Biografi dan Profil Tokoh Yosua dari Alkitab

Banyak orang Kristen yang tahu dan menyanyikan lagu, "Yosua berperang di Yerikho" ketika mereka masih kecil. Meskipun lagu tersebut menceritakan tentang pertempuran yang terkenal, yang tidak diketahui banyak orang adalah bahwa Yosua menjadi penerus Musa dan memimpin bangsa Israel ke Tanah Perjanjian. Kisah dan profil tokoh Yosua adalah salah satu yang harus dihargai oleh semua orang Kristen.

Kehidupan awal Yosua

Kita pertama kali menemukan Yosua dipanggil oleh Musa tidak lama setelah meninggalkan Mesir untuk memilih orang-orang dan pergi keluar dan berperang melawan Amalek, yang datang untuk berperang melawan orang Israel. Selama pertempuran, ketika Musa mengangkat tangannya maka Israel akan menang dalam pertempuran. Namun, ketika dia lelah mengangkat tangannya dan menurunkannya, kekuatan Amalek menang (Keluaran 17:8-16).

Hal ini menyebabkan Harun, saudara laki-laki Musa, dan seorang pria bernama Hur menyediakan batu bagi Musa untuk duduk sehingga mereka dapat menopang tangan Musa sampai pertempuran selesai saat matahari terbenam. Yosua dan orang Israel memenangkan pertempuran dan Tuhan menyuruh Musa untuk menulis apa yang terjadi dan menceritakannya kepada Yosua, menambahkan bahwa suatu hari Dia akan menghapuskan ingatan akan Amalek dari bawah langit. Ini adalah petunjuk pertama bahwa Yosua akan memainkan peran yang lebih besar pada masa depan.

Kemudian, saat Musa dipanggil ke Gunung Sinai untuk kedua kalinya, dia membawa Yosua sebagai pelayannya (Keluaran 24:13). Yosua terus melayani sebagai pelayan, atau hamba, kepada Musa yang membuktikan pengabdiannya tidak hanya kepada Musa, tetapi juga kepada Allah (Keluaran 33:11; Bilangan 11:25-30). Ketika Musa turun dari Gunung Sinai lain waktu setelah menerima hukum yang diukir di batu oleh Allah, Yosua, yang menemaninya, yang pertama kali memperhatikan suara yang datang dari perkemahan Israel saat mereka bernyanyi dan menari saat mereka menyembah anak lembu emas (Keluaran 32:15-19).

Kesaksian Yosua

Yosua membuktikan kesetiaannya ketika dipanggil oleh Musa, seperti yang diperintahkan oleh Allah, untuk memilih seorang pria dari setiap suku untuk pergi ke Tanah Perjanjian dan memata-matai tanah itu dan kembali dengan membawa laporan (Bilangan 13). Orang-orang itu kembali setelah 40 hari dan memberikan laporan mereka. Sepuluh mata-mata melaporkan bahwa tanah itu mengalir dengan susu dan madu dan bahkan membawa contoh buah yang mereka temukan. Namun, mereka juga melaporkan bahwa tanah itu memiliki kota-kota bertembok dan sejumlah besar orang, termasuk orang Amalek, di antara kelompok-kelompok orang kuat lainnya.

Gambar: Yosua

Salah satu mata-mata, Kaleb mencoba menenangkan orang-orang dan menantang mereka untuk segera pergi dan menaklukkan negeri itu. Alih-alih terinspirasi, mata-mata lain mulai mengecilkan hati orang-orang dengan memberi tahu mereka bahwa orang-orang yang tinggal di sana terlalu kuat dan tidak bisa ditaklukkan. Setelah mendengar ini, orang-orang mulai berjaga sepanjang malam dengan menangis dan mengeluh bahwa Musa dan Harun telah membawa mereka ke padang gurun untuk mati. Mereka segera memutuskan bahwa mereka harus mendapatkan pemimpin baru dan kembali ke Mesir. Reaksi ini menyebabkan Musa dan Harun gagal total di depan orang banyak.

Yosua dan Kaleb tidak dapat memercayai apa yang mereka dengar sehingga mereka merobek pakaian mereka dengan sedih dan mulai berbicara kepada orang-orang. Mereka menceritakan kekayaan negeri itu dan menegur mereka karena memberontak melawan Tuhan. Orang-orang menanggapi dengan mengambil batu untuk melempari mereka. Segera kemuliaan Tuhan muncul di hadapan mereka di Tabernakel. Tuhan memberi tahu Musa bahwa Dia akan membinasakan orang-orang itu dan menjadikan Musa suatu bangsa yang lebih besar.

Ketika Musa mendengar ini, dia memohon kepada Allah untuk tidak membinasakan mereka. Allah kemudian mengampuni orang-orang dan menyatakan bahwa mereka yang berusia 20 tahun ke atas yang memberontak akan mati di padang gurun. Mereka yang tidak memberontak, bersama dengan anak-anak kecil, akan dibawa ke negeri itu oleh Kaleb dan Yosua. Hal ini menyebabkan awal yang sangat cerah di antara orang-orang.

Lama setelah itu, Allah menunjukkan kepada Musa Tanah Perjanjian dari puncak Gunung Abram. Dia memberi tahu Musa bahwa dia tidak akan memasuki Tanah Perjanjian. Musa menanggapi dengan meminta Allah untuk menunjuk seorang pria atas jemaat (Bilangan 27:12-23). Saat itulah Allah menyuruh Musa untuk membawa Yosua dan menempatkannya di hadapan imam Eleazar di depan kumpulan orang-orang dan menahbiskannya sebagai pemimpin untuk membawa mereka masuk ke Tanah Perjanjian.

Setelah kematian Musa, Tuhan menyuruh Yosua untuk membawa orang-orang menyeberangi Sungai Yordan ke Tanah Perjanjian. Yosua melakukan apa yang Allah perintahkan untuk dia lakukan dan setelah melalui banyak pertempuran dan masa-masa sulit Yosua memanggil orang-orang untuk bersama-sama memperbarui perjanjian mereka dengan Allah (Yosua 24). Dia menantang mereka sebagai berikut:

Oleh sebab itu, takutlah kepada TUHAN dan layanilah Dia dengan tulus dan setia. Jauhkanlah ilah yang disembah oleh nenek moyangmu di seberang Sungai Efrat dan di Mesir, dan layanilah TUHAN. Akan tetapi, jika kamu menganggap bahwa tidak baik melayani TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan melayani: ilah yang disembah nenek moyangmu di seberang Sungai Efrat, atau ilah orang Amori yang kamu diami negerinya. Akan tetapi, aku dan seisi rumahku akan melayani TUHAN. (Yosua 24:14-15, AYT)

Dengan tantangan ini, orang-orang menjawab bahwa mereka memilih untuk melayani Allah dan menolak dewa-dewa lain dari orang-orang yang tinggal di antara mereka. Yosua menandai kata-kata mereka dengan membangun tugu peringatan batu sebagai saksi proklamasi mereka.

Sayangnya, ketika orang-orang kembali ke tanah perjanjian, mereka tidak menepati komitmen mereka. Sebaliknya mereka mengadopsi budaya, praktik, dan dewa orang-orang di sekitar mereka. Demikian juga, mereka menikah dengan orang bangsa-bangsa lain yang sebelumnya dikatakan tidak akan mereka lakukan. Hal ini mengakibatkan malaikat Tuhan menegur mereka. Orang-orang berduka dan baru kemudian mereka melayani Tuhan sementara Yosua melanjutkan sebagai pemimpin mereka (Hakim-hakim 2:1-9).

Akhirnya, Yosua meninggal, bersama dengan semua orang dari generasinya, dan generasi baru muncul setelah mereka. Mereka tidak tahu tentang Tuhan atau pekerjaan-pekerjaan besar yang telah dilakukan-Nya bagi Israel. Tanpa kepemimpinan dan pendidikan yang saleh, mereka meninggalkan Tuhan dan mengikuti dewa-dewa lain. Hal ini mengakibatkan Allah mengizinkan mereka untuk ditaklukkan dan dijual kembali sebagai budak (Hakim-hakim 2:10-15).

Warisan Yosua

Kesimpulan

Yosua melakukan apa yang Allah perintahkan untuk dia lakukan dan setelah melalui banyak pertempuran dan masa-masa sulit Yosua memanggil orang-orang untuk bersama-sama memperbarui perjanjian mereka dengan Allah (Yosua 24).


Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Yosua memulai sebagai pria pemberani yang melayani Musa, baik sebagai pelayan maupun pemimpin militer. Seiring dengan waktu yang dijalaninya bersama Musa, imannya bertumbuh sedemikian rupa sehingga dia tidak terpengaruh oleh apa yang kebanyakan orang anggap sebagai tantangan yang tidak dapat diatasi. Ini membuatnya menjadi lebih berani karena dia terus-menerus mencari nasihat dan kekuatan Allah. Meskipun dia adalah seorang pemimpin yang menantang orang untuk setia dan suci, kematiannya mengungkapkan kelemahan orang-orang yang datang setelahnya untuk meneruskan teladannya ke generasi berikutnya. Yosua menjadi contoh bagi orang percaya tentang bagaimana kerendahan hati, pengabdian, dan iman dapat memberdayakan kita untuk menjadi pemimpin besar bagi Allah. (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : What Christians Want To Know
Alamat situs : https://whatchristianswanttoknow.com/biography-and-character-profile-of-joshua-from-the-bible
Judul asli artikel : Biography And Character Profile Of Joshua From The Bible
Penulis artikel : Dr. Michael L. Williams