Lagu "Yesus Yang Kupilih"

Judul lagu : I`d Rather Have Jesus
Penulis : Rhea F. Miller
Komposer : George Beverly Shea

Yesus yang kupilih, bukan harta. `Ku milik Yesus, bukan milik harta.

Yesus yang kupilih, bukan gedung, biar tangan-Mu menuntun daku.

`Ku tak mau jadi raja dunia, di bawah kuasa dosa.

Yesus yang kupilih, bukan dunia, serta kemewahannya.

Yesus yang kupilih, bukan mulia. `Ku mau berkorban milik Tuhan.

Yesus yang kupilih, bukan nama, rela setia kabarkan Injil.

`Ku tak mau jadi raja dunia, di bawah kuasa dosa.

Yesus yang kupilih, bukan dunia, serta kemewahannya.

Ronny Melahirkan Pesepak Bola Cilik

Ronny Pattinasarany memiliki cita-cita yang mulia. Ia ingin sepak bola di Indonesia maju dan berkembang, serta diakui di Asia dan dunia. Untuk meraih cita-citanya ini, ia membina para pemain sepak bola sejak usia dini. Ia merintis pembangunan Sekolah Sepak Bola (SSB) untuk anak-anak. Hingga saat ini, sudah banyak SSB lain yang tumbuh subur dan menyebar ke seluruh penjuru tanah air, dan menampung bakat-bakat pesepak bola cilik.

Kontribusi Doddridge di Bidang Pendidikan dan Kerohanian

Berdasarkan pada kebebasan beragama, Philip Doddridge menolak tawaran yang akan menuntunnya ke dalam pelayanan Anglican atau kariernya di bidang hukum. Pada tahun 1719, ia memilih untuk masuk ke akademi Dissenting di Kibworth, Leicestershire. Di tempat itu, ia diajar oleh John Jennings, yang membantu Doddridge meraih sukses dengan cepat pada tahun 1723. Setahun kemudian, dalam pertemuan umum para pelayan nonkonformis, Philip Doddridge dipilih menjadi pemimpin akademi yang baru saja didirikan beberapa kilo meter dari Pasar Harborough, yang kemudian dikenal dengan nama Akademi Daventry. Pada tahun yang sama, ia menerima sebuah undangan untuk menjadi pendeta di sebuah jemaat independen di Northampton. Di sinilah, kepopulerannya sebagai seorang pengkhotbah menjadi pokok pembicaraan, terutama karena ia memiliki "perasaan yang sangat mudah tersentuh, ditambah dengan kelebihan fisik, dan ketulusan yang sempurna". Ciri khas khotbahnya sangat praktis dan tujuannya adalah untuk membina para pendengarnya tentang bingkai pikiran rohani dan ketaatan.

Keluarga Niebuhr

Disadur oleh: Kusuma Negara

Keluarga Gustav dan Lydia Niebuhr memang keluarga yang berdampak. Selain Hulda yang menjadi profesor divinitas wanita pertama dan pengajar yang disegani, kedua adiknya juga merupakan teolog ternama pada masa itu. Keluarga Niebuhr ini menjadi salah satu keluarga Kristen yang anggota keluarganya paling banyak memberikan kontribusi teologis bagi gereja dan dunia. Adiknya yang pertama (Walter) berkarier di bidang jurnalisme dan bisnis. Ia menjadi tulang punggung keluarga sepeninggal ayah mereka (Pdt. Gustav). Reinhold Niebuhr, adiknya yang kedua, seorang teolog yang ternama karena realisme kekristenannya. Kutipannya yang terkenal adalah "Kapasitas manusia untuk berbuat adil memungkinkan lahirnya demokrasi; tetapi kecenderungan manusia untuk berbuat tidak adil mensyaratkan adanya demokrasi." H. Richard Niebuhr, adik ketiganya, menjadi salah seorang teolog dan sejarawan gereja paling penting pada abad ke-20 di Amerika Serikat. Pengajarannya tentang respons orang Kristen terhadap budaya dunia, dapat dibaca melalui bukunya "Christ and Culture" (1951) dan "Kristus Mentransformasikan Kebudayaan". Buku ini masih menjadi buku pelajaran wajib dalam seminari-seminari hingga saat ini.

Penggerak Gereja Kebangsaan

Sam Ratulangi adalah orang Kristen yang memiliki rasa kebangsaan yang cukup tinggi. Bahkan, rasa nasionalismenya tersebut dibawanya ke lingkup gereja. Sam Ratulangi menjadi salah satu motor penggerak terbentuknya gereja baru, yang disebut Kerapatan Gereja Protestan Minahasa, yang disingkat menjadi KGPM. Sam memberi sumbangsih pada tercetusnya semboyan gereja ini yang berbunyi, "Yesus Kristus dalam kebangsaan, kebangsaan dalam Yesus Kristus."

Berintegritas Seperti Kristus

Selama tahun-tahun tersebut, Tyndale juga memberi diri untuk melakukan pekerjaan baik secara nyata dan berkata, "Bagianku bukan di dalam Kristus jika hatiku tidak mengikuti dan hidup sesuai dengan apa yang kuajarkan." Setiap hari Senin, Tyndale mengunjungi orang-orang yang mengungsi dari Inggris karena faktor agama, seperti dirinya. Setiap hari Sabtu, dia menelusuri jalanan Antwerp sambil melayani orang-orang miskin. Setiap hari Minggu, dia makan malam di rumah para pedagang serta membacakan Kitab Suci sebelum dan sesudah makan malam. Sisa hari dalam seminggu, dia dedikasikan untuk menulis traktat-traktat dan buku-buku serta menerjemahkan Alkitab. (t/Setya)

Bagi Albert Schweitzer, Tuhan Yesus adalah Tuan

Schweitzer dibesarkan sebagai seorang penganut Lutheran. Ayahnya adalah seorang pendeta Lutheran, tetapi pemakaian gedung gereja di desanya dibagi dengan pastor Katolik Roma dan jemaatnya. Sejak kecil, Schweitzer terpesona dengan kisah-kisah Alkitab, namun sekaligus merasa bingung. Ia ingin tahu mengapa keluarga Yesus bisa sangat miskin sementara mereka telah diberi hadiah berupa emas, kemenyan, dan mur oleh para majus dari Timur.

Ampunilah Musuhmu, Berdoalah Baginya

Beberapa menit sebelum dieksekusi, Robert Wolter Monginsidi -- pemimpin gerilya yang ditakuti tentara Belanda -- menjabat tangan dan mengampuni regu serdadu yang bertugas menghabisi

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru