Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereRenungan / Renungan

Renungan


Kolom Renungan Publikasi Bio-Kristi

Memberi Diri

Melalui salah satu renungannya di dalam buku "My Utmost for His Highest", Oswald Chambers berkata, "Hidup-Nya (Yesus) merupakan kegagalan mutlak dilihat dari setiap sudut pandang. Namun, hal yang tampaknya berupa kegagalan dari sudut pandang manusia justru merupakan kemenangan dari sudut pandang Allah karena maksud Allah tidak pernah sama dengan maksud manusia." Bagi dunia yang sangat menjunjung tinggi kesuksesan materi, popularitas, kemampuan dan kekuatan diri, serta pencapaian prestasi, tentu saja kisah kehidupan Yesus tidak akan menjadi sebuah referensi dari sebuah kehidupan yang berhasil.

Maukah Engkau Pergi Tanpa Tahu Tujuan?

Bacaan: Ibrani 11:8

Mengikut Tuhan tidak mudah. Mungkin ada saja pertanyaan dalam diri kita yang tidak kita peroleh jawabannya. Salah satu pertanyaan tersulit untuk dijawab dalam pekerjaan kekristenan adalah, "Apakah yang Anda harapkan untuk dilakukan?" "What do you expect to do?" Anda memang tidak tahu apa yang hendak Anda lakukan.

Jangan Mengacuhkan Yusuf pada Masa Natal

Saya memerankan seekor sapi dalam drama Natal saya di kelas satu dan saya memiliki lebih banyak dialog dibanding anak yang memerankan Yusuf. Dia adalah peran pembantu, atau seperti itulah tampaknya, bagi Maria, bagi boneka plastik di palungan, dan bagi seluruh pemain drama kami lainnya. Kami hanya mengikuti naskah drama. Hanya ada sedikit ruang bagi Yusuf dalam peristiwa di penginapan pada imajinasi orang Kristen dewasa ini, terutama dalam kalangan Protestan konservatif seperti saya. Tampaknya, peran Yusuf satu-satunya adalah sebagai seorang penerima tamu -- untuk mengantar Maria sampai ke kandang di Betlehem, dan kemudian untuk mengantarnya kembali ke Bait Allah di Yerusalem, untuk mencari Yesus yang tengah berkeliaran saat berusia 12 tahun.

Simon Dari Kirene

"Pada waktu itu lewat seorang yang bernama Simon, orang Kirene, ayah Aleksander dan Rufus, yang baru datang dari luar kota, dan orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus." (Markus 15:21)

Kristus dan Natal

Jajak pendapat terbaru menyatakan bahwa hanya sepertiga dari orang Amerika menganggap bahwa kelahiran Kristus merupakan aspek paling penting dalam perayaan Natal. Sekitar 33%--44%, lebih banyak orang mengatakan bahwa kesempatan untuk "memiliki waktu bersama keluarga" menjadi alasan utama mengapa mereka menganggap Natal sebagai sesuatu yang penting bagi mereka. Bahkan, ketika memerhatikan hanya para responden yang menyebut diri mereka orang Kristen (88% orang Amerika), alasan kelahiran Kristus mendapat suara paling banyak hanya 37%.

Dalam Bayangan Salib

Bacaan: Roma 5:6-9; 6:23

Bagaimana Allah yang baik dan penuh kasih mengizinkan semua rasa sakit dan penderitaan ini terjadi?

Anugerah dan Pengampunan

Seorang rekan kerja yang masih muda bertanya kepada saya, "Apa perbedaan antara anugerah (grace) dan pengampunan (mercy)?" Sebuah jawaban tidak segera muncul di benak saya sehingga saya terpaksa menjawab dengan berkelakar, "Grace bekerja pada jam kerja pagi, sementara Mercy pada jam kerja sore." Tawa dan cekikikan datang dari mereka yang mendengarnya karena ada dua wanita dengan nama itu yang bekerja di kantor kami.

Gambaran Tentang Paskah

Bacaan: Keluaran 12:1-20

Nats: "Anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus." (1 Korintus 5:7)

Paskah pertama yang dirayakan Bangsa Israel penuh dengan ketegangan dan misteri bagi anak-anak Bangsa Yahudi. Mereka melihat ayah mereka memanggang domba. Mereka memerhatikan bagaimana para ayah membubuhkan darah domba pada kedua tiang pintu dan ambang atas pintu rumah mereka. Mereka mendengarkan dengan mata yang terbuka lebar dan bertanya-tanya saat ayah mereka mengatakan bahwa malaikat maut akan membunuh anak sulung di setiap rumah yang tidak ditandai dengan darah.

Tahun Baru

Bacaan: Lukas 4:16-21

Prioritas Utama

Ada kecenderungan di kalangan umat Kristen untuk menganggap bahwa ibadah hari Minggu hanyalah sekadar formalitas. Artinya, beribadah pada hari Minggu di gereja akan dilakukan bila tidak ada "acara" atau "kesibukan lain". Ibadah bersama jemaat di gereja menjadi prioritas kedua (second priority). Kecenderungan ini tidak hanya akan mengakibatkan hadirnya Kristen-Kristen yang tidak tahu mensyukuri kasih dan penyertaan Allah, tetapi juga akan menciptakan Kristen- Kristen yang tidak tahu menghormati karya dan kebesaran Allah dalam hidupnya. Sikap ini sungguh bertentangan dengan pengajaran dan sikap yang diperhatikan langsung oleh Tuhan Yesus. Mari kita lihat bagaimana Tuhan Yesus memprioritaskan ibadah kepada Allah Bapa-Nya dalam hidup- Nya. Sikap ini menunjukkan bahwa selain Dia sangat menghormati Bapa, Dia juga menghormati ibadah persekutuan umat di rumah Tuhan, dan menjadikan ibadah itu sebagai bagian dari hidup-Nya.

Sang Mesias Lahir

Bacaan Alkitab: Mikha 5:1-4a, Titus 2:11-15, dan Lukas 2:1-20

Pendahuluan

Biasanya, saat seorang anak lahir dalam satu keluarga, ada suasana gembira dalam keluarga itu. Dan, berita gembira itu pasti akan merambat ke seluruh sanak saudara, bahkan juga teman-teman dekat. Tetapi, lain halnya ketika Yesus lahir. Allah memberi tahu para gembala di padang Efrata -- yang bukan sanak keluarga ataupun handai tolan dari Yusuf dan Maria -- untuk bersukacita bersama mereka (Lukas 2:8-14). Untuk mempersiapkan kedatangan Sang Mesias, Allah memakai banyak orang maupun malaikat.

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru