Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereKarya / Rahab

Rahab


Salah satu orang yang paling tidak mungkin menjadi Pahlawan Iman adalah pelacur Rahab. Rahab tinggal di kota yang terkenal di Yerikho. Tentunya Anda ingat cerita tentang bagaimana tembok Yerikho runtuh. Rahab memainkan peran yang sangat penting dalam kemenangan Israel di pertempuran itu. Ada juga kejutan di akhir cerita tersebut. Akan tetapi, itu untuk nanti.

Pertama-tama kita perlu tahu sedikit tentang Rahab dan seputar pertempuran itu. Rahab dapat ditemukan dalam kitab Yosua dan dia juga disebutkan dalam Perjanjian Baru dalam Ibrani dan Yakobus. Dia adalah seorang perempuan sundal, atau pelacur, yang mengelola sebuah penginapan kecil yang dibangun tepat di dalam tembok luar Yerikho. Kota Yerikho cukup penting sehingga memiliki dua dinding. Tembok yang di luar tebalnya enam kaki dan yang di dalam tebalnya dua belas kaki. Adalah cukup umum di zaman itu bahwa rumah mereka dibangun tepat di dalam atau di tembok kota.

Kami tidak akan menceritakan kisah pertempuran itu karena akan terlalu lama. Namun, cerita tentang Yosua ada di halaman lain di situs ini, jika Anda ingin tahu bagaimana pertempuran terjadi .. Kita perlu tahu tentang cerita ini bahwa Yosua, jendral Israel, telah mengirim mata-mata ke kota untuk mencari tahu tentang pertahanan. Setelah mata-mata menyelesaikan pengintaian mereka terhadap tembok, gerbang dan penjaga, mereka berhenti di penginapan Rahab. Mereka harus membuat rencana untuk keluar dari kota, dan saya kira mereka tidak sengaja mendengar, karena raja Yerikho entah bagaimana mendapat kabar bahwa ada mata-mata di penginapan dan mengirim orang untuk menangkap mereka.

Itu adalah saat yang tepat untuk menyebutkan bahwa raja Yerikho dan orang-orangnya tahu bahwa orang-orang Israel berkemah di seberang Sungai Yordan, dan tentu saja mereka juga tahu Yosua baru saja mengalahkan orang Amalek. Dikatakan juga bahwa Allah menyertai anak-anak Yakub karena pembebasan mereka keluar dari Mesir. Rahab juga telah mendengar semua ini. Dia yakin bahwa kota itu akan jatuh ke tentara Israel dan dia akan dibunuh ketika mereka menghancurkan seluruh kota. Mungkin mata-mata itu bahkan mengatakan kepadanya bahwa tentara diperintahkan untuk membunuh semua orang dan membakar kota sampai habis.

Sekarang kita bisa kembali ke mata-mata. Ketika orang-orang raja tiba di penginapan Rahab, mereka diberitahu bahwa orang-orang yang mereka kejar sudah pergi sebelum gelap. Rahab memilih untuk berbohong meskipun berisiko, karena pada zaman itu, ketika Anda melakukan sesuatu yang buruk terhadap raja, mereka akan membunuh bukan hanya Anda, tetapi semua keluarga Anda. Namun, Rahab cukup pintar. Dia menyembunyikan mata-mata di atas rumahnya. Dia memiliki beberapa bundel rami kering di sana dan tidak mungkin untuk melihat orang-orang yang bersembunyi di bawahnya. Setelah mata-mata turun, Rahab meminta mereka untuk membalas kebaikannya ketika nanti tentara datang ke kota. Mata-mata mengatakan bahwa jika dia mau menggantung tali merah di luar jendela, rumahnya dan semua yang ada di dalamnya akan diluputkan.

Petunjuk-petunjuk itu mungkin tidak tampak sulit, dan memang tidak. Apa yang membuat cerita ini begitu menakjubkan, adalah bahwa mata-mata itu tidak mungkin mengetahui bagaimana pertempuran akan dilakukan. Yosua didatangi oleh seorang malaikat yang memberitahunya rencana pertempuran. Yosua tidak memberitahu orang lain. Dia hanya mengatakan kepada mereka untuk berbaris di sekitar kota dan menutup mulut sampai tiba waktunya untuk berteriak. Mata-mata mungkin mengira bahwa ketika tentara menyapu kota, membunuh dan membakar, mereka akan melihat tali merah dan membiarkan rumah itu. Kedengarannya baik-baik saja, tapi tunggu sampai kita melihat apa yang sebenarnya terjadi.

Sebagaimana kita ketahui, Allah suka memastikan bahwa ketika kita bertindak dengan percaya pada firman-Nya, maka kita tidak menyalahi karya-Nya. Itu sebabnya Praktek Iman, demikian saya suka menyebutnya, kadang-kadang terlihat sangat konyol menurut standar kita sehari-hari. Tindakan percaya Rahab tidak mungkin menyelamatkannya dari kematian jika Allah tidak membantu, tapi dia melakukan dua hal yang diperlukan dalam Praktek Iman: dia percaya dan dia bertindak. Rahab menganggap perkataan mata-mata sebagai bantuan dari Allah, dan kedua, dia menggantung tali merah di luar jendela.

Sekarang sampai pada bagian yang mustahil. Ketika Yosua melawan kota itu, dia tidak datang bertempur. Allah telah menyuruh para imam dan orang-orang berbaris mengelilingi kota selama seminggu. Setiap hari mereka berkeliling sekali, tetapi pada hari yang ketujuh mereka berkeliling tujuh kali. Semua orang kemudian berbalik dan berteriak. Kedua tembok tebal itu pun rubuh sampai rata.

Terlalu buruk bagi Rahab. Rumahnya ada di atas sana di tembok itu. Nah, kita tidak perlu khawatir bahwa Allah tidak menepati janji-Nya untuk Rahab, karena dengan tali merah yang terpasang di jendela itu, rumahnya tidak akan tersentuh. Dapatkah Anda membayangkan itu? Tembok-tembok kuat di Yerikho semua roboh, dan rumah Rahab berdiri tegak di atas kehancuran.

Cobalah untuk menempatkan diri dalam posisi Rahab jika dia tahu sebelumnya bahwa tembok-tembok akan roboh. Jelas tampak lucu sekarang untuk mendengar janji mata-mata kepada Rahab. "Nah Rahab, kami akan mengelilingi kota dan berteriak pada tembok. Kemudian tembok akan runtuh. Namun, jangan khawatir. Jika kamu menggantung tali merah ini di luar jendela, rumahmu tidak akan runtuh bersama dengan tembok." Cukup konyol, bukan?

Ketika pertempuran berakhir, orang-orang yang sama yang adalah mata-mata membawa Rahab dan semua keluarganya (mereka berada di rumah dengan dia) kepada Yosua. Dia mengucapkan terima kasih atas bantuannya dan memberinya beberapa tanah pilihan sebagai hadiah. Dan sekarang untuk akhir yang mengejutkan.

Ini hampir seolah-olah Allah ingin mengajarkan kita bahwa Praktek Iman dapat dilakukan oleh siapa saja dan Dia akan menggenapi Firman-Nya. Rahab bukan salah satu dari orang Israel. Dia tidak menyembah Allah, dan mencoba untuk melakukan hukum-hukum-Nya. Bahkan, dia adalah orang berdosa yang sangat buruk di mata sebagian besar orang yang saya tahu. Tuhan tidak peduli dengan semua itu jika Anda mempercayainya, mintalah Dia untuk membantu Anda dan bertindak atas janji-Nya. Dia memulai dengan yang baru setiap kali Anda percaya, atau mengimani firman-Nya.

Ternyata Rahab menikah dengan seorang pria bernama Salmon. Namanya dapat ditemukan dalam Matius, pasal satu, ayat empat dan lima. Salmon adalah kakek buyut dari Raja Daud; Daud yang menewaskan raksasa Goliat. Dan masih ada lagi. Dua puluh enam generasi kemudian, keluar dari garis keturunan yang sama muncul suami Maria, Yusuf, ayah sah Yesus. Anda harus mencari tahu berapa banyak "buyut" seluruhnya. Siapa sangka bahwa Allah akan memilih Rahab, pelacur, menjadi nenek moyang Yesus, betapa jauh berbedanya? Saya pikir itu menunjukkan bahwa Allah benar-benar suka dan ingin orang-orang untuk percaya kepada-Nya. Anda tahu, Anda dapat percaya kepada-Nya dan Dia akan membantu Anda juga.

Pastikan untuk menyelidiki Pahlawan-pahlawan Iman lain yang tercantum dalam Ibrani, pasal sebelas. Lihat apakah Anda tahu apa yang dilakukan oleh masing-masing pahlawan yang menunjukkan bahwa ia percaya pada hal-hal yang telah dikatakan Allah. Saya juga mengundang Anda untuk melihat bagaimana seluruh kitab Ibrani berbicara tentang mempraktekkan iman. (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Asis.com
URL : http://asis.com/users/stag/heroes/rahab.html
Judul asli artikel : Heroes of Faithing. Rahab
Penulis artikel : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 12 Januari 2017

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru