Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereBio-Kristi No.94 Juli 2012 / Nuh

Nuh


Dirangkum oleh: Sri Setyawati

Nuh adalah putra dari Lamekh, keturunan kesepuluh dari keturunan Set, anak Adam. Ayah Lamekh adalah Metusalah dan ayah Metusalah adalah Henokh. Nuh dilahirkan kira-kira 1.056 tahun setelah Adam. Lamekh berusia 182 tahun ketika Nuh dilahirkan.

Arti Nama Nuh

Menurut bahasa Ibrani, Nuh berasal dari kata Noah yang berarti istirahat. Namun, banyak penafsir menghubungkan nama Nuh dengan akar kata "nwkh" (dilihat dari etimologinya), yang artinya beristirahat. Ada juga yang menyebut nama Nuh berasal dari kata Ibrani "Noa", yang berarti "hinggap", "menentramkan", "berhenti", atau "istirahat" (2 Raja-raja 2:15; Ratapan 5:5; Ulangan 5:14). Dengan demikian, nama Nuh bisa dikatakan bermakna "sabat", "istirahat", dan "penghiburan".

Cerita air bah dalam Alkitab ini mirip sekali dengan cerita yang ditulis dalam bahasa Hurrian, suku yang tinggal di daerah Timur Tengah, sebelah utara India. Tokoh utamanya adalah Nahmizuli, yang terdiri atas huruf, huruf Ibrani untuk kata Nuh. Nahmizuli juga memiliki kapal besar yang mirip dengan kapal milik Nuh, yang juga mendarat di Gunung Ararat. Cerita air bah dalam Alkitab ini juga pernah diangkat dalam sebuah epos Gilgamesh, cerita rakyat Mesopotamia.

Keluarga Nuh

Nuh memiliki seorang istri, tetapi nama istrinya ini tidak disebutkan dalam Alkitab. Menurut Kitab Yobel (termasuk dalam kanon Gereja Ortodoks Ethiopia) nama istrinya adalah Emzara. Tulisan-tulisan Midras dan Kitab Yasar menyebutkan bahwa istri Nuh bernama Naamah. Nuh memiliki tiga anak laki-laki yang bernama Sem, Yafet, dan Ham, yang lahir sebelum air bah datang. Nuh adalah seorang yang benar dan beriman, dia memunyai persekutuan dengan Allah (Kejadian 6:9). Dia juga digambarkan sebagai seorang yang tidak bercela di antara orang-orang pada zamannya (Kejadian 6:9). Oleh karena itu, Nuh mendapatkan belas kasihan dari Tuhan Allah. Sebelum mendatangkan air bah, Allah menyuruh Nuh untuk membuat bahtera yang sangat besar, sehingga dia dan keluarganya selamat dari air bah itu. Nuh mendengarkan Allah dan melakukan apa yang diperintahkan kepadanya, sekalipun tetangga-tetangganya mengolok-oloknya.

Setelah beberapa tahun, Nuh berhasil menyelesaikan bahteranya. Nuh dan istrinya, anak-anaknya dan para menantunya masuk dan tinggal di dalam bahtera tersebut selama air bah melanda. Berbagai jenis makhluk hidup yang berpasangan (binatang halal, binatang haram, burung-burung, dan semua yang merayap di bumi) juga tinggal bersama mereka dalam bahtera yang sama. Setelah semuanya masuk ke dalam bahtera, segala mata air samudra raya terbelah dan tingkap-tingkap langit mencurahkan hujan selama 40 hari 40 malam. Dalam peristiwa itu, semua makhluk yang tidak masuk ke dalam bahtera mati binasa karena air meliputi seluruh permukaan bumi. Air bah baru surut setelah 150 hari. Bahtera Nuh akhirnya terdampar di salah satu puncak pegunungan Ararat (Armenia), 800 kilometer dari tempat semula (Kejadian 8:4). Tiga ratus tujuh puluh tujuh hari setelah air bah terjadi, Nuh memeriksa apakah air bah sudah surut (Kejadian 8:13-14). Setelah melepaskan seekor burung merpati untuk ketiga kalinya dan burung itu tidak kembali, keluarlah Nuh bersama-sama dengan anak-anaknya, istrinya, menantu-menantunya, segala binatang liar, segala binatang melata, dan segala burung, semuanya yang bergerak di bumi, masing-masing menurut jenisnya. Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN. Ketika TUHAN mencium persembahan Nuh yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan" (Kejadian 8:18-21). Sejak saat itu, Tuhan tidak pernah menghukum manusia dengan air bah. Tanda perjanjian Tuhan dan Nuh adalah busur di awan, ada yang menafsirkannya sebagai pelangi.

Nuh termasuk orang yang berumur panjang karena ketika anaknya yang pertama lahir dia sudah berumur 500 tahun. Dia berusia 600 tahun saat peristiwa air bah terjadi (Kejadian 7:11). Sesudah peristiwa air bah, Nuh masih hidup 350 tahun (Kejadian 9:28). Setelah air bah surut, Nuh menjadi petani di kebun anggur (Kejadian 9:20). Nuh meninggal pada usia 950 tahun (Kejadian 9:29).

Dirangkum dari:

1. ________. "Nuh". Dalam http://alkitab.sabda.org/dictionary.php?word=nuh.

2. ________. "Nuh". Dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Nuh.

3. Carroll, Robert dan Stephen Prickett. "The Bible: Authorized King James Version". Dalam http://books.google.co.id/books?id=xrp73XzJ5aEC&pg=PR21&lpg=PR21&dq=Nahmizuli&source=bl&ots=SOARbz7wkO&sig=QUByJRgGP2fnO3W59bJA94uErUo&hl=en&sa=X&ei=DZ3iT-7YBMborAfZg92aAw&ved=0CF4Q6AEwBQ#v=onepage&q=Nahmizuli&f=false.

 

Sumber: Bio-Kristi 94

Komentar


Cari semua situs SABDA

Loading
Cari misalnya: 'alkitab'
Akan membuka halaman baru

Join Us

Selamat Merayakan Kenaikan Tuhan Yesus dan Pentakosta 2017

'Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus' Matius 28:19

Kunjungi situs Doa SABDA
Kunjungi situs TOP Berdoa


Aplikasi Android Kristen


android.sabda.org

Navigation

Follow Us

 

Member login

Permohonan kata sandi baru