Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

You are hereBio-Kristi No.141 November 2014 / Bio-Kristi No.141 November 2014

Bio-Kristi No.141 November 2014


Pengantar Bio 141 November 2014

Memahami iman sepenuhnya adalah hal yang sangat penting bagi orang Kristen untuk dapat bertahan dari serangan penyesatan. Dalam suratnya kepada jemaat di Kolose, Paulus menasihatkan bahwa seseorang yang sudah menerima Kristus harus berusaha hidup di dalam Dia; berakar di dalam Dia, dibangun di atas Dia, dan bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadanya. Tentu ada alasan di balik nasihat ini, yaitu berkembangnya ajaran-ajaran palsu yang membelokkan iman Kristen pada waktu itu. Masih dalam surat yang sama, Paulus melanjutkan supaya kita berhati-hati terhadap filsafat kosong. Mengingat bahaya penyesatan tidak berhenti pada zaman Paulus, tetapi bahkan berlanjut hingga hari ini, pemahaman iman Kristen yang mendalam perlu kita miliki guna menolong kita mendeteksi sejak dini penyesatan yang mungkin muncul di lingkungan kehidupan Kristen kita masing-masing.

ARIUS

(256 -- 336) Pencetus Bidah Kristen: Arianisme

Arianisme adalah bidah dalam kekristenan yang pertama kali diajukan pada awal abad ke-4 oleh Presbiter Alexandria, Arius. Bidah tersebut menegaskan bahwa Kristus tidak benar-benar ilahi, tetapi suatu ciptaan. Dasar pemikiran Arius adalah keunikan Allah, yang satu-satunya ada dengan sendirinya dan bersifat kekal. Anak, yang ada bukan dengan sendirinya, tidak mungkin adalah Allah.

Semi-Arianisme

Semi-Arianisme adalah doktrin tentang ke-Anak-an Kristus yang dipegang oleh para teolog abad 4 yang enggan menerima, baik hasil konsili Nicea maupun pandangan Arius yang ekstrem. Setelah konsili Nicea pada tahun 325, muncul sebutan-sebutan untuk masing-masing posisi yang dianut.

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru