Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

You are hereBio-Kristi No.148 Juni 2015 / Thomas Dorsey (1899 -- 1993) -- Musisi Gospel Amerika

Thomas Dorsey (1899 -- 1993) -- Musisi Gospel Amerika


"Aku memiliki pengharapan, iman, keberanian, aspirasi, dan lebih dari semuanya itu, tekad untuk mencapai sesuatu dalam hidup ... aku memutuskan untuk membuat suatu tanda untuk diriku sendiri." -- Thomas Dorsey, tentang sikapnya setelah putus sekolah pada usia sebelas tahun.

Selama awal tahun 1930-an, Thomas Dorsey menciptakan musik Injil (gospel music) -- musik religius Afrika Amerika yang menggabungkan musik blues sekuler dengan sebuah teks suci. Dengan menggunakan nama samaran "Georgia Tom", Dorsey tampil bersama seorang artis blues, Ma Rainey, dan grup Jazznya, "Wild Cats". Dorsey menulis lebih dari 400 komposisi, tetapi ia terkenal karena komposisinya yang berjudul "Take My Hand, Precious Lord" (Peganglah Tanganku, ya Tuhan yang Mulia -- Red.).

Dorsey adalah anak seorang pendeta Baptis; sedangkan ibunya adalah pemain organnya. Sepanjang tahun-tahun awal kehidupannya, Dorsey merasa terpecah di antara yang suci dan yang sekuler. Pada usia sebelas tahun, ia meninggalkan sekolah untuk mengambil pekerjaan di sebuah teater vaudeville (jenis hiburan yang populer, terutama di Amerika, pada awal abad 20-an, yang memadukan antara komedi satire, lagu, dan tarian -- Red.). Enam tahun kemudian, Dorsey meninggalkan Atlanta menuju Chicago. Dorsey merupakan bagian dari Migrasi Besar ke Utara. Di Chicago, Dorsey segera menemukan kesuksesan. Ia dikenal sebagai "pemain piano yang berbisik", yang dipanggil untuk tampil di "after-hours parties" (pesta yang diadakan setelah acara utama sebuah kegiatan selesai -- Red.). Di situ, sang pianis harus bermain cukup tenang supaya tidak menarik perhatian polisi.

Pada usia dua puluh satu tahun, jadwalnya yang padat dan tidak sehat memicu gangguan saraf pada tubuhnya. Dorsey sembuh setelah ia kembali ke rumahnya di Atlanta. Di sana, ibunya menegurnya untuk berhenti bermain blues dan "melayani Tuhan". Dorsey mengabaikannya dan kembali ke Chicago, bermain bersama Ma Rainey. Ia menikahi kekasihnya, Nettie Harper. Namun, pada tahun 1925, suatu gangguan syaraf yang kedua menyerangnya, mengakibatkan Dorsey tidak dapat bermain musik.

Setelah pulih tiga tahun kemudian, Dorsey berkomitmen untuk menyusun musik rohani. Namun, gereja-gereja arus utama menolak lagu-lagunya. Kemudian, pada Agustus 1932, kehidupan Dorsey terlempar ke dalam krisis ketika istri dan anaknya meninggal dalam proses persalinan. Dalam kesedihannya, ia kembali ke piano untuk penghiburan. Lagu yang ditulisnya, "Take My Hand, Precious Lord", muncul, katanya, langsung dari Allah. Dorsey mendirikan Konvensi Paduan Suara Gerejawi Nasional pada tahun 1933. Enam tahun kemudian, ia bekerja sama dengan Mahalia Jackson, dan tim ini mengantarkan apa yang dikenal sebagai "Golden Age of Gospel Music". Dorsey sendiri dikenal sebagai Bapak musik Injil. Ia meninggal dunia pada tahun 1993.

"Aku sudah diusir dari beberapa gereja terbaik di Amerika." -- Thomas Dorsey, mengingat jenjang kariernya yang sulit untuk menjadi "Bapak Musik Gospel".

Momen Penting Iman

Tumbang

Keluarga Dorsey pindah dari pedesaan Villa Rica, Gorgia, ke Atlanta pada tahun 1908. Di sana, keluarga tersebut bergumul dengan masalah ekonomi. Ibu Dorsey bekerja sebagai pembantu rumah tangga; ayahnya penggembalaannya dibatasi dan bekerja sebagai buruh.

Thomas Dorsey muda menggambarkan perasaan terasing dari sekolah dan gereja selama tahun-tahun pertamanya di Atlanta. Ia diturunkan kelas dan dikucilkan oleh anak-anak yang lain. Dengan gereja yang tidak lagi menjadi fokus penghidupan orang tuanya, hubungannya dengan agama yang terorganisasi memudar.

Sebuah Perlindungan di Teater

Dorsey menemukan perlindungan di masyarakat kulit hitam di pusat kota Atlanta. Ia menghabiskan sore dan malam harinya untuk menonton pertunjukan vaudeville. Di sanalah, ia pertama kalinya melihat Ma Rainey dan Bessie Smith. Ia menjadi terpesona dengan mereka, dan berencana mempelajari musik (terutama blues) sebanyak yang ia bisa. Ia mulai belajar piano dan organ. Pada tahun 1916, ia meninggalkan Atlanta untuk selamanya.

Georgia Tom

Di Chicago, Dorsey mengadopsi nama Georgia Tom dan menemukan pekerjaan sebagai seorang musisi sesi. Ia mendapatkan kesempatan besar pertamanya pada tahun 1924, bermain dengan Ma Gertrude Rainey dan bandnya, Wild Cats Jazz Band. Pada tahun 1925, musik blues pedesaan, atau disebut "downhome" atau "moanin", populer dan Ma Rainey, yang adalah master dari jenis musik itu, menjadi sangat sukses. Para pendengar Ma Rainey bergoyang, bersorak, merintih, dan mengerang bersama dia. Para perempuan, yang telah kehilangan suami mereka, pingsan. Para pria, yang telah memberikan gaji mingguan mereka kepada seorang wanita yang mengkhianati janjinya, mengerang. Saat Ma Rainey menyelesaikan lagunya, ia berada "dalam dosa-dosanya" -- dan Georgia Tom ada di sana bersamanya, piano berirama Tom mengisi alurnya.

Kerusakan

Suatu malam, di atas panggung, Dorsey melihat sebuah "gangguan" dalam permainannya. Gangguan itu semakin memburuk, membuat ia tidak dapat berlatih, menulis, atau melakukan pertunjukan.

Hal ini berlangsung selama dua tahun.

Dorsey menemui para dokter, mencari pengobatan, mengambil cuti. Tidak ada yang berhasil. Ia memikirkan untuk bunuh diri. Kemudian, ia mulai memikirkan dengan lebih serius tentang imannya. Ia mengunjungi seorang penyembuh iman, Uskup H.H. Haley.

Dorsey menggambarkan kepada penulis biografinya, Michael Harris, tentang bagaimana Haley menarik seekor "ular hidup" dari tenggorokannya. "Saudara Dorsey," Uskup Haley melaporkan, "tidak ada alasan bagi Anda untuk terlihat begitu buruk dan merasa begitu buruk. Tuhan memiliki terlalu banyak pekerjaan bagi Anda daripada membiarkan Anda mati."

Sejak saat itu, Dorsey bersumpah untuk melakukan pekerjaan Tuhan.

Kelahiran Injil

Dorsey mulai mengembangkan musik rohani berdasarkan musik blues sekuler. Musik itu menampilkan catatan-catatan sinkopasi dalam struktur musik blues delapan bar; tetapi bukannya tema-tema tentang menghadapi putus asa -- tema yang paling umum dalam blues -- musik baru ini bercerita tentang harapan dan penegasan. Dorsey menggambarkannya sebagai "kabar baik di kedua sisi". Lagu Injil pertamanya, "If You See my Savior Tell Him That You Saw Me" (Jika Anda Melihat Juru Selamatku katakan kepada-Nya bahwa Anda melihat Saya -- Red.) diterbitkan pada tahun 1932.

Namun, kurang dari setahun kemudian, Dorsey kembali ke bisnis musik blues sekuler penuh waktu. "Musik Injil"-nya menemui begitu banyak perlawanan dari para pendeta yang menganggap itu sebagai "musik setan", sehingga ia mendapati bahwa bermain blues secara langsung itu lebih mudah.

"Tuhan yang Mulia"

Dorsey mendasarkan lagu musik Injilnya yang paling populer dan banyak dipentaskan pada himne tua "Must Jesus Bear the Cross Alone?" (Haruskah Yesus Memikul Salib Sendirian? -- Red.) karya George Allen. Akan tetapi, liriknya ditulis oleh Dorsey. Dorsey menggambarkannya sebagai saluran yang digunakan Allah untuk berbicara.

Banyak musisi terkenal dan berbakat telah berbicara tentang menulis pengalaman-pengalaman yang mirip dengan pengalaman Thomas Dorsey ini. Lamont Dozier, bersama mitranya Eddie dan Brian Holland, adalah arsitek utama dari Motown Sound, menciptakan badan usaha yang menakjubkan pada tahun enam puluhan, terutama untuk Supremes, Marvin Gaye, dan The Temptations. Saat ditanya tentang inspirasi untuk ide-idenya, Dozier menjawab:

"Saya tidak bisa mengambil pujian untuk semuanya itu ... saya hanyalah manusia, dan semua ini adalah karya Allah. Saya merasa telah benar-benar diberkati selama bertahun-tahun dengan kelimpahan lagu dan materi .... Jelas ada Allah di balik hal yang saya lakukan ini. Semua yang saya lakukan -- yang baik, setidaknya -- adalah refleksi dari tangan-Nya."

Peracik musik Pop, Paul Simon, berbicara tentang menulis standar Injil saat ini, "Bridge Over Troubled Water" (Jembatan di atas air yang bergelora - Red.). "Frasa lengkapnya, "seperti jembatan di atas air yang bergelora, aku akan tenang berbaring," lirik dan melodinya, datang dengan begitu saja." (t/Berlin B.)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : PBS
Alamat URL : http://www.pbs.org/thisfarbyfaith/people/thomas_dorsey.html
Judul asli artikel : Thomas Dorsey
Penulis artikel : Tim PBS
Tanggal akses : 21 Oktober 2014

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru