Wernher von Braun
Dirangkum oleh: Yohanna Prita Amelia
Ketika membicarakan penjelajahan ke angkasa luar, perjalanan ke bulan, akan langsung mengingatkan kita pada nama Neil Armstrong. Astronot asal Amerika Serikat (AS) ini merupakan astronot pertama yang menginjakkan kakinya di bulan. Armstrong sampai di bulan bersama rekannya, Edwin Aldrin, dengan menggunakan pesawat angkasa Apollo 11. Namun, tahukah Anda siapa orang yang berdiri di balik kesuksesan peluncuran tersebut?
Nama Wernher Magnus Maximillian von Braun mungkin bukan nama yang familiar di telinga kita. Meski demikian, tanpanya, Neil Armstrong dan Edwin Aldrin mungkin tidak akan pernah menginjakkan kakinya di bulan. Ya, sebab von Braun merupakan sosok yang berdiri di balik kesuksesan pendaratan pertama manusia di bulan pada tahun 1969 tersebut.
Wernher von Braun dilahirkan pada tanggal 23 Maret 1912 di kota Wirsitz, Posen, Jerman. Ia terlahir sebagai anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Baron Magnus Von Braun dan Baroness Emmy Von Quistorp. Ayahnya merupakan politisi dan bankir yang sukses, sedangkan ibunya merupakan astronom amatir yang sangat mencintai astronomi. Dari ibunyalah von Braun akhirnya memimpikan kemungkinan menjelajahi angkasa. Ibunya menghadiahkan sebuah teleskop kepada von Braun ketika ia diterima sebagai anggota jemaat Gereja Lutheran.
Ketika berusia tiga belas tahun, von Braun membaca sebuah buku berjudul The Rocket into Planetary Space. Buku tersebut ditulis oleh seorang perintis roket dari Rumania dan mengupas mengenai kemungkinan dilakukannya perjalanan antarplanet. Buku inilah yang memberi inspirasi bagi von Braun. Hanya saja, untuk memahami buku ini dibutuhkan pengetahuan matematika, sesuatu yang menjadi kelemahan von Braun. Maka, ia pun giat mempelajari matematika dan fisika dengan serius.
Pada tahun 1930, von Braun masuk ke Institut Teknologi Charllotenburg di Berlin. Di sana ia bergabung dengan Society for Space Travel, perkumpulan yang memiliki minat dalam pengembangan roket penjelajah angkasa luar. Di situlah ia bertemu dengan Oberth. Bahkan von Braun sempat menjadi asisten Oberth dan mereka berhasil mengembangkan mesin roket kecil. Pada tahun 1932, von Braun mendapat gelar B.Sc. dari Institut Teknologi Charllotenburg. Dan empat tahun kemudian, ia mendapat gelar Ph.D. dalam bidang fisika dari Universitas Berlin.
Setelah sejak 1932 Perkumpulan Perjalanan Angkasa kehabisan dana, sumbangan Kantor Ordonansi Tentaralah yang memungkinkan von Braun terus melakukan penelitian. Namun pada tahun 1934, karyanya disita sebagai akibat peraturan yang melarang penelitian roket selain dari dinas militer.
Pada tahun itu pula von Braun direkrut oleh lembaga riset Angkatan Bersenjata Jerman, untuk mengadakan riset tentang roket, guna memantapkan Hitler melangkah ke Perang Dunia II. Riset ini bersifat rahasia dan diadakan di Kepulauan Borkum, Laut Utara, lalu pindah ke Peenemunde di Kepulauan Usedom, Baltik. Mereka berhasil mengembangkan roket A-3 dengan tinggi 137 cm dan berstabilisasi giroskopis, yang berhasil diluncurkan dengan ketinggian 2 km. Roket A-3 masih mengalami perkembangan sampai menjadi A-4 atau dikenal juga dengan V-2 (Vengeance Weapon Number 2).
Roket A-4 pertama kali diluncurkan dan diarahkan kota London pada tanggal 7 September 1944. Sebanyak 4.320 roket dit