Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

You are heredokter / Ronald Ross

Ronald Ross


Sebagai putra dari Sir C.C.G. Ross, seorang jenderal dalam keprajuritan Inggris, Ronald Ross mulai mempelajari kedokteran di Rumah Sakit St. Bartholomew di London pada tahun 1875, dan bergabung dengan Indian Medical Service pada tahun 1881. Ia mulai mempelajari seluk-beluk penyakit malaria pada tahun 1892. Tahun 1894, ia melakukan penelitian percobaan di India berdasarkan hipotesis Laveran dan Manson yang menyatakan bahwa nyamuk berkaitan erat dengan penyebaran penyakit ini.

Setelah menelan kegagalan selama 2,5 tahun, Ross berhasil menunjukkan lingkaran hidup parasit malaria pada tubuh nyamuk, dan hal ini mendukung hipotesis Laveran dan Manson. Pada tahun 1899, ia bergabung dengan Liverpool School of Tropical Medicine di bawah bimbingan Sir Alfred John. Ia segera dikirim ke Afrika Barat untuk melanjutkan penelitiannya, dan di sana ia menemukan jenis nyamuk pembawa demam Afrika yang mematikan. Penemuan Ross segera diumumkan dan didukung para ilmuwan terkenal seperti Koch, Daniels, Bignami, Celli, Christophers, Stephens, Annett, Austen, Ruge, Ziemann, dan lain-lain.

Pada tahun 1901, Ross terpilih sebagai 'fellow' (semacam anggota tamu kehormatan dari perkumpulan kaum intelektual/kaum terkemuka tertentu, Red) dari Royal College of Surgeons of England, dan juga dari Royal Society. Ia sempat menjadi wakil ketua Royal Society pada tahun 1911-1913. Pada tahun 1902, ia ditunjuk sebagai "Companion of the Most Honourable Order of Bath" oleh Raja Inggris. Tahun 1911, ia diberi gelar sebagai "Knight Commander". Di Belgia, ia menjadi "Officer in the Order of Leopold II."

Buku riwayat hidupnya yang terbit di London pada tahun 1923, "dipersembahkan pada rakyat Swedia dan untuk mengenang Alfred Nobel". Sepanjang kariernya, Ross berminat dan mencurahkan perhatiannya pada pencegahan penyakit malaria di berbagai negara di dunia. Ia melakukan peninjauan dan menyusun rencana di banyak tempat termasuk Afrika Barat, daerah Terusan Suez, Yunani, Mauritius, Cyprus, dan daerah-daerah yang terkena dampak Perang Dunia I. Ia juga mengatur pencegahan malaria dengan industri penanaman di India dan Srilanka. Ia banyak memberi sumbangan berharga dalam hal metode dan perkiraan penelitian malaria.

Penelitiannya yang terpenting adalah model analisis matematikanya berkaitan dengan pencegahan malaria. Model ini dikembangkan Ross untuk penelitian penyakit malaria dan ide ini bermula sejak diterbitkannya laporan penelitiannya di Mauritius pada tahun 1908. Kemudian hasilnya diuraikan pada laporannya berjudul "Pencegahan Malaria" (1911) yang kemudian dijelaskan secara lebih terperinci dalam bentuk kumpulan catatan ilmiah yang diterbitkan Royal Society pada tahun 1915 dan 1916. Catatan ini melukiskan minatnya yang serius pada matematika, yang tidak hanya terbatas pada penyakit malaria saja, tetapi juga telah menjadi sumbangan besar di bidang matematika murni terapan. Pendapatnya tentang "patometri" adalah pandangannya yang paling populer, dan 40 tahun kemudian menjadi dasar dari pemahaman penyakit yang disebabkan oleh serangga.

Ia banyak mendapat tanda penghargaan selain penghargaan Nobel, misalnya menjadi tamu kehormatan dari beberapa lembaga intelektual negara-negara Eropa. Ia meraih gelar Doktor kehormatan di Stokholm tahun 1910, pada peringatan 100 tahun Institut Kalifornia.

Kepribadian Ross yang bersahabat dan ketulusan hatinya yang teruji, membuat ia memiliki banyak sahabat di hampir seluruh benua Eropa, Asia, dan Amerika. Mereka bukan hanya mengagumi kecerdasannya tetapi juga kepribadiannya.

Ross menikah dengan Rosa Bessie Bloxam pada tahun 1889. Mereka dikaruniai dua putra (Ronald dan Charles) dan dua putri (Dorothy dan Sylvia). Istrinya meninggal dunia tahun 1931, dan Ross menyusul pada tahun berikutnya, 16 September 1932. Ia sempat dirawat di Ross Institute di London karena sakit.

Tihomir Dimitrov penulis buku "50 Nobel Laureates and Other Great Scientists Who Believe in God" mengemukakan bahwa kemungkinan Ronald Ross adalah seorang Kristen dari aliran Anglikan. Sayangnya, kehidupan kekristenannya tidak diketahui secara jelas. Namun demikian, sebagai seorang dokter dia percaya akan kuasa Allah yang jauh lebih tinggi daripada manusia.

Dirangkum dari:

  1. "70 Peraih Nobel Kedokteran dan Fisiologi dari Emil Adolf Behring sampai Allan M. Cormack". Jakarta: INOVASI
  2. "The Religious Affiliation of Nobel Prize-Winner and Malaria Researcher: Ronald Ross". Dalam http://www.adherents.com/people/pr/Ronald_Ross.html
  3. "50 Nobel Laureates and Other Great Scientists Who Believe in God". Dalam http://www.brethrenassembly.com/Ebooks/NobelPr.pdf

Sumber: Bio-Kristi 59

Komentar


SABDA Live



Alkitab SABDA


Cari kata atau ayat:

Kamus SABDA


Media Sosial

 

Member login

Permohonan kata sandi baru