Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereBio-Kristi No. 161 Juni 2016 / Meraih Penghargaan Nobel dan Menjadi Mentor Elie Wiesel

Meraih Penghargaan Nobel dan Menjadi Mentor Elie Wiesel



Ditulis oleh: N. Risanti

"The deep spiritual insight and the artistic intensity with which he has in his novels penetrated the drama of human life" (wawasan rohani mendalam dan intensitas artistik yang terdapat dalam novel-novelnya, menembus kisah kehidupan manusia - Red.) adalah alasan mengapa François Mauriac dianugerahi penghargaan Nobel dalam bidang sastra pada tahun 1952.

Meskipun novel-novel Mauriac bersifat suram, dengan drama psikologis keras yang diatur dalam suasana ketegangan tak henti-hentinya, tetapi dalam inti setiap karyanya ia selalu menempatkan jiwa religius yang bergulat dengan masalah dosa, anugerah, dan keselamatan.


Gambar: Mauriac menerima hadiah nobel
Mauriac menerima hadiah nobel

Mauriac menjadi orang pertama yang mendapat manuskrip "Night" dari Elie Wiesel. Karya tersebut kemudian berhasil menghantar Elie Wiesel menjadi pemenang Nobel Perdamaian pada tahun 1986 karena isinya yang berbicara untuk menentang kekerasan, penindasan, dan rasisme. Mauriaclah orang yang menantang Wiesel untuk menulis tentang pengalamannya dalam peristiwa Holocaust
Nazi terhadap kaum Yahudi selama Perang Dunia II sehingga dunia mendapat pelajaran berharga dari tulisannya. Relasi keduanya banyak terjalin melalui surat-menyurat yang berlangsung mulai tahun 1954 sampai sebelum Mauriac meninggal pada tahun 1970. Melalui kesempatan wawancara yang dilakukan oleh Wiesel muda, yang pada awalnya banyak didominasi tentang kesaksian Mauriac akan cinta kasih Yesus, sang peraih Nobel itu kemudian menjadi mentor Elie Wiesel yang pada akhirnya juga meraih penghargaan Nobel seperti dirinya.

Sumber referensi:
1. The Editors of Encyclopædia Britannica. "François Mauriac French author". Dalam: http://www.britannica.com/biography/Francois-Mauriac
2. Mathias, Anita. "How François Mauriac mentored Elie Wiesel for the Love of Jesus". Dalam: http://anitamathias.com/2011/06/17/how-Francois-mauriac-mentored-elie-wiesel-for-the-love-of-jesus/"
3. Lucado, Max. "A Picture of Patience". Dalam: https://maxlucado.com/a-picture-of-patience/

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru