Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereBio-Kristi No.149 Juli 2015 / Betsey Stockton (1798 -- 1865)

Betsey Stockton (1798 -- 1865)


Betsey Stockton lahir dalam keluarga budak sekitar tahun 1798. Orang tuanya adalah budak milik Elizabeth (Stockton) Green, putri tuan tanah yang kaya raya di Princeton, New Jersey.

Betsey dikenal sebagai anak yang sangat aktif pada saat ia bertumbuh besar, tetapi mengalami perubahan yang besar setelah bertobat dalam suatu kebangkitan rohani yang terjadi di Princeton pada tahun 1816. Ia pun diterima sebagai anggota jemaat di The First Presbyterian Church (Gereja Presbiterian pertama - Red.), dan dibaptis di sana.

Setelah dibebaskan dari perbudakan pada tahun 1817, Betsey masih bekerja di rumah keluarga Green sebagai pembantu upahan. Ia diizinkan untuk menggunakan perpustakaan keluarga yang amat luas dan diajar sendiri oleh Ashbel Green yang kemudian menjadi direktur Princeton University.

Salah satu impiannya adalah melakukan perjalanan misi ke luar negeri, terutama ke Afrika. Dan, impiannya yang kedua adalah mendirikan sekolah bagi anak-anak kulit hitam.

Betsey berusaha sangat keras dalam pendidikannya sehingga meraih pengetahuan yang luas dalam bahasa Inggris, sastra, matematika, geografi, kebudayaan Ibrani kuno, dan pengetahuan Alkitab. Pada tahun 1821, Pendeta Charles S. Stewart, seorang rekan dari Ashbel Green, merencanakan suatu perjalanan misi ke Kepulauan Sandwich yang sekarang dikenal sebagai Kepulauan Hawai'i. Dan, pendeta itu mengajak Betsey untuk turut pergi bersamanya, istrinya, dan beberapa orang lainnya dalam perjalanan misi itu.

Rombongan misionaris itu mulai berlayar pada 20 November 1822, dan tiba di tujuan setelah lima bulan berikutnya. Setelah mereka berlabuh di Honolulu, mereka segera berangkat ke Lahaina di Pulau Maui. Di sana, mereka bertemu dengan Raja Hawai'i dan putranya, yang meminta Betsey untuk mengajarinya bahasa Inggris.

Sebelum saat itu, hanya anggota keluarga kerajaan saja yang diizinkan untuk mengecap pendidikan formal. Akan tetapi, Betsey dan rekan-rekannya percaya bahwa jika rakyat jelata di Hawai'i dapat memahami Kitab Suci, hal itu akan memberi pengaruh yang positif terhadap masyarakat mereka.

Maka, Betsey pun mendirikan sekolah bagi penduduk pulau itu, dan ia mengajari mereka bahasa Inggris, Latin, sejarah, dan aljabar. Dalam waktu dua tahun, ada lebih dari 8.000 siswa yang mengikuti pelajaran di 200 sekolah yang berada di pulau itu.

Setelah dua setengah tahun berada di pulau itu, kesehatan Nyonya Stewart memaksa keluarga itu pulang ke tanah air. Akan tetapi, hasil kerja keras Betsey terus dilanjutkan oleh orang lain.

Setelah kematian Nyonya Stewart pada tahun 1830, pendidikan menjadi fokus dari kehidupan Betsey. Selama tiga dekade, ia melayani sebagai guru di Princeton, New Jersey, tempat ia mendirikan Witherspoon Street Colored School (Sekolah di jalan Witherspoon untuk warga kulit berwarna - Red).

Sebagai misionaris perempuan kulit hitam pertama di Kepulauan Sandwich, Betsey menjadi inspirasi bagi ratusan perempuan kulit hitam lajang lainnya untuk membawa Injil kepada ujung-ujung bumi. Betsey wafat pada tahun 1865 dan dimakamkan di pemakaman keluarga Stewart di Cooperstown, New York. (t/Yudo)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Charisma Magazine
Alamat URL : http://www.charismamag.com/site-archives/24-uncategorised/9793-betsey-stockton-a-slave-who-dreamed-of-greatness
Judul asli artikel : Betsey Stockton - A Slave Who Dreamed of Greatness
Penulis artikel : Joseph W. Martin
Tanggal akses : 23 Oktober 2014

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru