Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

You are hereBio-Kristi No.147 Mei 2015 / Nilai-Nilai Kekristenan yang Dilakukan H.J. Heinz Sebagai Seorang Pengusaha

Nilai-Nilai Kekristenan yang Dilakukan H.J. Heinz Sebagai Seorang Pengusaha


Ditulis oleh: N. Risanti.

Keberhasilan H.J. Heinz dalam usaha menjual produk makanannya ke seluruh dunia bukan saja ditentukan dari kreativitas dan naluri bisnisnya yang tinggi sebagai seorang pengusaha. Imannya sebagai seorang Kristen juga sangat memengaruhi praktik bisnis yang dijalankannya. Motif ekonomi tidaklah menjadi satu-satunya alasan Heinz dalam menjual produk-produknya, melainkan juga untuk menjadi "saluran berkat untuk para ibu dan perempuan lainnya dalam rumah tangga". Ia menjual produk-produk makanannya secara alami dan organik sehingga aman untuk dikonsumsi dan tidak menimbulkan efek yang membahayakan bagi konsumennya. Bahkan, sedari awal, ia sudah mengutamakan kejujuran dari kualitas produknya melalui kemasan botol transparan yang dapat dilihat secara langsung oleh konsumen. Dengan membantu mengeluarkan Undang-Undang untuk kemurnian makanan dan Obat pada tahun 1906, ia membantu pemerintah Amerika dalam menciptakan standar yang tinggi untuk kemurnian dalam makanan, yang pada akhirnya menjadi pengaturan yang sangat berguna untuk melindungi konsumen.

Sebagai pengusaha, ia pun menerapkan prinsip kekristenan dalam perusahaannya. Ia memperlakukan karyawannya dengan baik dan memberkati orang-orang yang bekerja untuknya. Ia memberi mereka istirahat secara teratur pada taman di atas atap, yang merupakan sebuah perlakuan yang masih jarang dilakukan oleh pengusaha lain pada zamannya. Hal-hal tersebut mungkin berdampak pada keuntungannya sebagai seorang pengusaha, tetapi dalam kenyataannya, kini perusahaan H.J Heinz telah berhasil memproduksi ribuan produk makanan berbasis tanaman di enam benua, dan juga memasarkannya di lebih dari 200 negara dan wilayah. Ketika meninggal pada tahun 1919, Heinz memiliki 6500 karyawan serta 25 pabrik yang tersebar di seluruh dunia. H.J Heinz sungguh dapat menjadi contoh bagaimana seharusnya seorang pengusaha yang menjadi pengikut Kristus menjalankan usahanya.

Sumber bacaan:

  1. "Henry John Heinz: Purity in Food and Faith". Dalam http://www.doxologists.org/henry-john-heinz/
  2. "H.J. Heinz Biography(1844–1919)". Dalam http://www.biography.com/people/hj-heinz-39251#running-a-business
  3. "Heinz (company)". Dalam http://en.wikipedia.org/wiki/H._J._Heinz_Company

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru